Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 066: Hadīts Ubādah bin Shāmit (8)

Halaqah 066: Hadīts Ubādah bin Shāmit (8)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه لله تعالى
📗 Kitab At-Tauhid
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً

Pelajaran yang berikutnya yaitu: bagaimanakah kemuliaan yang ada pada Maryam?

Dia melahirkan sendiri tidak ada siapapun, dia tidak mau merepotkan keluarganya.

Subhānallāh.

Pelajaran yang ketiga adalah Maryam melahirkan Isa di bawah pohon kurma, di dekat tonggak pohon kurma.

Sanggahan buat mereka yang mengatakan Nabi Isa lahir di kandang mendho, kambing.

Pelajaran berikutnya menunjukkan Nabiyullāh Isa alayhissalām lahir di musim panas, kenapa? Karena kurma akan ada di waktu musim panas, ruthab (kurma muda).

Kurma itu ada beberapa tahapan. Kurma yang warnanya hijau daun namanya bishr. Bishr tidak bisa dimakan, yang mengkonsumsi bishr adalah manuk tilang (burung kutilang). Berikutnya, yang mengkonsumsi kurma hijau ini adalah sebagian orang Indonesia.

Mohon maaf sebagian orang Indonesia kalau musim haji atau musim umrah banyak yang pesan dari mereka yang belum punya keturunan untuk mencarikan kurma hijau, mungkin lebih tepat serbuk kurma hijau, karena serbuk kurma hijau lebih mudah dikonsumsi.

Kalau kurma hijau sulit untuk dikonsumsi. Seminggu disimpan maka akan busuk atau kalau dikeringkan dan sampai di Indonesia sulit untuk dikonsumsi. Tapi kalau serbuk kurma hijau mungkin lebih mudah. Kurma hijau diyakini oleh sebagian kita bisa membantu seseorang yang belum mempunyai keturunan untuk bisa menyuburkan.

Ketika musim bishr sudah lewat maka datang tahapan berikutnya yaitu kurma yang warnanya merah. Kurma yang warna merah agak hitam-hitam, sedikit orang Arab menyebutnya balah. Balah bisa dikonsumi, orang jawa mengatakan seperti sawo kecik.

Kemudian tahapan berikutnya kurma akan berwarna kuning, dan kuningnya kurma bernama ruthab (kurma muda).

Dan di puncak musim panas maka akan ada angin yang dikenal dengan angin samum (angin yang menghembus dengan rasa panas) sehingga membuat kurma matang sehingga merubah kurma yang berwarna kuning menjadi coklat, dan orang Arab menyebutnya dengan nama tamr.

Allāh firmankan:

وَهُزِّیۤ إِلَیۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَـٰقِطۡ عَلَیۡكِ رُطَبࣰا جَنِیࣰّا

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

(QS. Maryam: 25)

Menunjukkan nabiyullāh Isa lahir di musim panas musim ketika ada kurma. Bertentangan dengan apa yang biasa di rayakan oleh sebagian orang yang merayakan kelahiran Isa dengan atribut salju sungguh jauh dari kebenaran. Karena sesungguhnya musim kurma adalah di waktu musim panas.

Demikianlah seorang muslim memahami aqidah dan memahami sejarah.

Tatkala Maryam sudah melahirkan, kurma pun berjatuhan, maka Allāh perintahkan:

فَكُلِی وَٱشۡرَبِی وَقَرِّی عَیۡنࣰاۖ فَإِمَّا تَرَیِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدࣰا فَقُولِیۤ إِنِّی نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَـٰنِ صَوۡمࣰا فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡیَوۡمَ إِنسِیࣰّا

Makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.”

(QS. Maryam: 26)

Puasa bahasa Arabnya shaum (صَوۡمࣰ) artinya adalah al imsa (menahan diri).

Jadi puasa adalah menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Menahan makan, minum dan semua yang membatalkan puasa di mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari yang dilakukan oleh seorang muslim yang baligh yang mukallaf tidak dalam keadaan haidh dan nifas serta diawali dengan niat.

Itu adalah pengertian puasa menurut istilah.

نحتفظ بهذا القدر

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top