🌍 BimbinganIslam.com
🎙 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA حفظه لله تعالى
📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
〰〰〰〰〰〰〰
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد
Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.
In syā Allāh kita kembali melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.
Dan in syā Allāh kita masuk pada pembahasan:
▪︎ Beriman Kepada Yaumil Akhir ( الإيمان باليوم الآخر)
Yaumil akhir (اليوم الآخر) adalah :
يوم القيامة الذي يبعث الناس فبه للحساب و الجزاء
Hari qiyāmah yaitu saat manusia dibangkitkan menghadap Allāh Subhānahu wa Ta’āla dalam rangka untuk dihisab dan dibalas terhadap semua amal yang telah mereka lakukan selama mereka di dunia.
Dikatakan Al-Yaumul Akhir (اليوم الآخر) karena tidak ada hari setelah itu. Manusia menetap, apakah menetap di surga atau di neraka.
Beriman kepada yaumul akhir (اليوم الآخر) meliputi beberapa hal, di antaranya:
الإيمان بالبعث
⑴ Beriman kepada hari kebangkitan.
إحيلء الموتى حين ينفخ في الصور النفخة الثانية
Dihidupkannya kembali orang-orang yang sudah meninggal dunia (mayit) ketika tiupan sangkakala yang kedua. Karena tiupan sangkakala sebanyak dua kali.
Tiupan sangkakala yang pertama hancurnya alam semesta, itulah terjadinya kiamat.
Tiupan sangkakala yang kedua adalah saat manusia dibangkitkan dari kuburnya untuk menghadap Allāh Rabbul’ālamīn.
Dalam keadaan telanjang badan, dalam keadaan belum dikhitan, dalam keadaan mereka tidak beralas kaki, ini kondisi saat manusia dibangkitkan menghadap Allāh Ta’āla.
Sebagaimana Allāh sebutkan dalam ayat:
كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍۢ نُّعِيدُهُۥ
_”Sebagaimana Kami telah mengawali panciptaan maka akan Kami kembalikan pula manusia setelah kematiannya untuk dibangkitkan lagi._
وَعْدًا عَلَيْنَآ
_”tulah janji yang menjadi janji Allāh Subhānahu wa Ta’āla”_
إِنَّا كُنَّا فَـٰعِلِينَ
_Janji itu pasti akan Kami lakukan.”_
(QS. Al-Anbiyya: 104)
الإيمان بالبعث
Hari manusia dibangkitkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah perkara yang hak, perkara yang pasti terjadi, perkara yang benar ditunjukkan oleh kitab, sunnah dan ijma kaum muslimin.
Sebagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menegaskan di dalam ayat.
Allāh berfirman:
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ ۞ ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ
_”Kemudian setelah itu kalian akan mengalami kematian (benar-benar akan mati). Kemudian setelah kalian nanti mati, di hari kiamat kelak kalian pasti akan dibangkitkan oleh Allāh Ta’āla.”_
(QS. Al-Mu’minun : 15-16)
Nabi kita pun telah mengatakan juga dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Al-Bukhāri dan Muslim.
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
_’Manusia akan dibangkitkan, akan dikumpulkan menghadap Allāh pada hari kiamat kelak dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan dan belum dikhitan”_
Manusia akan dikumpulkan, akan dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan seperti itu. Dan telah menjadi hikmah Allāh Subhānahu wa Ta’āla dibangkitkannya manusia dari kematiannya dalam rangka menegakkan keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Seandainya tidak ada yaumil ba’ats (يوم البعث) maka sungguh akan banyak tersia-siakan hak-hak yang terjadi di antara manusia.
Maka Allāh tegasnya di dalam,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَـٰكُمْ عَبَثًۭا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
_”Apakah kalian menyangka bahwa Kami menciptakan kalian dalam keadaan sia-sia, tidak diperintahkan tidak dilarang?”_
(QS. Al-Mu’minun: 115)
Bahkan Allāh menciptakan kita dengan tujuan yang jelas, dalam rangka untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
“Dan Apakah kalian menyangka pula kalian tidak dikembalikan kepada-Ku?”
Bahkan manusia akan dikembalikan kepada Allāh untuk menerima semua balasan amal yang telah mereka lakukan di dunia.
Inilah makna yang Allāh sebutkan di dalam ayat,
وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًۭا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
_”Takutlah kalian akan datangnya hari saat kalian nanti dihimpun menghadap Allāh yang setiap jiwa pasti akan dibalas Allāh tanpa ada yang terzhalimi sama sekali.”_
(QS. Al-Baqarah: 281)
إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍۢ ۚ
_”Sesungguhnya Dzat yang telah mewajibkan kalian mengamalkan kandungan Al-Qur’ān, pasti Allāh akan mengembalikan kalian di hari kiamat kelak.”_
(QS. Al-Qashash: 85)
Ini yang pertama, beriman kepada yaumil akhir adalah mengimani yaumul ba’ats.
الإيمان بألخساب والجزاء
⑵ Mengimani balasan (hisab, rekapan amal, audit amal) dan pembalasan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Di mana hamba akan direkap amalannya, diaudit, kemudian setelah itu akan dibalas oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Di dalam banyak ayat Allāh mengatakan, di antaranya:
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ
_”Barangsiapa yang datang kepada Allāh dengan satu kebaikan, maka Allāh akan balas baginya sepuluh kali kebaikan”,_
Dan ini termasuk di antara kemurahan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, keutamaan Allāh setiap amal kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat.
وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا
_”Sedangkan kalau beramal buruk tidak dibalas kecuali hanya semisal keburukan tersebut”,_
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
_”Dan mereka tidak akan dizhalimi oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla”_
(QS. Al-An’ām: 160)
Allāh akan meletakkan timbangan keadilan dan keutamaan bahkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjelaskan pembalasan amal manusia itu akan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat, sampai lipatan yang tidak terhingga.
إن من هم بحسنة فعملها كتبها الله عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة
Orang yang mereka baru punya kerentek (niat) berbuat kebaikan, kemudian niat tersebut dia lakukan, dia wujudkan dalam bentuk perbuatan nyata. Allāh akan catat baginya sepuluh kali kebaikan sampai 700 kali lipat sampai lipatan yang tidak terhingga.
Adapun kalau orang tersebut berniat melakukan keburukan maka tidak dicatat kecuali satu keburukan semisalnya.
وإن من هم بسيئة فعملها كتبها الله سيئة واحدة
Adapun orang yang mempunyai kerentek (niat) berbuat buruk, lalu dia lakukan keburukan itu, tidak dicatat Allāh kecuali satu keburukan saja.
Ini termasuk di antara keutamaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla kepada umat ini. Sehingga semuanya akan ditanya Allāh, kita ditanya dan Rasul yang Allāh utus pun ditanya tentang perbuatan-perbuatan kita termasuk apa yang kita jawab tentang utusan Allāh, dan Rasulpun akan ditanya akan tugas mereka.
فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ
_”Pasti akan kami tanya, umat-umat yang telah diutus rasul-rasul, demikian pula Kami akan menanyai rasul-rasul Kami (para utusan) tentang tugas mereka menyampaikan risalah kepada manusia”_
(QS. Al-Arāf: 6)
الإيمان بالجنة و النار
⑶ Mengimani surga dan neraka.
Surga dengan segala keindahannya sebagai balasan untuk kaum mukminin dan neraka dengan segala kengeriannya, adzabnya , balasan untuk orang-orang yang kafir.
Termasuk di antaranya mengimani yaumul akhir di dalamnya juga mengimani nikmat dan adzab kubur.
*Iman kepada yaumul akhir ini akan membuahkan buah-buah yang sangat indah, di antaranya :*
① Orang yang mengimani yaumil akhir akan muncul semangat melakukan ketaatan. Dia akan semangat, termotivasi melakukan kebaikan dan ketaatan. Karena dia berharap pahala dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
② Dia akan takut melakukan perbuatan maksiat, karena dia khawatir akan dibalas Allāh keburukan tersebut dihadapan Allāh kelak.
Merupakan hiburan bagi seorang mukmin apa yang hilang di dunia pasti akan digantikan di akhirat. Sehingga ada harapan dia mendapatkan balasan yang sempurna di akhirat kelak.
Inilah di antara yang Allāh sebutkan, in syā Allāh kita sambung pada pembahasan berikutnya.
Terima kasih banyak, semoga bermanfaat.
و صلى الله عليه وسلم الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
________________

