Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-'Aqīdah Al-Wāsithiyyah > Halaqah 67 – Dalil yang Menunjukkan Penafian Sifat Kekurangan Bagi Allāh ﷻSecara Global

Halaqah 67 – Dalil yang Menunjukkan Penafian Sifat Kekurangan Bagi Allāh ﷻSecara Global

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah
🖊 Ilmiyyah.com
〰〰〰〰〰〰〰

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-67 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh.

Masuk kita pada penyebutan ayat-ayat yang isinya adalah penafian secara mujmal (global), Allāh ﷻ menafikan dari dirinya kekurangan secara umum secara global di dalam beberapa ayat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beliau berkata

وَقَوْلُهُ

Dan Firman Allāh ﷻ

فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

Maka menyembahlah Allāh ﷻ dan bersabarlah didalam menyembah-Nya, apakah engkau mengetahui سَمِيًّا sesuatu yang serupa dengan Allāh ﷻ.

Didalam ayat ini dan juga ayat-ayat setelahnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membawakan ayat-ayat ini untuk menunjukkan kepada kita bahwasanya di dalam Al-Quran Allāh ﷻ banyak menafikan secara mujmal yaitu menafikan secara global, menafikan bahwasanya Allāh ﷻ memiliki sekutu artinya Allāh ﷻ menafikan dari dirinya sekutu dan sesuatu yang semisal dengan Allāh ﷻ karena Dia-lah Yang Maha Sempurna yang mencapai puncak kesempurnaan didalam nama dan juga sifat-Nya, tidak ada yang menyerupai Allāh ﷻ di dalam sifat-Nya.

Diantara ayat yang beliau sebutkan adalah firman Allāh ﷻ di dalam surat Maryam

فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

Ayat ini sebelumnya awal ayatnya adalah Allāh ﷻ mengatakan

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَٰدَتِهِۦۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا ٦٥

Dia-lah Allāh ﷻ Robb bagi langit dan juga bumi dan apa yang ada di antara keduanya maka hendaklah engkau menyembah-Nya dan bersabar untuk menyembah-Nya.

Dia-lah Allāh ﷻ yang Robb, Dia-lah Robb bagi langit dan bumi, dan kalimat ربّ di dalam bahasa Arab itu ada beberapa makna atau mengandung beberapa makna diantaranya adalah yang mencipta dan Dia-lah yang memberikan rezeki, mengatur, ini adalah pengertian Robb

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ

Dia-lah Allāh ﷻ menciptakan langit dan juga bumi dan apa yang ada di antara keduanya, berarti di sini ada penisbatan penetapan sifat rububiyah Allāh ﷻ dan sudah kita sebutkan bahwasanya nama Robb kebanyakan datang dalam keadaan mudhof, ada dalam ayat yaitu satu ayat disebutkan dalam keadaan nakiroh

سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ ٥٨

Maka ini satu-satunya ayat yang disebutkan di situ Robb dalam keadaan nakiroh

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا

Dan apa yang ada di antara keduanya, kemudian setelah itu Allāh ﷻ menyuruh memerintah

فَاعْبُدْهُ

Maka hendaklah engkau menyembah-Nya

Berarti ini menunjukkan hubungan antara beriman dengan rububiyah Allāh ﷻ dan beriman dengan uluhiyah Allāh ﷻ, keyakinan bahwasanya Allāh ﷻ Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya membawa kita untuk menyembah hanya kepada Allāh, فَاعْبُدْهُ maka sembahlah Dia, Robb yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.

Apakah hanya sekali seseorang menyembah dan apakah seorang yang menyembah hanya kepada Allāh ﷻ dia akan terlepas dari gangguan manusia? فَاعْبُدْهُ Allāh ﷻ mengatakan

وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ

Dan hendaklah engkau bersabar di dalam beribadah kepada Allāh ﷻ

Kalimat اصْطَبِرْ ini lebih dalam dari pada اصْبِرْ, orang memulai ibadah sesuatu yang mudah tapi orang yang bersabar dalam menjaga ibadahnya kepada Allāh ﷻ ini lebih sulit, memulai biasanya lebih mudah daripada menjaga. Orang ingin menjaga shalat malamnya dia mulai hari pertama hari kedua mungkin mudah bagi dia tapi untuk menjaga shalat malam seterusnya ini sesuatu yang butuh perjuangan.

فَاعْبُدْهُ

Maka sembahlah Allāh ﷻ dan bersabarlah karena tidak ada yang mencipta kecuali Allāh ﷻ bagaimana kita tidak bersabar

فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَٰدَتِهِۦ

Sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepadanya.

Dan ini bantahan terhadap sebagian orang yang mereka adalah mustakbirun (sombong) yang merasa bahwasanya mereka sudah sampai derajat ma’rifah sudah mengenal Allāh ﷻ lebih daripada yang lain akhirnya mereka meninggalkan peribadatan kepada Allāh ﷻ padahal Allāh ﷻ mengatakan kepada Nabi-Nya di sini فَٱعۡبُدۡهُ , maka hendaklah engkau wahai Muhammad menyembah-Nya, وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَٰدَتِهِۦ bahkan disuruh untuk bersabar didalam menyembah Allāh ﷻ bukan seperti mereka orang-orang yang sombong yang mereka mengaku mengenal Allāh ﷻ makanya mereka tidak menyembah Allāh ﷻ dan tidak bersabar untuk menyembah Allāh ﷻ.

Yang namanya ibadah kepada Allāh ﷻ butuh kesabaran, dalam melaksanakan ibadah itu sendiri butuh kesabaran, dalam mentauhidkan Allāh ﷻ juga butuh kesabaran karena disana banyak musuh-musuh tauhid musuh-musuh ahli tauhid yang mereka tidak senang melihat orang yang mentauhidkan Allāh ﷻ

وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٥

Kalau hanya disebutkan Allāh ﷻ saja tidak senang tapi kalau di sebutkan selain Allāh ﷻ, wali syekh fulan dan seterusnya maka mereka merasa murtah (senang) hatinya, فَٱعۡبُدۡهُ sembahlah Allāh ﷻ saja.

هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا

Apakah engkau mengetahui لَهُ bagi Allāh سَمِيّٗا sesuatu yang sebanding dengan Allāh ﷻ.

Adakah yang menciptakan langit dan bumi selain Allāh ﷻ sehingga sama-sama disifati sebagai Robb, jawabannya adalah tidak ada karena ini adalah istifham ingkariy, ini istifham هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا apakah engkau mengetahui bagi Allāh ﷻ Dzat yang serupa dengan Allāh ﷻ, pertanyaan tapi maksudnya adalah pengingkaran, artinya Allāh ﷻ di sini mengingkari adanya sesuatu yang serupa dan sebanding dengan Allāh ﷻ

Dan Dia-lah Allāh ﷻ yang mengetahui segala sesuatu yang ada dilangit maupun yang ada di bumi, Allāh ﷻ mengabarkan di sini tidak ada yang sebanding dengan Allāh ﷻ, Dia-lah satu-satunya Dzat yang mencipta memberikan rezeki mengatur alam semesta dan tidak ada yang sebanding dan serupa dengan Allāh ﷻ

هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا

Apakah engkau mengetahui sesuatu yang sebanding dengan Allāh ﷻ.

Berarti di sini Allāh ﷻ mengingkari karena Dia adalah istifham ingkariy, mengingkari adanya سَمِي bagi Allāh ﷻ, yang ini maksud dengan سَمِي adalah sesuatu yang serupa dengan Allāh ﷻ berarti yang diingkari oleh Allāh ﷻ adalah Allāh ﷻ mengingkari ayyakūna lahu samiyyan

هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا

Apakah engkau mengetahui ada yang sebanding dengan Allāh ﷻ, berarti disini Allāh ﷻ mengingkari. Dan bagaimana sikap kita? Kalau ada pengingkaran disini maka kita mengingkari juga tidak ada yang sebanding dengan Allāh ﷻ dan ini adalah termasuk penafian yang mujmal, pokoknya tidak ada yang sebanding dengan Allāh ﷻ siapapun dia, mau nabi sekali pun apalagi wali tidak ada yang serupa dengan Allāh ﷻ. Kalau tidak ada yang sebanding dengan Allāh ﷻ maka kita menyembah hanya kepada Allāh ﷻ saja.

Kemudian yang kedua kita tetapkan kesempurnaan kebalikan dari sifat tadi, berarti Allāh ﷻ Dia-lah Yang Maha Esa Dia-lah yang memiliki sifat Ahadiah tidak ada yang serupa dengan Allāh ﷻ, Dia-lah Yang Esa satu-satunya di dalam dzat di dalam sifat tidak ada yang serupa dengan Allāh ﷻ, di dalam zatnya didalam sifatnya harus kita tetapkan kebalikan dari sifat tadi, kalau Allāh ﷻ mengingkari dari dirinya سَمِي maka kita ingkari kemudian kita tetapkan kesempurnaan kebalikan dari sifat tadi.

Ayat yang baru saja kita baca ini di dalamnya ada pembagian tauhid menjadi tiga tauhidu rububiyah tauhidu uluhiyah dengan tauhid asma dan juga sifat Allāh ﷻ. Ayat ini sering dijadikan dalil oleh Syaikh Abdul Massin Al Abbad ketika beliau menjelaskan tentang pembagian tauhid menjadi tiga, bahwasanya ayat ini menggabungkan antara tiga tauhid sekaligus. Demikian pula putra beliau yaitu Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Massin Al Abbad hafidzahullahuta’ala, di kelas maupun di luar kelas beliau menyebutkan ayat ini di mana dikumpulkan di dalamnya tiga jenis tauhid sekaligus.

Kemudian Allāh ﷻ mengatakan

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada bagi-Nya yang sebanding dengan-Nya.

Takdirnya adalah وَلَمْ يَكُن أَحَدٌ كُفُوًا لَّهُ di akhirkan apa yang seharusnya di depan dan di depan kan yang seharusnya di akhir ini faedahnya adalah untuk penekanan, أَحَدٌ tidak ada yang serupa dengan Allāh ﷻ كُفُو ini maknanya hampir sama dengan سَمِي yang serupa dengan Allāh ﷻ.

Berarti di sini Allāh ﷻ juga menafikan dari diri-Nya keserupaan, tidak ada yang serupa dan sebanding dengan Allāh ﷻ, kalau demikian maka tidak boleh kita menyerupakan Allāh ﷻ dengan makhluk baik di dalam sifat maupun perbuatan-Nya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top