Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 67 ~ Menghormati Orang Yang Berilmu

Materi 67 ~ Menghormati Orang Yang Berilmu

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kedua, menghormati orang yang berilmu, hendaklah si murid duduk di hadapan gurunya dengan cara yang beradab dan menampakkan betapa sangat butuhnya dia kepada ilmu yang akan diajarkan, mendo’akan gurunya dengan kebaikan, baik ketika hadir ataupun ketika ghoib (ketika jauh) tidak ada dihadapannya. Mungkin gurunya disini, muridnya di kota lain ghoib namanya, mendo’akan walaupun ketika jauh. Bila ada seorang murid yang sudah mengetahui tentang ilmu yang diajarkan oleh gurunya (hal ini sudah tau dalilnya, sudah tau penjelasannya, sudah tau kesimpulannya). Jangan sekali-kali menampakkan sikap bahwa dia sudah tau tentang apa yang diajarkan gurunya sekalipun benar dia sudah tau, kadang gurunya hanya memberikan satu dalil tentang penjelasan masalah itu, si murid mengetahui sepuluh dalil tentang hal itu, jangan sampai menampakkan (wah ini sudah tau saya tidak butuh lagi penjelasannya), bersikaplah seolah-olah baru mendengar tapi berperilaku-lah dengan perilaku orang yang serius mendengarkan seperti mendengarkan orang yang sangat menginginkan faedah dari ilmu itu walaupun dia sudah mengetahui karena sering kali sang guru mengulang-ulang pelajaran, mengulang-ulang penjelasan dengan maksud pertimbangan tertentu, mengulang itu karena mungkin dikhawatirkan murid-muridnya lupa atau mungkin ada murid baru yang sebelumnya belum pernah mendengar baru pertama kali kajian ini menjadi pengetahuan baru bagi murid baru tadi kan ? walaupun sudah puluhan kali tidak apa-apa untuk didengarkan lagi dan itu pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ, oleh para sahabat, oleh para ulama sejak zaman dahulu, maka tampakkan seolah-olah kita baru mendengarnya. Ini kalau ilmu tersebut sudah diketahui sang murid. Apalagi kalau ilmu tersebut belum pernah dia dengar, penjelasan itu belum dia dengar sebelumnya, ilmu itu belum pernah diketahui sebelumnya, jangan menampakkan seperti seolah-olah ilmu itu tidak penting atau tidak berguna bagi dirinya. Oleh karena itu, maka adab-adab inilah yang dianggap bagus bagi setiap orang didalam mempelajari ilmu termasuk khutbah-khutbah dalam urusan-urusan agama ataupun dalam urusan-urusan dunia, hargai orang yang mengajarkan ilmu dengan cara tidak menganggap atau mensikapi ilmu yang dijelaskannya dengan sikap seolah-olah dia tidak penting terhadap ilmu itu.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *