Home > Bimbingan Islam > Tematik > Nikmat Pernikahan

Nikmat Pernikahan

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A.
📗 Kajian Tematik
〰〰〰〰〰〰〰

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menggambarkan suatu nikmat yang besar kepada manusia.

Tatkala mereka diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dilengkapi dengan segala fasilitas kebutuhan mereķa di dunia ini, salah satu nikmat yang besar adalah nikmat pernikahan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan di dalam surat Ar-rum yang berbunyi:

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

“Di antara bukti-bukti kebesaran Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Allāh menciptakan dari diri kalian pasangan bagi kalian agar kalian tenang kepadanya, dan dijadikan di antara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berpikir.”

(QS. Ar-rum: 21)

Pada ayat ini terdapat tanda-tanda kebesaran bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir, salah satunya adalah adanya proses pernikahan.

Proses pernikahan yang di alami oleh manusia
kemudian dengan adanya proses pernikahan itu terjalin kasih sayang dari dua insan secara khusus, dan terjalin pula jalinan kasih sayang secara keluarga besar dari kedua insan tersebut.

Maka tujuannya jelas agar terjalin kasih sayang, mawaddah wa rahmah di antara dua orang ini dan keluarga-keluarganya.

Dan tidak akan tercapai tujuan ini, kalau kita tidak menghayati dan mendalami tujuan, visi dan misi sebuah pernikahan.

Untuk terciptanya rasa kasih sayang Allāh tegakkan surat An-Nissā.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ

“Dan gaulilah istrimu dengan baik.”

Ini adalah perintah Allāh kepada para suami.

فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا

“Jika kamu tidak menyukai salah satu sifat pada istrimu (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”

(QS. An-Nissā: 19)

Hal ini juga ditegaskan dalam hadīts yang diriwayatkan oleh Muslim.

لا يَفْرَكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin selalu tergesa-gesa, memarahi, menyesali, membenci seorang mukmin perempuan. Jika dia tidak suka salah satu akhlak dari wanita tersebut (istrinya), maka bisa jadi ia ridha (senang) dengan akhlak yang lain.”

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1469)

Kita sebagai manusia pasti tidak ada yang sempurna, tidak ada yang namanya kelengkapan, mungkin ada khilaf dan salah (pasti), dan itu adalah suatu hal yang biasa dalam kehidupan kita.

Dalam menghadapi kondisi itu perlu ada dua sifat, yaitu:

⑴ Sabar.
⑵ Pemaaf.

Itu saja solusinya yaitu sabar dan pemaaf.

Oleh sebab itu dalam keluarga, baik calon mempelai berdua atau pun kedua keluarga besar, harus mengingat dua sifat ini.

⑴ Tidak ada di antara kita yang tidak akan lepas dari kesalahan dan khilaf namun Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memberikan solusi yaitu sabar dan pemaaf.

Jika seorang suami salah maka seorang istri harus bersabar dan memberikan maaf begitu pun sebaliknya.

Banyak sekali hadīts-hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bicara tentang ini, di antaranya:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku.”

(Hadīts shahīh riwayat At-Tirmidzī nomor
3895 dan Ibnu Majah nomor 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbās. Dan dishahīhkan oleh Al-Albaniy dalam Ash Shahīhah nomor 285)

Ini bagi para suami, untuk para istri adalah:

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah menjelaskan bahwa wanita pilihan itu dinikahi karena agamanya.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

(Hadīts riwayat Al-Bukhari6 nomor 5090)

Oleh karena itu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memotivasi, bagaimana seorang wanita menjadi seorang istri yang dicintai oleh suami dan dia adalah perhiasan dunia yang paling berharga dari semua perhiasan dunia ini.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1467)

Sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah bukan harta atau yang lainnya. Jadi wanita shalihah adalah perhiasan yang paling berharga dan paling mahal harganya di dunia ini.

Artinya ini adalah motivasi yang diberikan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk para wanita agar mereka menjadi wanita-wanita shahihah.

Siapakah wanita shalihah itu?

Wanita shalihah adalah wanita yang melaksanakan kewajibannya kepada Allāh, Tuhan yang telah menciptakannya serta melaksanakan kewajiban kepada suaminya.

Ini adalah standar untuk menjadi wanita shalihah, standar untuk menjadi wanita shalihah tidak banyak dan tidak berat.

Oleh sebab itu jika sebuah keluarga dilandasi oleh ketakwaan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, in syā Allāh semua masalah akan mudah dihadapi.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۞ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allāh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

(QS. Ath Thalaq: 2-3)

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًۭا

“Dan barang-siapa yang bertakwa kepada Allāh, niscaya Allāh menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”

(QS. Ath Thalaq: 4)

Wallāhu Ta’āla A’lam

___________

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *