Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-140 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.
Beliau mengatakan
وَبِعَذَابِ القَبْرِ لِمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلًا
وَبِعَذَابِ القَبْرِ ini diathafkan ke مَلَكِ المَوْتِ, jadi
نُؤْمِنُ بِمَلَكِ المَوْتِ وَنُؤْمِنُ وَبِعَذَابِ القَبْرِ
Kita beriman dengan malaikat maut, berarti beliau di sini hanya menyebutkan malaikat yang bertugas untuk mencatat dan malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa. Ini berkaitan dengan beriman dengan malaikat.
Baik, sekarang beliau berpindah kepada beriman dengan hari Akhir yang sempat juga disebutkan secara sebagian, sebagian mufradāt-nya dan juga secara globalnya. Dan di sini beliau kembali menyebutkan perincian dari keimanan dengan hari Akhir.
وَبِعَذَابِ القَبْرِ لِمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلًا
Kita, yaitu Ahlus Sunnah, beriman dengan adzab kubur.
Kita tidak mengingkari adanya adzab kubur. Kenapa ini dimasukkan? Karena adanya aliran yang mengingkari adanya adzab kubur.
“Bagaimana kok bisa ada adzab kubur, kalau kita bongkar kuburannya tidak ada apa-apa, sama saja dengan yang lain?” Sehingga mereka mengingkari adanya adzab kubur. Itu orang-orang Muʿtazilah.
Dan kalau kita melihat dalil-dalilnya, lumayan banyak tentang adanya adzab kubur ini. Di antaranya adalah firman Allāh ﷻ tentang Firʿaun:
ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
(QS. Ghāfir: 46)
Neraka akan diperlihatkan kepada mereka, yaitu kepada Firʿaun dan juga orang-orang yang mengikutinya mati dalam keadaan kafir, di pagi hari maupun di waktu petang. Dan ketika datang hari Kiamat: Maka masukkan pengikut-pengikut Firʿaun ke dalam adzab yang lebih pedih.
Berarti dinampakkan Neraka kepada mereka sebelum datang nya hari kiamat, yaitu di alam kubur mereka, karena mereka sudah tidak ada di dunia, dan hari Kiamat belum datang, berarti mereka di alam barzakh diperlihatkan kepada mereka Neraka. Inilah adzab kubur.
Dan Allāh ﷻ mengatakan
سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ
“Kami akan mengazab mereka dua kali…” (QS. At-Taubah: 101)
Allāh ﷻ berbicara tentang orang-orang munafik, dua kali. Para mufassirīn menyebutkan bahwasanya yang pertama adalah di alam kubur mereka, kemudian yang kedua adalah di hari Kiamat.
Adapun dari Sunnah, maka Nabi ﷺ pernah mengatakan:
اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allāh dari adzab kubur. (HR. Al-Bukhārī dan Muslim)
Dan di antara doa Nabi ﷺ yang diajarkan sebelum kita salam setelah kita membaca taḥiyyāt:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Yā Allāh, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dan dari adzab kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masīḥ Ad-Dajjāl.” (HR. Al-Bukhārī dan Muslim)
Beliau ﷺ mengajarkan kita untuk berlindung dari adzab kubur. Dan tentunya tidaklah beliau mengajarkan yang demikian kecuali memang di sana ada adzab kubur. Sehingga Ahlus Sunnah mengimani adanya adzab kubur:
لِمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلًا
Bagi orang yang memang dia berhak untuk diazab.
Bagaimanapun keadaan dia meninggal dunia, kalau memang dia berhak untuk diazab, maka akan sampai adzab kubur itu kepada orang tersebut. Meskipun dia dibakar sampai jadi abu sekalipun, kalau memang dia berhak untuk diazab di adzab kubur, maka akan sampai adzabnya kepadanya.
Meskipun dia dimakan oleh buaya misalnya, atau dimakan oleh lebih dari satu buaya, terpisah-pisah dagingnya dan tulangnya, dan sudah menjadi kotoran, maka itu akan sampai kepadanya adzab kubur kalau memang dia berhak untuk mendapatkan adzab kubur tadi. Kita beriman dengan adanya ʿadzābul-qabr.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

