Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-90 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauhīd alladzhī huwa haqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muhammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī rahimahullāh.
Masuk kita pada bab yang ke-17, yaitu
بَابُ الشَّفَاعَةِ
Bab tentang asy-syafā‘ah.
Kemudian beliau menyebutkan
فِيهِ مَسَائِلُ
Di dalamnya terdapat beberapa permasalahan (masā’il) yaitu beberapa faedah yang bisa diambil:
الْأُولَى: تَفْسِيرُ الْآيَاتِ
1. Tafsir dari ayat-ayat di atas. Telah disebutkan tentang makna syafaat yang dinafikan (diingkari) dan syafaat yang ditetapkan oleh Allah ﷻ.
الثَّانِيَةُ: صِفَةُ الشَّفَاعَةِ الْمَنْفِيَّةِ
2. Sifat dari syafaat yang diingkari oleh Allāh ﷻ, yaitu syafa’ah yang tanpa izin Allah ﷻ tidak ada di sana, ini yang diingkari. Syafa’ah yang dilakukan dengan cara berdoa kepada selain Allah ﷻ, inilah yang diingkari, syafa’ah yang di dalamnya ada kesyirikan.
الثَّالِثَةُ: صِفَةُ الشَّفَاعَةِ الْمُثْبَتَةِ
3. Sifat dari syafa’ah yang ditetapkan oleh Allah ﷻ, apa sifatnya? Yaitu yang terpenuhi dua syarat, yang pertama adalah izin dari Allah ﷻ bagi orang yang memberikan syafa’ah, atau makhluk yang memberikan syafa’ah, seperti malaikat, nabi, wali, dan orang-orang yang beriman. Kemudian yang kedua adalah ridha Allah ﷻ bagi orang yang diberi syafa’ah. Dan apa yang dimaksud dengan ridha di sini? Ridha di sini adalah Allah ﷻ hanya ridha bagi orang-orang yang mengesakan Allah ﷻ dalam ibadah, itulah keridhaan Allāh. Dan Allāh tidak ridha orang-orang yang menyekutukan Allāh dengan yang lain.
الرَّابِعَةُ: ذِكْرُ الشَّفَاعَةِ الْكُبْرَى، وَهِيَ الْمَقَامُ الْمَحْمُودُ
4. Penyebutan syafa’at yang paling besar, atau syafa’atul udzma. Dan dia adalah maqam al-mahmud, kedudukan yang dipuji, dimana Nabi ﷺ dipuji oleh seluruh ahlul mawqif. Dan ini adalah disebutkan tadi dalam ucapan Abu al-Abbas ketika Nabi ﷺ datang dan sujud kepada Allāh dan memuji Allāh ﷻ. Ini adalah syafa’atul kubra.
الْخَامِسَةُ: صِفَةُ مَا يَفْعَلُهُ ﷺ، أَنَّهُ لَا يَبْدَأُ بِالشَّفَاعَةِ بَلْ يَسْجُدُ، فَإِذَا أُذِنَ لَهُ شَفَعَ
5. Apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ, lihat ketika beliau akan melakukan syafa’at yang paling besar. Beliau tidak langsung memulai memberikan syafa’at, tidak langsung meminta kepada Allāh. Tapi yang beliau lakukan adalah bersujud, memuji Allāh ﷻ, meminta izin kepada Allāh. Apabila diizinkan, barulah beliau memberikan syafa’at.
السَّادِسَةُ: مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِهَا
6. Siapa orang yang paling bergembira dengan syafa’atnya Rasulullah ﷺ? Siapa mereka?
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ
Orang yang mengucapkan lā ilāha illallāh dengan ikhlas dari hatinya
السَّابِعَةُ: أَنَّهَا لَا تَكُونُ لِمَنْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ
7. Bahwasanya syafa’at ini tidak diperuntukkan untuk orang yang menyekutukan Allāh. Karena Allāh hanya memberikan syafa’at bagi orang yang Allāh ridhai, yaitu orang-orang yang mentauhidkan Allāh.
الثَّامِنَةُ: بَيَانُ حَقِيقَتِهَا
8. Penjelasan tentang hakikat dari syafa’at dan bahwasannya syafa’at ini intinya adalah Allāh ingin memberikan manfaat bagi orang yang diberi syafa’at dan Allāh ingin memuliakan orang yang memberi syafa’at. Memuliakan orang yang memberi syafa’at dan dinampakkan kemuliaan mereka dihadapan makhluk yang lain. Dan Allāh ingin merahmati orang yang diberikan syafa’at dan mengampuni dosa mereka.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
