Home > Belajar Islam > Pendidikan Anak > Kriteria Pendidik Ideal

Kriteria Pendidik Ideal

🌍 Belajar Islam
🎙 Ustadz Beni Sarbeni حفظه لله تعالى
📗 Pendidikan Anak
〰〰〰〰〰〰〰

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه وَمَنْ وَالاَهُ أمَّا بعد

Saudara sekalian yang semoga dimuliakan oleh Allah rabbul ‘alamin, kita lanjutkan kajian tentang pendidikan yang kali akan saya sampaikan materi dengan judul: Kriteria Guru yang Sukses

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, seandainya seseorang diberikan hidayah dengan sebab kamu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah.” (HR. Al-Bukhari no. 2942)

Unta merah pada masa itu adalah sebaik-baiknya kendaraan.

Jadi seandainya seorang murid mendapatkan hidayah dengan sebab gurunya maka itu lebih baik baginya daripada kendaraan yang paling baik sekarang ini, dan diantara salah satu bentuk hidayah adalah ilmu.

Maka berbahagialah ketika Allah menjadikan kita sebagai seorang guru, dan ingat! bapak ibu pun guru bagi anak-anaknya.

Berikut ini akan saya sampaikan di antara sifat-sifat guru sukses:

1. Ikhlas dalam mengajar

Hal itu karena mengajar adalah ibadah sehingga membutuhkan keikhlasan agar amal kita ini diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kemudian keikhlasan menjadikan semua pekerjaan kita menjadi ringan, karena setiap usaha dan kerja keras yang kita lakukan hanya untuk Allah, dan untuk mendapatkan surga-Nya. Kita pun yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mencatat segala kebaikan yang kita lakukan. Ini semua, sungguh merubah tugas berat yang kita ampu menjadi sangat ringan In sya Allah.

2. Menguasai materi yang disampaikan

Imam al-Bukhari dalam kitab shahihnya mencantumkan satu bab dengan judul (باب العلم قبل القول والعمل) ini adalah bab ilmu sebelum berucap dan beramal, orang arab dahulu berkata (فاقد الشيء لا يعطيه) orang yang tidak memiliki bagaimana dia bisa memberi.

Jadi seorang guru wajib mempersiapkan diri untuk materi yang akan ia sampaikan, ingat! setiap materi yang kita sampaikan akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah subhanahu wa ta’ala di hari akhir. Orang tua pun sebagai seorang guru, dia harus membaca dan bertanya, dia pun wajib belajar.

3. Penuh kasih sayang kepada murid-muridnya.

Para ulama dahulu senantiasa mengawali kitab dengan kata-kata “Ketahuilah, semoga Allah merahmatimu”, demikian pula hadits yang senantiasa pertama kali disampaikan oleh seorang guru kepada muridnya adalah hadits berikut ini:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang yang senantiasa menyayangi akan disayangi oleh Allah, kasihilah penghuni bumi niscaya yang di langit akan menyayangi kalian.”[1]

Diantara faidahnya adalah bahwa seorang guru mesti memiliki sifat kasih sayang kepada murid-muridnya.

4. Senantiasa Berlaku Adil

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,” (QS. An-Nahl [16]: 90)

Jadi keadilan merupakan kewajiban karena disini Allah berfirman

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil”

Bahkan kepada anak-anak kita harus berlaku adil.

Seorang shahabat an-Nu’man bin Basyir bercerita, bahwa bapaknya memberikan setengah harta miliknya (kepada an-Nu’man bin Basyir), lalu ibuku Amrah binti Rawahah berkata, “Aku tidak ridho sehingga engkau menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai saksi”[2], akhirnya bapakku pergi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjadi saksi atas shadaqah yang diberikannya kepadaku.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya pa bapak an-Nu’man bin Basyir: “Apakah engkau melakukan hal itu kepada seluruh anakmu?” jawabnya: “Tidak”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bertakwalah kalian kepada Allah dan berlakuk adillah kepada anak-anak kalian”. Akhirnya orang tuaku mengembalikan shadaqah tersebut. (HR. Muslim no.4267)

Ini adalah perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar kita berlaku adil kepada anak-anak kitra. Demikian pula seorang guru agar berlaku adil pada murid-murid nya.

Para pendengar yang dimuliakan oleh oleh Allah subhanahu wa ta’ala, ini di antara sifat seorang guru yang sukses, dan ini diantara sifat-sifat pokok yang sangat penting.

Semoga sedikit materi yang saya sampaikan ini bermanfaat untuk kita semuanya, dan kita betul-betul bisa menjadi seorang guru bagi anak-anak kita

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

________________________________________
[1] Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya
[2] Tidak ridha setelah harta diberikan pada an-Nu’man bin Basyir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *