Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 44 ~ Perkataan Salaf [Berikan Ilmu Itu Seluruh Kemampuanmu]

Materi 44 ~ Perkataan Salaf [Berikan Ilmu Itu Seluruh Kemampuanmu]

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Berkata Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, “Ilmu itu tidak akan diperoleh, tidak akan didapat dengan jasad yang rileks, yang berleha-leha, yang bermalas-malasan. Maknanya Al-Auth (mengerahkan seluruh kemampuan, seluruh potensi yang dimilikinya berupa tenaga, fikiran, perasaan, waktunya, staminanya dan semuanya habis untuk ilmu).” Ibnu Al-Haddad Al-Maliki beliau menyatakan, “Orang alim itu tidak akrab dengan tempat tidur”, tidak dekat dengan kasur, mereka dengan tempat-tempat tidur itu jauh dalam arti sangat jarang sekali menyentuh tempat tidurnya. Tetapi menunjukan waktu-waktu untuk istirahatnya, untuk tidurnya itu mereka gunakan hanya untuk mencari ilmu. Dan hasilnya sangat luar biasa mereka menjadi ulama besar. Setelah menjelaskan beberapa riwayat tadi berkata mualif (penulis), “Maka para setiap pencari ilmu hendaklah menjadikan mereka sebagai teladan. Para penuntut ilmu hendaklah mengikuti jejak langkah mereka, mengikuti langkah-langkah yang mereka lakukan sehingga memperoleh apa yang telah mereka peroleh, meraih apa yang sudah mereka raih karena manhaj mereka itu selamat, jalan hidup mereka itu lurus dan tidaklah bisa teraih hasil yang mereka sudah raih berupa sebutan nama-nama yang harum, manfaat yang permanen bagi kaum muslimin kecuali dengan sabar dan ulet. Mereka namanya disebut dalam konteks kebaikan diiringi dengan do’a, ilmu-ilmu mereka sering dikutip disampaikan, diajarkan manfaat dari ilmu mereka terus mengalir secara permanen bagi kaum muslimin dan itu semua hanya bisa diraih dengan sabar dan ulet serta mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya baik hartanya dan waktunya dijalan ilmu dan marifah. Kita akan menukil beberapa ucapan para ulama untuk menerangkan betapa berharganya ilmu, betapa tingginya kedudukan dari ilmu dan ilmu itu tidak akan bisa diraih kecuali bagi orang yang mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya diatas sebuah prinsip. Prinsip ini pun dinukil oleh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah, “Berikan kepada ilmu seluruh potensimu, maka ilmu akan memberikan kepada kamu sebagian dari dirinya kepadamu” “Berikam sebagian potensimu kepada ilmu, maka ilmu tidak akan memberikan apa-apa kepada dirimu” Hal itu menunjukan bahwa harus serius mencari ilmu baru bisa diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan. Berkata seseorang kepada orang lain, ini seseorang orang awam atau thalibul ilmi berkata kepada gurunya karena kagum kepada ilmu gurunya, “Bagaimanakah cara engkau memperoleh ilmu ?” dia menjawab, “Aku mempelajarinya dan aku memperolehnya setelah perjalanan panjang dan melelahkan. Jarak yang harus ditempuh dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk memperoleh ilmu itu tidak bisa terjangkau dengan tembakan anak panah, tidak pernah terlihat dialam mimpi dan tidak bisa diwariskan dari bapak-bapak dan paman-paman kita.” Ilmu ini bukan warisan. Jikalau orang tuanya ulama tidak otomatis anaknya pasti ulama. Ilmu juga tidak didapat dari mimpi, jauhnya jarak yang harus ditempuh, panjangnya waktu yang harus dihabiskan untuk memperoleh ilmu tidak terjangkau oleh tembakan senjata sejauh apapun tidak pernah dilihat didalam mimpi dan tidak terwariskan oleh orang-orang tua kepada anak-anaknya.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *