Home > Belajar Islam > Pendidikan Anak > Orang Tua Sebagai Teladan Utama Bagi Anak-Anaknya

Orang Tua Sebagai Teladan Utama Bagi Anak-Anaknya

🌍 Belajar Islam
🎙 Ustadz Beni Sarbeni حفظه لله تعالى
📗 Pendidikan Anak
〰〰〰〰〰〰〰

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه وَمَنْ وَالاَهُ أمَّا بعد

Saudara sekalian yang semoga dimuliakan oleh Allah rabbul ‘alamin, materi kali ini saya beri judul: Orang Tua adalah Tauladan Utama.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, demikianlah pepatah dalam bahasa kita. Orang tua adalah Tauladan utama bagi anak-anaknya, prilaku dan model Pendidikan mereka menempati posisi penting dalam pembentukan akhlaq anak-anak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan hal itu dalam sabdanya:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”[1]

Jadi, orang tua adalah sebab sehingga seorang anak menjadi Yahudi, menjadi Nasroni atau Majusi. Hadits ini memberikan faidah penting tentang peran kedua orang tua.

Seorang anak tidak meniru seseorang sebagaimana ia meniru bapak dan ibunya. Maka orang tua mesti berfikir matang dalam setiap prilaku yang ia lakukan, karena di belakangnya ada anak-anak yang sangat ia harapkan sebagai simpanan dunia dan akhiratnya kelak.

Para orang tua yang dimulikan oleh Allah, anak-anak bagaikan tepung, yang dibentuk oleh orang tua sesuai dengan keinginan mereka, maka orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas prilaku mereka kelak.

Diungkapkan dalam syair, sebagaimana pernah saya sampaikan sebelumnya:

وَينَشْأُ نَاشِئُ الْفِتْيَانِ مِنَّا … عَلَى مَا كَانَ عَوَّدَهُ أَبُوْهُ

“Seorang pemuda akan tumbuh, dengan sesuatu yang dahulu dibiasakan oleh orang tuanya.”

Bersyukurlah ketika seorang bapak biasa shalat tepat waktu dengan berjamaah, yang dengannya anaknya pun mengikutinya, anak itu ingin memakai sarung seperti yang dikenakan oleh bapaknya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha [20]: 132)

Bersyukur pula seorang ibu yang lisannya senantiasa membaca al-Qur’an dan berdzikir, anak-anaknya pun mengikutinya, bahkan si kecil meraih mushaf di tangan ibunya, ia pun berusaha menggerak-gerakan lisan meniru lisan ibunya.

Sebaliknya, ketika bapaknya perokok maka anaknya pun demikian. Ia meniru bapaknya merokok, maka hendaklah orang tuanya itu segera bertaubat dan meninggalkan rokok.

وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

“Janganlah kalian melemparkan diri kalian dengan tangan-tangan kalian kepada kerusakan!” (QS. Al Baqarah [2]: 195)

Ketika ibunya biasa memperbincangkan orang lain (gibah), maka anak-anaknya pun akan meniru prilaku ibunya, maka segeralah bertaubat!.

Jadi orang tua adalah teladan utama bagi anak-anaknya, semoga sedikit yang saya sampaikan bermanfaat dan mengingatkan kita semuanya.

Akhukum fillah,
Abu Sumayyah Beni Sarbeni
________________________________________
[1] Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (1385), Muslim (2658)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *