Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 22 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 10) Al Isti’dzah

Halaqah 22 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 10) Al Isti’dzah

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ke-22 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

• MENGENAL ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Kemudian beliau mengatakan:

ودليل الإستعاذة قوله تعالى: { قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ}،{ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ}

• Dalīl Al Isti’ādzah(الإستعاذة):

Yang dimaksud dengan Al Isti’ādzah (الإستعاذة) adalah memohon perlindungan.

Dalīl bahwasanya isti’ādzah adalah ibadah adalah firman Allāh:

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

“Katakanlah, aku berlindung dengan Rabb Nya waktu Shubuh.”

(QS. Al-Falaq: 1)

Juga firman Allāh:

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

“Katakanlah, aku berlindung dengan Rabb Nya manusia.”

(QS. An-Nās: 1)

Ini menunjukkan bahwasanya isti’ādzah adalah termasuk ibadah, karena di dalam dua ayat yang mulia ini (Al Falaq dan An Nās) Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam diperintahkan untuk mengatakan, أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ (aku berlindung dengan Rabb Nya waktu Shubuh) yaitu Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan beliau diperintahkan didalam surat An Nās, أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (katakanlah aku berlindung dengan Rabb nya manusia) yaitu Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dua surat ini, dalīl bahwasanya al isti’ādzah hanya boleh diperuntukkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, karena ditangannyalah kebaikan dan juga kejelekan.

Apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka tidak ada yang bisa menolak dan mencegahnya dari hamba tersebut.

Dan apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla menghendaki kejelekan bagi seorang hamba maka tidak ada yang bisa mencegahnya siapapun dia, Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dia lah yang memberikan manfaat dan juga mudharat.

Tidak boleh seorang hamba memohon perlindungan dari kejelekan kepada selain Allāh.

Siapapun dia, kalau dia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla bagaimanapun kedudukannya di sisi manusia maka tidak boleh kita beristi’ādzah kepada makhluk tersebut, baik seorang nabi atau seorang malāikat atau makhluk yang lebih rendah kedudukannya daripada nabi dan juga malāikat.

⇒ Tidak boleh seorang hamba beristi’ādzah kepada selain Allāh.

Seperti seseorang yang beristi’ādzah kepada jinn, memohon perlindungan kepada jinn dari kejelekan jinn yang lain maka ini diharamkan didalam Islām.

Jinn adalah makhluk yang diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla demikian pula seperti manusia tujuan diciptakan agar beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan dia adalah makhluk yang lemah.

Tidak boleh seseorang ketika melewati sebuah tempat atau memiliki rumah baru, berlindung kepada jinn (meminta perlindungan kepada jinn atau raja jinn dari kejelekan jinn yang lain) yang wajib adalah meminta perlindungan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Karena Dialah (Allāh Subhānahu wa Ta’āla) yang akan melindungi hambanya, oleh karena itu diantara petunjuk Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila kita menempati sebuah tempat yang baru atau melewati sebuah tempat dan bersinggah disitu membaca do’a yang diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam yaitu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allāh yang sempurna”

Dan ini termasuk berlindung dengan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta’āla, karena kalimat-kalimat Allāh adalah kalamullāh, dan kalamullāh adalah sifat Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Apabila seseorang membaca do’a ini sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang membaca do’a ini, maka tidak akan dimudharati oleh sesuatu apapun s

ampai dia meninggalkan tempat tersebut”

Itulah yang bisa kita sampaikan.

Wallāhu Ta’āla A’lam.

وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top