Halaqah 142 | Alam Kubur Merupakan Taman Surga Atau Jurang Neraka

Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-142 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.

Beliau mengatakan rahimahullāh

وَالقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجنَّةِ، أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النِّيرَانِ

Beliau berbicara tentang masalah Al-Qabr. Karena sebelumnya beliau berbicara tentang adzab kubur bagi orang yang memang berhak untuk mendapatkan adzab kubur, dan beliau berbicara tentang masalah fitnah kubur, dan bahwasannya Ahlus Sunnah beriman dengan fitnah kubur.

Maka di sini beliau raḥimahullāhu mengatakan bahwasanya kuburan ini adalah taman di antara taman-taman Surga, atau dia adalah lubang di antara lubang-lubang Neraka.

Dia adalah taman di antara taman-taman Surga bagi orang yang memang berhak untuk mendapatkan kenikmatan tersebut, di antara orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang beriman. Maka kuburan adalah taman di antara taman-taman Surga.  Atau dia adalah lubang di antara lubang-lubang Neraka bagi orang yang berhak untuk mendapatkannya.

Wa Allāhu Taʿālā Aʿlam, ini adalah penguatan dari ucapan beliau sebelumnya tentang adanya adzab kubur.

وَبِعَذَابِ القَبْرِ لِمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلًا

Dan kami yaitu Ahlus Sunnah beriman dengan adzab kubur bagi orang yang memang berhak untuk mendapatkan adzab tersebut, bagaimanapun cara dia meninggal dunia.

Ucapan beliau aw ḥufratun min ḥufarin-nār — ini adalah tambahan penjelasan, penekanan bahwa alam kubur itu bisa menjadi lubang di antara lubang-lubang Neraka, yaitu akan ada di sana adzab kubur bagi orang yang berhak untuk mendapatkan.

Ditambah lagi di sini, ketika beliau mengatakan wal-qabru rawḍatun min riyāḍil-jannah, isyarat tentang adanya fitnah kubur. Berarti di sana ada adzab kubur, di sana ada min naʿīmil-qabr, kenikmatan kubur, kemudian di sana ada fitnatu al-qabr.

Ibarat atau ungkapan

وَالقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجنَّةِ، أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النِّيرَانِ

ini diambil dari sebuah Hadits atau yang dinisbahkan kepada Nabi ﷺ, ada di dalam Sunan at-Tirmiżī, di mana Rasūlullāh ﷺ mengatakan:

إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ

Demikian lafadznya. Dan Al-Imām at-Tirmiżī, beliau mengatakan:

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Ini adalah hadits yang gharib. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari wajah (jalur) ini.

Syaikh al-Albānī raḥimahullāhu taʿālā, beliau menghukumi hadits ini dengan hadits yang ḍaʿīf, sebagaimana dalam Sunan at-Tirmiżī, bahkan beliau mengatakan ḍaʿīfun jiddan — sangat lemah. ʿAlā kulli ḥāl, yang bisa kita sampaikan di sini bahwasannya lafadz yang dibawakan oleh beliau raḥimahullāhu taʿālā ini ada di dalam sebuah hadits yang disandarkan kepada Nabi ﷺ, namun haditsnya adalah hadits yang ḍaʿīfun jiddan.

Cukuplah apa yang ada di dalam hadits al-Barā’ ibn ʿĀzib menggambarkan kepada kita tentang adanya niʿmat kubur, dan di sana ada adzab kubur, dan di sana ada fitnah kubur.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top