Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 20 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 08)

Halaqah 20 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 08)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

• MENGENAL ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Beliau mengatakan:

ودليل الرّغبة و الرّهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ… }

• Dalīl Raghbah (الرّغبة) Rahbah (الرّهبة) dan Khusyū’ (الخشوع)

Dan dalīl bahwasanya raghbah (الرّغبة), rahbah (الرّهبة) dan khusyū’ (الخشوع) adalah termasuk ibadah, adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka (orang-orang yang shālih) mereka senantiasa berlomba-lomba dan bersegera untuk melakukan kebaikan dan mereka berdo’a kepada kami dalam keadaan raghabban dan juga rahabban dan mereka khusyū’ terhadap kami.”

(QS. Al Anbiyyā’: 90)

√ Raghbah (الرّغبة) maknanya dekat dengan ar rajā’ (الرّجاء) yaitu rasa mengharap, akan tetapi raghbah (الرّغبة) disini adalah (maksudnya) rasa rajā’ yang sangat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

√ Rahbah (الرّهبة) adalah kesungguhan didalam rasa takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

√ Khusyū’ (الخشوع) yaitu seseorang tenang (khusyu’) kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, maka ini termasuk sifat-sifat orang-orang yang shālih.

Seseorang ketika berdo’a kepada Allāh (beribadah kepada Allāh) diantara Raghbah (الرّغبة) dan Rahbah (الرّهبة) mengharap rahmat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan ibadah tersebut, dan dia takut apabila tidak diterima ibadahnya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ

Dan mereka adalah orang-orang yang khusyū'(الخشوع) Allāh Subhānahu wa Ta’āla

Khusyū’ (الخشوع) termasuk ibadah yang harus kita serahkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tidak boleh seseorang khusyū’ kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla karena sebagian kita lihat khusyū’ kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Ketika berada didepan kuburan, di depan orang shālih yang dia agungkan, dia dalam keadaan khusyū’ sebagaimana dia di depan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Khusyū’ kepada makhluk (kepada selain Allāh) sebagaimana dia khusyū’ kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, maka perbuatan seperti ini adalah tidak diperbolehkan.

Khusyū’ (الخشوع) adalah ibadah yang tidak boleh kita serahkan kecuali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

ودليل الخشية قوله تعالى: {فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ.. }

• Dalīl Al Khasyyah (الخشية)

Dan dalīl tentang Al khasyyah (الخشية) adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ

Yang dimaksud dengan khasyyah (الخشية) adalah rasa takut, akan tetapi rasa takut yang lebih khusus.

Para ulamā menyebutkan al khasyyah (الخشية)
adalah rasa takut yang didasari oleh ilmu.

Rasa takut ada dua, yaitu ;

⑴ Takut apabila tidak didasari oleh sebab (tidak didasari oleh ilmu) maka dinamakan dengan khauf (الخوف)

⑵ Takut didasari oleh ilmu maka dinamakan khasyyah (الخشية).

Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan didalam Al Qur’ān (memuji para ulamā) yang mereka adalah orang-orang yang berilmu.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ…..

“Sesungguhnya yang takut kepada Allāh di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulamā.”

(QS. Fāthir: 28)

Yang memiliki sifat khasyyah (الخشية) adalah para ulamā, kenapa demikian karena mereka takut kepada Allāh dengan ilmunya, didasari dengan ilmu yang Allāh berikan kepada mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mengatakan إِنَّمَا يخوف ٱل

لَّهَ من عباده ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ tetapi Allāh mengatakan إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ.

Karena mereka tahu nama-nama Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mereka mengenal sifat-sifat Allāh, yang Allāh kabarkan didalam Al Qur’ān maupun lisan Nabi Nya didalam hadīts.

Ilmu yang mereka miliki menjadikan mereka khasyyah (الخشية) kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dalīl bahwasanya khasyyah (الخشية) adalah ibadah, adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang artinya:

….. فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَٱخۡشَوۡنِی…

“Janganlah kalian takut kepada mereka dan hendaklah kalian takut kepada Ku.”

(QS. Al Baqarah: 150)

Ucapan Allāh Subhānahu wa Ta’āla وَٱخۡشَوۡنِی (hendaklah kalian takut kepadaku) menunjukkan bahwasanya khasyyah (الخشية) ini termasuk ibadah (karena diperintahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla).

Kemudian beliau mengatakan:

ودليل الإنابة قوله تعالى: {وَأَنِيبُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا۟ لَهُ… }

• Dalīl Inābah (الإنابة)

Dan dalīl bahwasanya inābah (الإنابة) adalah termasuk ibadah، adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

وَأَنِيبُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا۟ لَهُ…

“Dan hendaklah kalian berinābah kepada Allāh, kepada Rabb kalian, dan hendaklah kalian menyerahkan diri kalian kepada Allāh.”

(QS. Az Zummar: 54)

Yang dimaksud dengan inābah (الإنابة) adalah kembali, kita diperintahkan untuk berinābah kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Apabila seseorang suatu saat lupa kepada Allāh, maka hendaklah dia segera ingat dan kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Ketika dia merasa menjauh dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan melanggar perintahnya, melakukan apa yang di larangan, (diharamkan) dan ini adalah termasuk bentuk penjauhan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka kita diperintahkan untuk inābah (الإنابة) kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

Wallāhu Ta’āla A’lam.

وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

1 komentar untuk “Halaqah 20 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 08)”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top