Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-110 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauhīd alladzhī huwa haqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muhammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī rahimahullāh.
Beliau rahimahullāh mendatangkan berbagai faedah yang bisa kita ambil di dalam bab ini. Beliau mengatakan:
فِيهِ مَسَائِلُ
Di dalamnya ada beberapa permasalahan.
الْأُولَى: تَفْسِيرُ الْأَوْثَانِ
1. Tafsir dari al-autsan.
Apa makna al-autsan? Ini adalah jamak dari watsan, segala sesuatu yang disembah selain Allāh ﷻ. Masuk di dalamnya patung-patung, termasuk di dalamnya kuburan, pohon, matahari, maka ini semuanya masuk dalam autsan. Dia lebih umum daripada shanam, kalau shanam ini berupa patung manusia atau patung hewan. Tapi kalau autsan maka ini lebih umum, segala sesuatu yang disembah selain Allāh ﷻ.
الثَّانِيَةُ: تَفْسِيرُ الْعِبَادَةِ
2. Penjelasan tentang makna dari ibadah.
Yaitu menyerahkan sebuah ibadah kepada selain Allāh ﷻ. Termasuk di antaranya adalah do’a kepada kuburan atau orang yang dikuburkan. Maka ini adalah ibadah yang sebenarnya hanya khusus untuk Allāh ﷻ. Ketika itu diberikan kepada shahibul qabr, maka ini adalah bentuk kesyirikan karena dia menyerahkan ibadah kepada selain Allāh ﷻ.
الثَّالِثَةُ: أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسْتَعِذْ إِلَّا مِمَّا يُخَافُ وُقُوعُهُ
3. Bahwasanya Nabi ﷺ tidak berlindung kecuali dari perkara yang dikhawatirkan terjadi.
Nabi ﷺ ketika berdo’a, tentunya ketika berdo’a ada kekhawatiran terjadinya, sehingga Beliau berlindung kepada Allāh ﷻ. Mengatakan, Allāhumma lā taj’al qabrī watsanan yu’bad.
الرَّابِعَةُ: قَرْنُهُ بِهَذَا اتِّخَاذَ قُبُورِ الْأَنْبِيَاءِ مَسَاجِدَ
4. Ternyata Beliau ﷺ menyejajarkan, mendampingkan antara apa yang Beliau takutkan tadi (yaitu menjadikan kuburan Beliau sebagai sesembahan yang disembah selain Allāh ﷻ) dengan menjadikan kuburan nabi sebagai tempat ibadah.
Ini ada hubungannya, yaitu menjadikan kuburan nabi sebagai tempat ibadah kepada Allāh ﷻ ini bisa akhirnya menjadikan kuburan tersebut sesuatu yang disembah selain Allāh ﷻ.
الْخَامِسَةُ: ذِكْرُ شِدَّةِ الْغَضَبِ مِنَ اللَّهِ
5. Penyebutan tentang sangat dahsyatnya kemarahan Allāh ﷻ.
Yaitu bagi orang yang melakukan demikian. Isytadda ghadhabullāh, sangat dahsyat kemarahan Allāh ﷻ kepada orang-orang yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.
السَّادِسَةُ: وَهِيَ مِنْ أَهَمِّهَا: مَعْرِفَةُ صِفَةِ عِبَادَةِ اللَّاتِ الَّتِي هِيَ مِنْ أَكْبَرِ الْأَوْثَانِ
6. Dan ini adalah yang paling penting, mengetahui tentang bagaimana sifat penyembahan terhadap Latta yang dia adalah termasuk sesembahan yang paling besar di zaman mereka (yaitu di antara orang-orang musyrikin Arab).
Ini adalah sesembahan yang paling besar. Bagaimana sifat penyembahan terhadap Latta tadi? Bagaimana sejarahnya? Sejarahnya adalah karena dulu beliau adalah orang yang shalih memberikan makan kepada jama’ah haji, meninggal dunia, akhirnya mereka pun i’tikaf di sekitar kuburannya sampai akhirnya menjadi sesuatu yang disembah.
السَّابِعَةُ: مَعْرِفَةُ أَنَّهُ قَبْرُ رَجُلٍ صَالِحٍ
7. Mengenal bahwasanya ini adalah kuburan seorang yang shalih.
Jadi Latta ini adalah orang yang shalih.
الثَّامِنَةُ: أَنَّهُ اسْمُ صَاحِبِ الْقَبْرِ، وَذِكْرُ مَعْنَى التَّسْمِيَةِ
8. Kita mengetahui tentang nama yang memiliki kuburan tadi yaitu Latta, dan penyebutan makna dari penamaan dia sebagai Latta.
Kenapa dinamakan dengan Latta? Karena dia yalutt, yaitu mengadon.
التَّاسِعَةُ: لَعْنُهُ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ
9. Laknatnya Rasulullāh ﷺ terhadap wanita-wanita yang berziarah kubur.
Yaitu baik yang sering maupun yang jarang, semuanya masuk dalam laknat Beliau ﷺ, dan ini menurut salah satu di antara pendapat ulama. Dan memang perselisihan di dalam masalah ini adalah perselisihan yang sangat kuat. Namun yang lebih hati-hati bagi seorang wanita muslimah adalah tidak perlu dia melakukan ziarah kubur. Cukup dia mendo’akan dari rumah dan kalau memang dia ingin dapat pahala maka bisa melakukan ibadah-ibadah yang lain.
الْعَاشِرَةُ: لَعْنُهُ مَنْ أَسْرَجَهَا
10. Laknat Nabi ﷺ kepada orang yang dia menyalakan lampu atau membuat penerangan di kuburan.
Karena ini di sini fitnah. Ketika dinyalakan lampu maka berarti ada sesuatu di kuburan tadi yang tidak ada di kuburan yang lain. Akhirnya timbul berbagai keyakinan pada diri masyarakat sampai akhirnya bisa terjadi penyembahan kepada kuburan tadi.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
