Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 065: Hadīts Ubādah bin Shāmit (7)

Halaqah 065: Hadīts Ubādah bin Shāmit (7)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه لله تعالى
📗 Kitab At-Tauhid
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً

Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rohimakumullāh.

Dan tidak lama sesudah malaikat Jibrīl hadir memberikan berita, maka Maryam pun hamil atas kehendak Allāh. Sehingga teman Maryam yang biasa ikut bersih-bersih di Baitul Maqdis melihat sesuatu hal (perubahan) pada Maryam (umumnya wanita yang hamil), sehingga dia memberanikan diri bertanya kepada Maryam.

“Wahai Maryam, aku tahu engkau adalah wanita yang sholihah dan aku tidak menuduh engkau dengan tuduhan yang buruk tapi aku akan bertanya kepadamu beberapa hal, mungkinkah ada buah yang datang tanpa datang dari pohon? Apakah mungkin adanya pohon yang besar tanpa adanya bibit?”

Setiap kali pertanyaan itu diberikan kepada Maryam, dan Maryam pun berkata, “Iya mungkin,” sampai begitu Maryam memberikan jawaban. “Bukankah Allāh menciptakan Adam tanpa bapak dan tanpa ibu?” Măsyā Allāh.

Maka di sinilah laki-laki tersebut berkata, “Sungguh menakjubkan dan engkau adalah bukan wanita pendusta tapi mohon maaf mulai hari ini, aku akan meninggalkan Baitul Maqdis.”

Dan tidak lama sesudah itu, laki-laki itupun pergi meninggalkan Baitul Maqdis dan meninggalkan Maryam. Dia khawatir akan dituduh oleh orang-orang bahwasanya dia yang telah menghamili Maryam.

Subhānallāh.

Pergilah laki-laki itu dan dengan berat Maryam mengalami kehidupannya sampaikan waktu ia melahirkan.

Dan Allāh berfirman:

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا

_”Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

(QS. Maryam: 25)

Maryam pun pergi menjauh dari kaumnya tatkala dalam keadaan hamil tua dan dalam keadaan yang berat sebagaimana seorang wanita yang sedang hamil tua.

Perempuan ketika hendak melahirkan tentunya berharap ada suami disandingnya, harapannya adalah keluarganya ada di dekatnya. Itu adalah harapan semua wanita tatkala hendak melahirkan.

Tapi ujian berat buat Maryam dan Allāh menyebutkan di dalam Al Qur’ān:

فَأَجَآءَهَا ٱلْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ قَالَتْ يَـٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنتُ نَسْيًۭا مَّنسِيًّۭا

Sehingga tatkala datang masa di mana rasa sakit hendak melahirkan menimpa pada Maryam, kemudian Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seseorang yang tidak berarti, lagi dilupakan.”

(QS. Maryam: 23)

Allāh mengutus malaikat Jibrīl dan Allāh berfirman:

فَنَادَىٰهَا مِن تَحْتِهَآ أَلَّا تَحْزَنِى قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّۭا

_Maka Jibrīl memanggil dari tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.”

(QS. Maryam: 24)

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا

“Wahai Maryam goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

(QS. Maryam: 25)

Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil, di antara:

Allāh Maha Kaya, Allāh Maha Mampu tetapi Allāh tidak mengirimkan angin yang keras sehingga berjatuhanlah kurma, tidak! Tetapi Allāh perintahkan Maryam melalui malaikat Jibrīl untuk menggoyangkan pohon. Menunjukkan adanya sebab dan akibat, dengan digoyangkan pokok pohon kurma niscaya akan berjatuhan kurma yang masih segar.

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top