Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 033: Surat Al-An’am Ayat 151-153 (13)

Halaqah 033: Surat Al-An’am Ayat 151-153 (13)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitab At-Tauhid
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولاحول ولاقوة إلا بالله, قال الله تعالى في كتاب الكريم, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Kemudian, Allāh menyebutkan:

لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Kami tidak membebani seorangpun kecuali dengan kemampuannya.”

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۖ

“Jika dikatakan kepada kalian, maka berlaku adillah kalian (hendaknya kalian tatkala berhukum, berhukumlah dengan adil) sekalipun hal tersebut menimpa kepada kerabat kita.”

Terkadang seseorang jika untuk orang lain dia bisa berlaku adil, akan tetapi untuk dirinya sendiri terkadang tidak bisa berlaku adil.

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memberikan kepada kita pernyataan, “Sesungguhnya jika Fāthimah bintu Muhammad mencuri, niscaya aku akan potong tangannya.”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah orang yang paling terdepan di dalam menegakkan keadilan.

وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون

“Dan dengan janji Allāh, hendaklah kalian memenuhinya. Yang demikian ini, Allāh wasiatkan kepada kalian agar kalian menjadi orang-orang yang mengingat.”

Seseorang diberi peringatan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla bahwa demikianlah seorang muslim, hendaknya ingat bahwasanya harta anak yatim bukanlah miliknya, harta anak yatim adalah milik anak yatim tersebut.

Tatkala kita menimbang atau tatkala kita menakar, maka Allāh pun mengingatkan kita.

Apa itu?

Hendaknya kita pun menakar dengan baik. Tatkala kita menimbang maka menimbanglah dengan baik.

لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak membebani suatu jiwa pun (suatu kaum) kecuali dengan kemampuannya.”

Di sinilah seorang muslim harus memahami bahwasanya salah satu perintah Allāh adalah:

وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ

Maka berlakulah adil.

Berlaku adil adalah perkara yang mulia sekalipun berat, karena bisa jadi hal tersebut ada pada saudara (kerabat) kita.

وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟

Dan dengan janji Allāh, hendaklah kalian memenuhinya.

Dalam ayat lain Allāh menyebutkan:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.”

(QS Al Maidāh:1)

Banyak tempat Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan kepada kita suatu pernyataan agar kita menepati janji, dan seorang muslim hendaknya senantiasa menjadi muslim yang sejati yaitu dengan melaksanakan apa yang menjadi perintah Allāh. Dan di antara perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah seseorang hendaknya menegakkan janjinya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan di dalam surat Al Maidāh ayat pertama:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji kalian.”

Kita berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memudahkan kita semua untuk bisa menepati janji, karena ini adalah wasiat Allāh yang dengannya kita diingatkan.

نكتفي بهذا القدر
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
___

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top