Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-112 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauhīd alladzhī huwa haqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muhammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī rahimahullāh.
Masuk kita pada bab yang baru, yaitu bab yang ke-22 yang diberi judul oleh Syaikh dengan ucapan beliau:
بَابُ مَا جَاءَ فِي حِمَايَةِ الْمُصْطَفَى جَنَابَ التَّوْحِيدِ، وَسَدِّهِ كُلَّ طَرِيقٍ يُوصِلُ إِلَى الشِّرْكِ
Bab apa-apa yang datang (maksudnya adalah dalil-dalil yang datang) tentang usaha Nabi ﷺ dalam melindungi tauhid dan usaha Beliau dalam menutup seluruh jalan yang bisa menyampaikan kepada kesyirikan.
Beliau rahimahullāh mendatangkan satu ayat dan dua hadits. Adapun ayat, maka beliau mendatangkan firman Allāh ﷻ di dalam surat At-Taubah. Beliau mengatakan:
وَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى
Dan firman Allāh ﷻ.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
Sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul (yaitu Nabi Muhammad ﷺ).
مِنْ أَنْفُسِكُمْ
Yang dia adalah berasal dari jenis kalian (maksudnya adalah dari manusia).
Dan ini adalah nikmat dari Allāh ﷻ. Allāh ﷻ mengutus kepada kita seorang rasul dari jenis kita yaitu dari sesama manusia. Allāh ﷻ tidak mengutus kepada kita seorang rasul dari kalangan jin yang tentunya sulit bagi kita untuk bermuamalah, kita tidak melihat dia dan dia melihat kita. Allāh ﷻ tidak mengutus kepada kita seorang rasul dari kalangan malaikat, tapi dengan hikmah-Nya Allāh ﷻ mengutus kepada kita seorang rasul dari kalangan manusia, sehingga dengan mudah kita berkomunikasi, bertanya, mendengar ucapan beliau. Allāh ﷻ menghendaki kemudahan bagi manusia.
Bagaimana sifat beliau? Bagaimana sifat rasul tersebut yang diutus kepada kalian?
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
Berat bagi beliau apa yang susah bagi kalian.
Yang susah siapa? Kalian. Tapi Nabi ﷺ, rasul tersebut, berat bagi beliau apa yang susah bagi kalian. Kalau kalian sampai kesusahan, kesulitan, itu yang merasa susah, yang merasa berat adalah nabi tersebut dan rasul tersebut.
Dan kesusahan di sini bukan hanya kesusahan di dunia tapi juga kesusahan di akhirat. Beliau seorang rasul yang memiliki ilmu yang lebih dalam, lebih mengenal Allāh ﷻ dan lebih mengenal dan lebih kuat keimanannya dengan hari akhir, tahu tentang apa yang terjadi kelak di hari kiamat dan bagaimana kesusahan yang akan dihadapi manusia di hari kiamat, hisab, dikumpulkan oleh Allāh ﷻ, timbangan amal, kemudian melewati jembatan ash-shirath, surga dan juga neraka, neraka yang di dalamnya azab yang sangat pedih. Maka beliau ﷺ di atas ilmu dan mengetahui bagaimana kesulitan yang akan dihadapi oleh manusia di hari kiamat.
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
Berat bagi beliau apa yang menyusahkan kalian.
Beliau tidak ingin kita kelak di hari kiamat dalam keadaan kesusahan, dalam keadaan kesulitan karena sebab kelalaian kita di dunia. Berat bagi beliau kalau kita ini terlalu sulit dalam menjalankan syariat ini. Makanya syariat beliau adalah syariat yang samhah, berbeda dengan syariat-syariat nabi sebelumnya. Syariat beliau adalah syariat yang penuh dengan kemudahan.
أَحَبُّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ
Agama yang paling dicintai oleh Allāh ﷻ adalah yang Al-Hanifiyyah dan dia adalah As-Samhah.
Al-Hanifiyyah yang mengajarkan kepada tauhid dan dia adalah As-Samhah yang mudah syariatnya. Di dalam agama Islam orang yang tidak mampu untuk berdiri ketika shalat fardhu maka diberikan keringanan untuk duduk, kalau tidak mampu duduk maka diberi keringanan untuk berbaring. Berpuasa wajib di bulan Ramadhan tapi kalau seseorang sakit maka boleh dia berbuka. Kalau dia dalam keadaan safar maka boleh dia berbuka. Ketika seseorang safar maka yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu saja. Zakat hanya diwajibkan untuk orang kaya dan terpenuhi syaratnya.
Inilah agama Islam yang penuh dengan kemudahan. Berat bagi beliau apa yang menyusahkan kalian, baik di dunia maupun di akhirat.
Kemudian Allāh ﷻ mengatakan:
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ
Beliau adalah orang yang semangat atas kalian.
Yaitu semangat untuk memberikan hidayah, menyampaikan hidayah ini kepada kalian, supaya kalian mendapatkan hidayah, supaya terang dan juga jelas jalan kalian, supaya kalian istiqamah di atas iman dan juga amal shalih. Ini terkumpul dalam diri beliau, merasa berat apa yang berat bagi kita dan beliau semangat untuk menyampaikan al-haq ini kepada kita.
Ini seharusnya seorang muslim, khususnya seorang da’i, memiliki yang demikian, perasaan berat ketika mad’u kita, mereka merasa berat, sehingga ada kasih sayang ketika kita mendakwahi mereka, mengajak mereka kepada Islam dengan pelan-pelan dengan secara bertahap supaya mereka kuat keimanannya. Dan juga ada pada diri seorang da’i semangat untuk menyampaikan kebenaran ini kepada umat.
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dengan orang-orang yang beriman, beliau adalah orang yang sangat penyayang.
Nah tentunya termasuk di antaranya adalah beliau tidak ingin umat ini terjerumus ke dalam kesyirikan, karena orang yang melakukan kesyirikan konsekuensinya berat di hari kiamat, berat bagi beliau apa yang menyusahkan kita, sehingga terpikirkan oleh beliau, ya beliau tidak ingin tauhid yang sudah dimiliki oleh umat ini rusak karena sebab sebuah ucapan atau sebuah perbuatan.
Maka beliau sampaikan bahwasanya perbuatan ini tidak boleh, ucapan ini adalah tidak boleh karena beliau tidak ingin kita susah di dunia dan juga di akhirat. Dan beliau harits, semangat untuk menyampaikan tauhid ini karena ini adalah amalan yang paling besar, yang kita harapkan pahalanya dari Allāh ﷻ. Dan dia adalah merupakan modal untuk masuk ke dalam surga. Makanya beliau untuk yang kecil-kecil saja, yang lebih bawah derajatnya daripada tauhid beliau sampaikan dengan semangat apalagi tentang masalah tauhid ini.
Segala sesuatu yang bisa merusak tauhid dan menyampaikan seseorang kepada kesyirikan maka Beliau ﷺ tutup. Ini menunjukkan bahwasanya Nabi ﷺ adalah orang yang semangat, berusaha untuk melindungi tauhid umatnya dan menutup segala pintu, segala jalan yang bisa menyebabkan kepada kesyirikan. Ayat ini didatangkan oleh beliau rahimahullāh karena sebab ini. Karena ayat ini jelas menunjukkan bagaimana semangat beliau, bagaimana usaha beliau untuk menyampaikan hidayah ini kepada manusia dan bagaimana hidayah ini tidak rusak.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
