Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-78 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.
Beliau mengatakan raḥimahullāhu taʿālā
مَنْ سَعِدَ بِقَضَاءِ اللهِ، والشَّقِيُّ مَنْ شَقِيَ بِقَضَاءِ اللهِ
Dan orang yang bahagia adalah orang yang bahagia dengan takdir Allāh. Maksudnya bagaimana? Orang yang bahagia di dunia adalah orang yang memang sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ menjadi orang yang bahagia. Kebahagiaan dia adalah dengan takdir Allāh ﷻ yang telah ditentukan dan ditulis oleh Allāh ﷻ. Demikian pula sebaliknya
والشَّقِيُّ مَنْ شَقِيَ بِقَضَاءِ اللهِ
Dan orang yang celaka adalah orang yang celaka dengan takdir Allāh.
Artinya, kecelakaan dan musibah yang menimpanya adalah dengan takdir Allāh. Kebahagiaan seseorang adalah dengan takdir Allāh, dan begitu pula kecelakaan atau kebinasaan seseorang juga dengan takdir Allāh.
وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكِتَابِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ
Berarti seorang menjadi bahagia dengan takdir Allāh, dan seorang menjadi celaka juga dengan takdir Allāh. Kebahagiaan dan kecelakaan itu sudah ditulis oleh Allāh ﷻ.
Ini semua adalah ajakan dari beliau untuk beriman kepada takdir, dan merupakan bagian dari aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jamāʿah. Bahkan, beriman kepada takdir adalah rukun iman yang keenam, dan termasuk pondasi aqidah.
Oleh karena itu, seseorang harus bergantung kepada Allāh ﷻ dan bertawakkal kepada-Nya, karena kebahagiaan dengan takdir Allāh ﷻ, begitu pula kecelakaan dengan takdir Allāh ﷻ, berarti dia bergantung hanya kepada Allāh ﷻ saja. Tidak mungkin seseorang bisa bahagia kecuali dengan kemudahan dari Allāh ﷻ, dan kecelakaan yang terjadi pun dengan takdir-Nya. Maka, seseorang harus senantiasa meminta kepada Allāh ﷻ dan tidak bergantung kepada makhluk.
Ini menunjukkan hubungan yang erat antara keimanan kepada takdir dengan Tauhid ulūhiyyah. Orang yang beriman kepada takdir Allāh ﷻ, maka dia akan bergantung dan bertawakkal hanya kepada Allāh ﷻ, bukan kepada makhluk. Karena beriman kepada takdir Allāh ﷻ adalah bagian dari keimanan kepada rubūbiyyah Allāh ﷻ. Beriman kepada takdir Allāh ﷻ, berarti kita beriman kepada Qudratullah (kekuasaan Allāh ﷻ). Orang yang mengingkari takdir Allāh ﷻ berarti dia mengingkari kekuasaan Allāh ﷻ.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

