Halaqah 67 | Pembahasan QS. Al-Jinn: 7

Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-66 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauḥīd alladzhī huwa ḥaqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muḥammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī raḥimahullāh.

Masuk kita pada bab yang ke-13

بابٌ مِنَ الشِّرْكِ الِاسْتِعَاذَةُ بِغَيْرِ اللهِ

Bab termasuk kesyirikan adalah meminta perlindungan kepada selain Allāh.

Kemudian di sini beliau mendatangkan satu ayat dan juga satu hadits yang menunjukkan tentang wajibnya isti’ādzah kepada Allāh dan bahwasanya isti’ādzah kepada selain Allāh ini adalah perbuatan syirik. Bahkan dia adalah termasuk syirik yang besar.

وَقَوْلِ اللهِ تَعَالَى: وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٞ مِّنَ ٱلۡإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٖ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَزَادُوهُمۡ رَهَقٗا

Dan juga firman Allāh, “Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia berlindung kepada sebagian laki-laki dari kalangan jin.”

Ayat ini menceritakan tentang apa yang terjadi di zaman jahiliyah. Disebutkan oleh Allāh dalam Surah Al-Jinn, di mana sebagian jin menceritakan apa yang terjadi di alam mereka. Mereka mendengar Al-Qur’an. Kemudian ada di antara mereka yang menyekutukan Allāh, ada di antara mereka yang shalih, ada di antara mereka yang tidak shalih, ada di antara mereka yang muslim, dan ada di antara mereka yang kafir. Mereka menceritakan yang demikian. Di antara yang mereka ceritakan adalah bahwa ada sebagian laki-laki dari kalangan manusia yang mereka meminta perlindungan kepada sebagian laki-laki dari kalangan jin.

Di zaman jahiliyah, dan mungkin sebagian orang sampai sekarang masih ada yang melakukan, orang-orang musyrikin apabila mereka melewati sebuah lembah atau sebuah hutan, dan kita tahu bahwasanya di daerah-daerah tersebut banyak jin, setiap daerah yang jauh dari dzikrullāh, di atas gunung, di tengah laut, banyak jin yang mereka tinggal di sana. Ketika melewati lembah tersebut atau gunung tersebut, maka dia berlindung kepada pemimpin jin yang ada di daerah tersebut.

Dia mengatakan, “Aku berlindung kepada pemimpin jin yang ada di tempat ini dari kejelekan jin-jin yang dia pimpin atau pasukannya.” Jadi meminta perlindungan kepada sayyidul jin, kepada jin yang menjadi pemimpin di daerah tersebut. Ini diceritakan oleh jin sendiri bahwasanya sebagian manusia ada yang melakukan demikian. Dan mereka, yaitu jin-jin yang bercerita tadi, adalah jin-jin muslim.

فَزَادُوهُمۡ رَهَقٗا

Maka mereka ini, yaitu jin-jin tadi, menambah kepada manusia-manusia tadi رَهَقًا. Makna رَهَقًا adalah خَوْفًا, yaitu rasa takut. Artinya ketika jin-jin tadi melihat manusia-manusia dalam keadaan takut, kemudian mereka meminta perlindungan kepada jin, justru oleh jin-jin tadi dibuat menjadi lebih takut. Ketika mereka melihat manusia tadi dalam keadaan takut, justru semakin ditambah rasa takutnya, semakin ditakut-takuti. Mungkin dinampakkan dan seterusnya, atau mereka mendengar suara, dan seterusnya. Sebagai hukuman dari Allāh bagi orang yang takut kepada selain Allāh. Dijadikan mereka semakin takut.

Dan ada yang menafsirkan bahwasanya رَهَقًا di sini adalah إِثْمًا, yaitu dosa. Dan ini adalah tafsir yang benar juga. Jin-jin tadi menambah kepada manusia tadi dosa, karena semakin dia ditakut-takuti, maka akan semakin takut kepada selain Allāh dan semakin banyak dosanya.

Mereka pun menambah, yaitu jin-jin tadi, kepada manusia-manusia yang meminta perlindungan kepada mereka رَهَقًا, yaitu rasa takut ataupun dosa.

Ini menunjukkan tentang salahnya perbuatan tersebut. Buktinya, perbuatan itu menambah rasa takut, dan ini adalah hukuman bagi mereka. Buktinya juga mereka menambah dosa. Berarti meminta perlindungan kepada jin ini adalah perbuatan dosa. Bahkan dia termasuk syirik yang besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam.

Jadi seorang muslim bukan berlindung kepada sayyidul jin. Itu adalah perbuatan orang-orang musyrikin. Seorang muslim meminta perlindungan kepada Allāh yang menciptakan semuanya, yang menciptakan jin itu semuanya, baik pemukanya maupun pasukannya, petingginya maupun bawahannya. Meminta perlindungan kepada Allāh.

Maka orang yang meminta perlindungan kepada Allāh dengan kesungguhan dan dengan keyakinan, Allāh ﷻ akan memberikan perlindungan kepadanya. Dan kalau Allāh ﷻ yang melindungi, siapa yang bisa memberikan mudharat?

Meskipun kita tidak melihat jin, tidak melihat di mana mereka berada, tetapi ketika kita berlindung kepada Allāh dari kejelekan mereka, Allāh yang akan melindungi kita. Mereka mau menggoda dari arah mana saja, dari depan, dari belakang, lewat mimpi ataupun di dunia nyata, mereka tidak akan bisa apabila Allāh ﷻ sudah melindungi seseorang.

Maka ini menunjukkan bahwasanya isti’ādzah kepada selain Allāh adalah termasuk dosa bahkan dia termasuk kesyirikan. Dan kewajiban seorang muslim adalah beristi’ādzah hanya kepada Allāh.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top