Home > Bimbingan Islam > Tematik > Kenapa Allāh Tabāraka wa Ta’āla memberikan kita kebenaran (keyakinan) untuk kita kejar?

Kenapa Allāh Tabāraka wa Ta’āla memberikan kita kebenaran (keyakinan) untuk kita kejar?

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
📗 Kajian Tematik
〰〰〰〰〰〰〰

Hikmah di balik semua ini, bahwa Allāh Tabāraka wa Ta’āla menjanjikan sesuatu yang real (sesuatu yang nyata).

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ

Apa yang Allāh ceritakan ini adalah sesuatu yang benar-benar nyata (haq), yang benar-benar haqqul yaqīn (benar-benar nyata) dan tidak ada dustanya.

Sehingga ketika seorang muslim mengejar itu, dia mengejar haqā’iq, ketika pikiran seorang muslim;

√ Allāh isi dengan surga, neraka.
√ Allāh isi dengan padang mahsyar.
√ Allāh isi dengan hari berhisab.
√ Allāh isi dengan alam kubur dan apa yang terjadi di sana, apa yang akan anda lalui di sana.

Semua ini haqā’iq, semua ini kebenaran yang nyata, kebenaran yang real, haqqul yaqīn (yang sebenar-benar yaqīn), tidak ada keraguan di dalamnya  لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ.

Oleh karena itu berulang-ulang di dalam Al-Qur’ān, Allāh mengatakan:

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ

“Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.”

(QS. Al-Waqi’ah: 95)

Dan ayat-ayat semisalnya.

Ini adalah sesuatu yang benar-benar akan terjadi, sesuatu yang yakin, yang benar-benar yakin melebihi ilmu al-yaqīn dan melebihi ainul yaqīn, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama haqqul yaqīn di atas ilmu yaqīn dan ainul yaqīn.

Para ulama mengatakan, “Apabila anda diberi tahu tentang sebuah danau yang indah, yang airnya sangat tawar dan anda yakin bahwa ada danau seperti itu (seperti yang di gambarkan, seperti yang diceritakan), maka anda sampai pada ilmu al-yaqīn.

Kemudian ketika anda, saudaraku, saudariku kaum muslimin dan muslimat.

Sampai ke tempat tersebut, sampai ke danau yang di ceritakan itu dan anda melihat keindahan yang luar biasa daripada danau itu, dan anda melihat air yang diceritakan tentang rasanya yang tawar luar biasa, nikmat untuk penghapus dahaga.

Anda telah melihat dengan mata anda, maka ini di sebut dengan ainul yaqīn, dan itu lebih dari sekedar ilmu al-yaqīn.

Dan ketika anda turun ke danau itu dan berada langsung ditengah-tengah keindahan itu dan hendak turun ke danau tersebut ke dekat airnya yang di sebut, dan kemudian anda menikmati airnya dan anda merasakan dengan lisan anda sendiri dengan mulut anda sendiri anda merasakan tawarnya yang diceritakan oleh manusia, maka itu di sebut dengan haqqul yaqīn, maka dia di atas ilmu al-yaqīn dan di atas ainul yaqīn.”

Allāh ketika berbicara akhirat, berbicara tentang apa yang terjadi di akhirat, berbicara tentang surga, neraka dan ganjaran.

Allāh katakan:

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ

“Semua ini adalah haqqul yaqīn.”

Yakni tingkatan melebihi ilmu yaqīn, melebihi ainul yaqīn.

√ Ini benar-benar nyata, saudaraku.
√ Ini benar-benar real.
√ Ini benar-benar terjadi.

Apa yang Allāh sampaikan kepada kalian itu apa adanya, bukan alamul khayal.

Oleh karena itu seorang muslim tidak berada di dalam dunia khayalan, apa yang dia lakukan sekarang bertungku serumus untuk mencari ridha Allāh, bertungku serumus untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kebaikan.

Itu bukan hanyut karena alam khayalnya, dia menuju sesuatu yang hakiki, yang hakikat, yang luar biasa, benar-benar ada (nyata), dan kita tidak boleh ragu dalam hal ini.

Allāh Tabāraka wa Ta’āla asdaqul qāilin.

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلًۭا

“Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?”

(QS. An-Nissā: 122)

__________

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *