Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 51 | Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Muqoddimah Kadar Minimal Mengenal Rasulullah ﷺ

Halaqah 51 | Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Muqoddimah Kadar Minimal Mengenal Rasulullah ﷺ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah
🖊 Ilmiyyah.com

============================

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ke-51 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

الأصل الثالث معرقه نبیكم محمد ﷺ

Pondasi yang ketiga  dia  adalah pondasi karena yang lain kembali kepada tiga pondasi ini. Seluruh maklumat yang ada didalam agama islam maka kalau kita cermati dia akan kembali asalnya kepada ma’rifatullāh, ma’rifatul diinil Islam dan juga ma’rifatu an-nabi ﷺ.

معرقه نبیكم محمد ﷺ

Mengenal nabi kalian yaitu Muhammad ﷺ. Ini adalah bab mengenal orang yang telah diutus  oleh Allah  kepada kita untuk mengajarkan kepada kita ibadah, karena ketika beliau berbicara tentang ibadah sebelum  menyebutkan ma’rifatullāh, ma’rifatul diinil Islam, ma’rifatunnabi ﷺ, beliau menyebutkan tentang ibadah dan keutamaan ibadah.

Dan sudah kita sebutkan  bahwasanya tiga perkara ini Al Ushūlu AtsTsalātsah ini langsung berkaitan dengan ibadah. Mengenal Allah adalah mengenal ma’bud mengenal siapa yang diibadahi, mengenal agama islam adalah mengenal bagaimana cara beribadahnya. Ibadah kepada Allah yaitu ada yang amalan dzohir dan ada amalan batin dan seterusnya, harus ada muroqobah, harus ada musyahadah. Itu kita kenal bagaimana cara beribadah kepada Allah macam macamnya dari ma’rifatul diinil Islam.

Kemudian yang ketiga kita mengenal orang yang telah diutus oleh Allah untuk mengajar kita tata cara beribadah. Harus kita kenal, kalau kita tidak mengenal siapa yang menyampaikan tata cara beribadah tadi dikhawatirkan kita menganggap orang yang bukan utusan sebagai utusan. Menganggap itu adalah dari Allah padahal bukan dari Allah, karena dia bukan utusan Allah mengaku sebagai seorang utusan Allah. Makanya kita harus kenal siapa yang sudah Allah tunjuk diantara manusia ini  untuk mengajarkan kita tata cara ibadah. Kita harus mengenalnya dan hukumnya wajib mengenal siapa orang yang  telah diutus oleh Allah kepada kita.

Mengenal Nabi Muhammad ﷺ inilah yang akan disampaikan oleh beliau disini, yang perlu kita pahami sebelum  memasuki apa yang akan disampaikan oleh beliau, bahwasanya disana ada kadar yang wajib didalam mengenal Nabi Muhammad ﷺ

Yang pertama adalah mengenal nama beliau mengetahui nama beliau, ini kadar minimal. Mengenal nama beliau yaitu nama  beliau adalah Muhammad. Atau seandainya dia mengenal namanya Ahmad boleh, karena baik Muhammad maupun Ahmad  ini adalah nama beliau. Muhammad artinya adalah orang yang sering dipuji, Ahmad ini adalah isim tafdhil yang artinya adalah orang yang paling terpuji. Ini dia harus tahu namanya, kalau dia tidak tahu berarti dia tidak memiliki kadar yang minimal sampai salah namanya ini keterlaluan. Dimana orang orang yang berdakwah sampai ada orang-orang yang  sedemikian bodohnya terhadap agamanya. Nama nabinya saja  dia tidak mengetahuinya.

Kemudian yang kedua, mengenal bahwasanya beliau adalah hamba Allah dan juga Rosul-Nya. Beliau adalah seorang hamba artinya bukan Tuhan yang disembah tapi beliau adalah hambanya Allah. Hamba berarti dia yang menyembah, dan dia adalah seorang Rosul mengenal bahwasanya beliau adalah seorang Rosul yaitu seorang utusan Allah, ini adalah termasuk kadar minimal .

Yang ketiga, mengenal bahwa apa yang beliau bawah adalah benar.

Kemudian yang keempat, mengenal bahwa kebenaran beliau ditunjukkan oleh Al-Quran sebagaimana telah berlalu

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا

Kalau antum ingin mengenalkan orang  apalagi  dia adalah orang awam maka inilah minimal yang  antum sampaikan pada beliau. Apakah ada keharusan dia mengenal atau menghapal nasab Nabi Muhammad ﷺ, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah sampai kepada Iismail bin Ibrahim nasabnya maka ini bukan termasuk kewajiban.

Jangan sampai antum mengharuskan mereka sesuatu yang tidak harus. Mengenal bapaknya saja Abdullah tidak harus, bukan merupakan kewajiban. Yang menjadi kewajiban dia kadar minimalnya adalah mengenal nama beliau. Tapi tentunya itu kalau berbicara kepada orang awam, tapi kalau kita berbicara dengan seorang thalibul ilm tidak mengenal bapaknya Rosulullah ﷺ ini keterlaluan namanya sampai tidak mengenal nama  bapak beliau.

Dan apa yang beliau sebutkan disini umur, beliau dari orang arab keturunannya Ismail, ini bukan termasuk yang kadar wajib. Kadar yang wajib yang sudah kita sampaikan tadi dan ini adalah kadar yang merupakan tambahan.

Orang yang cinta dengan sesuatu dan kecintaan dia adalah kecintaan yang benar maka dia akan rindu dan ingin banyak tahu tentang sesuatu yang dia cintai tersebut. Semakin orang senang cinta terhadap sesuatu maka dia akan semakin ingin mengetahui tentang sesuatu tersebut, ini kalau mahabbah nya adalah  mahabbah yang shadiqa. Antum cinta dengan seseorang  ingin mengenal dia lebih banyak. Antum senang dengan bela diri tertentu antum ingin mengetahui tentang bela diri tersebut. Siapa yang buat, pusatnya dimana, dasar dasarnya apa, dan seterusnya. Semakin antum mencintai maka antum berusaha untuk mengenalnya. Maka tentunya cinta kita kepada Rosulullah ﷺ kalau itu adalah kecintaan yang shadiqa akan membawa kita untuk berusaha mengenal Beliau ﷺ. Kita akan berusaha untuk mengenal tentang biografi beliau, siapa nama bapak beliau bukan sesuatu yang susah untuk mempelajarinya, dimana beliau dilahirkan, berapa umur beliau, semakin dia mengetahui tentang maklumat dan info orang yang sangat dia cintai tadi maka akan semakin bertambah keimanannya didalam hatinya.

الله تعالى أعلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

________________________

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top