🌍 BimbinganIslam.com
🎙 Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه لله تعالى
📗 Al ‘Arbain An Nawawiyyah
📝 Imām Nawawi ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
~~~~~~~
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
Para shahābat BiAS yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Alhamdulilāh, kita telah membahas di antara permasalahan al imānu billāh (rukun imān) yang pertama yaitu tentang tiga tauhīd.
Dan tauhīd yang pertama adalah tauhīd ar rubūbiyah.
Telah kita jelaskan kemarin dengan panjang lebar dan bentuk-bentuk penyimpangan dan kesyirikan serta kekufuran dalam tauhīd ar rubūbiyah.
Dan in syā Allāh pada kesempatan kali ini, kita akan bahas tentang tauhīd al ulūhiyah.
Bahwasannya di antara ke-Esaan Allāh dalam firman-Nya:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
_”Katakanlah Dia-lah Allāh yang maha Esa.”_
(QS Al Ikhlās: 1)
إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
_”Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha Esa.”_
(QS Al Baqarah: 163)
Di antaranya Allāh Maha Esa dalam ulūhiyah-Nya, artinya tidak ada yang boleh disembah kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
√ Tatkala Allāh satu-satunya pencipta,
√ Tatkala Allāh satu-satunya yang menguasai alam semesta ini,
√ Tatkala Allāh satu-satunya yang mengatur alam semesta ini.
Maka hanya Dia (Allāh) saja yang berhak untuk disembah.
Jika ada penyembahan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla, maka itu merupakan bentuk kesyirikan, mengambil syarikat untuk menandingi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Dan itulah makna dari kalimat: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ yang artinya: Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Dan itulah konsekuensi dari ikrar kita yang kita ucapkan setiap hari dalam shalāt kita ketika kita membaca Al Fāthihah.
Kita mengatakan: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ.
“Iyyāka na’bud (إِيَّاكَ نَعْبُدُ)” artinya dalam bahasa Arab adalah: Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah.
Karena dalam bahasa Arab tatkala objek didahulukan penyebutannya daripada predikat maka memberikan faedah “hasr” (memberikan faedah pembatasan).
Jadi dalam bahasa Arab ada SPO nya, kalau kita dalam bahasa Indonesia, kita mengatakan, “Kami menyembah Allāh,” dan dalam bahasa Arab, “Na’buduka (kami menyembah Engkau ya Allāh).”
Artinya, “Kami menyembah Engkau,” yaitu predikat (kata kerja), disebutkan terlebih dahulu baru kemudian objek, “Kami menyembah Engkau (na’buduka).”
Akan tetapi dalam Al Fātihah susunan kalimatnya tidak demikian. Susunan kalimatnya “Iyyākana’bud”, objek didahulukan sebelum predikat.
“Iyyākana’bud (kepada Engkau kami menyembah),” dan bentuk uslub seperti ini dalam bahasa Arab, memberikan faedah pembatasan.
Kalau kita artikan dalam bahasa Indonesia, “Hanya kepada Engkau kami menyembah, hanya kepada Engkau kami beribadah.”
Oleh karenanya yang disebut dengan tauhīd al ulūhiyah yaitu penyembahan hanya diserahkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Barangsiapa yang menyembah kepada Allāh dan menyembah kepada selain Allāh maka dia telah melakukan kesyirikan.
Dan inilah hakekat dari kesyirikan, yaitu mengambil syarikat (mengambil tandingan) bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Maka jangan disangka namanya syirik adalah seorang menyembah selain Allāh dan tidak menyembah Allāh. Dalam bahasa Arab itu bukan syirik.
Yang dimaksud dengan syirik dalam bahasa Arab (yaitu) seorang menyembah Allāh dan juga menyembah selain Allāh.
Mengambil syarikat bagi Allāh, mengambil tandingan bagi Allāh. Itulah musyrik.
Oleh karenanya dalam Al Qur’ān Allāh mengatakan:
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ
_”Dan barangsiapa yang berdo’a kepada selain Allāh bersama Allāh.”_
(QS Al Mu’minūn: 117)
⇒ Inilah hakekat kesyirikan.
Jadi kesyirikan bukanlah seseorang yang berdo’a kepada tuhan selain Allāh dan dia tidak berdo’a kepada Allāh. Yang dimaksud dengan kesyirikan adalah seseorang berdo’a kepada Allāh dan juga berdo’a kepada selain Allāh, itulah kesyirikan.
Makanya Allāh mengatakan:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
_”Sesungguhnya masjid-masjid hanyalah milik Allāh, maka janganlah engkau berdo’a bersama Allāh selain Allāh.”_
(QS. Al Jinn: 18)
⇒ Engkau hanya boleh berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Siapa yang menyerahkan ibadah kepada Allāh dan juga kepada selain Allāh maka dialah musyrik.
Oleh karenanya orang-orang musyrikin Arab dahulu, mereka beribadah kepada Allāh dan mereka beribadah kepada selain Allāh juga.
Kita dapati orang-orang musyrikin, mereka berhaji, mereka thawāf dan ma’ruf bahwasannya mereka berhaji dan mereka thawāf.
Mereka juga melakukan ibadah di masjidil Harām dan mereka mengenal siapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Terlalu banyak dalīl yang menunjukkan akan hal ini.
Oleh karenanya dalam shahīh Muslim tatkala Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendengar orang-orang musyrikin Arab berhaji dan mereka bertalbiyah.
Talbiyah mereka sama dengan talbiyah kita, hanya saja ada tambahan yang merupakan kesyirikan.
Mereka bertalbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ
_”Yā Allāh kami penuhi panggilan Engkau, Yā Allāh. Yā Allāh tidak ada syarikat bagi Engkau Yā Allāh.”_
Tatkala mereka bertalbiyah dengan talbiyah ini, maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
و إليكم قط و إليكم قط
_”Sudah cukup jangan ditambah lagi.”_
Ternyata mereka tambah lagi talbiyah mereka.
Mereka mengatakan:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ
_”Tidak ada syarikat bagi Engkau yā Allāh kecuali syarikat yang diizinkan oleh Allāh, yaitu syarikat yang Engkau kuasai dia dan dia tidak menguasai apa-apa (tidak memiliki apa-apa).”_
Ini jelas bahwasannya kaum musyrikin Arab, mereka juga beribadah, mereka juga berhaji, mereka juga bertalbiyah, hanya saja selain mereka beribadah kepada Allāh, mereka juga beribadah kepada selain Allāh. Itulah hakekat dari kesyirikan.
Demikianlah kajian kita pada kesempatan kali ini, besok in syā Allāh kita lanjutkan lagi biidzillāhi ta’āla.
وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
🖋Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_____________________

