Home > Bimbingan Islam > Tematik > Kematian Adalah Sebuah Kepastian

Kematian Adalah Sebuah Kepastian

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A.
📗 Kajian Tematik
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و اصحابه ومن والاه ،ولا حول ولاقوة إلا بالله أما بعد

Kematian, sebuah kepastian yang tidak bisa kita hindari. Di zaman kita ini, apalagi yang dikatakan kematian mendadak sangat banyak dan menimpa di sekitar kita.

Ada karena pesawat jatuh, ada karena tertabrak tanpa terduga, ada karena tanah longsor, ada karena mendadak tsunami dan sebab yang lainnya.

Dan yang tidak terkena bencanapun, kita pasti akan mengalami kematian, cepat atau lambat.

Yang menjadi masalah bahwa kematian itu bukan akhir segala-galanya, tapi kematian justru pintu gerbang yang mengantarkan kita kepada kehidupan yang sebenarnya (kehidupan selamanya) yang tidak akan ada lagi kehidupan setelah itu. Maka dikatakan: ٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِر .

Oleh karena itu kita harus persiapkan dan menjadi sebab utama kita semangat (bersiap-siap).

Resep yang Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sampaikan:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”

(Hadīts riwayat Ibnu Mājah, nomor 4.258, At Tirmidzī, An Nassai, Ahmad)

Mengingat kematian bukan menghasilkan sikap hidup yang pesimis, kemudian sikap hidup yang tidak produktif, ini kekeliruan besar. Pemikiran seperti ini muncul, dia seakan-akan tidak percaya dengan kehidupan setelah kematian.

Adapun bagi orang yang mereka memiliki keyakinan tentang kehidupan setelah mati, justru mengingat kematian akan menghasilkan tenaga berlipat-lipat untuk extra produktif.

Al Imam Ad Daqāh, beliau mengatakan:

من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة

“Barangsiapa yang dia banyak mengingat kematian, Allāh akan muliakan dia dengan 3 (tiga) hal, yaitu:

نشاط العبادة

⑴ Semangat dalam beribadah.

Karena dia tahu bahwa kematian datang mendadak, kemudian tidak bisa konpromi. Dan setelah mati satu-satunya yang bermanfaat hanyalah bekal amal.

Harta dan semua aset dunia akan dia tinggalkan (tidak berguna lagi), maka dia akan semangat beramal. Sewaktu-waktu mati dia siap untuk menghadap Allāh Ta’āla.

سرع التوبة

⑵ Cepatnya dia bertaubat.

Dia tahu persis kematian datang mendadak, tanpa pemberitahuan dan tidak ada alamat-alamat yang jelas. Sehingga ketika dia tergelincir dalam sebuah perbuatan maksiat atau penyimpangan, dia sadar sepenuhnya. Jangan sampai dia mati dalam kondisi belum bertaubat. Maka ini akan mendorong seseorang untuk segera dia bertaubat.

قناعة القلب

⑶ Hatinya qana’ah.

Hatinya akan qana’ah, dalam urusan dunia dia akan qana’ah, mencukupkan dengan apa yang Allāh berikan. Dia tidak akan rakus dan terdorong untuk mencari dengan cara yang haram.

Kenapa?

Karena bagaimana pun rakusnya dia tentang dunia, seberapa banyaknya dunia dia kumpulkan, begitu kematian datang semua akan dia tinggalkan.

Apakah kita masih belum juga tersadarkan bahwa kematian itu suatu perkara yang mesti kita selalu perhatikan, kita waspadai. Karena kita pasti akan masuk kampung akhirat.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan taufiq kepada kita untuk selalu banyak mengingat kematian.

Jangan anda sangka, anda masih muda.
Jangan anda sangka, anda masih sehat.
Jangan anda sangka, anda masih kuat.

Kematian datang tanpa memilih milih, kadang yang sakit panjang umurnya, kadang sehat pendek umurnya.

Yang penting, siapkan diri anda untuk menyongsong kematian yang terbaik (husnul khātimah) dan mendapatkan Jannah yang diraih dengan dunia yang singkat, tapi ini menentukan.

Jangan spekulasi tentang hidup anda, tapi susunlah, programlah dengan terbaik.

Semoga Allāh memberikan taufiq kepada kita semuanya, semoga bermanfaat.

والصلاة على النبينا محمد وعلي اله وصحبه وسلم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

________

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *