Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 29 ~ Tidak Bertahap Dalam Menuntut Ilmu (9) – Rekomendasi Ibnul Jauzi(2)

Materi 29 ~ Tidak Bertahap Dalam Menuntut Ilmu (9) – Rekomendasi Ibnul Jauzi(2)

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Berkata imam Ibnu Jauzi rahimahullah, “Para ulama telah menyusun kitab-kitab yang terkurikulum, yang sudah berjenjang untuk membantu para pencari ilmu didalam mempelajarinya”. Kadang-kadang kalau kita belajar sendiri tentang hadits kita tidak tahu dimuali dari mana, ilmu apa dulu yang kita pelajari tentang hadits ini. Akhirnya waktu terbuang percuma banyak waktu yang kita habiskan tidak paham-paham. Masih mending tidak paham-paham disebutnya gagal paham yang lebih parah salah paham. Kalau gagal paham dia tidak bisa memahami apapun dari hal ini tetapi kalau salah paham dia merasa paham padahal salah pemahamannya dan merasa benar diatas kesalahannya. Setelah itu telaah-lah kitab-kitab tarikh sejarah agar mengetahui salah satunya nasab Nabi ﷺ, beliau dari suku bangsa apa, apakah berasal dari orang mulia ataukah orang hina, kerabat-kerabatnya siapa, istri-istrinya siapa, dan berkaitan dengan semua itu.

Hal ini untuk apa ? yaitu untuk menunaikan hak mereka yang berbeda dengan hak umumnya manusia, karena mereka termasuk ahlul bait yang disebut oleh Allah didalam Al-Qur’an dan kita wajib mencintai ahlul bait, membela ahlul bait, menjaga kehormatan ahlul bait Nabi ﷺ. Dan istri-istrinya orang yang pertama kali dan lebih utama masuk ke dalam kelompok ahlul bait. Istri itu adalah unsur atau elemen terpenting dari sebuah keluarga. Mana mungkin ibu bukan bagian dari keluarga, mustahil siapa orang yang tidak memasukan istri sebagai anggota keluarga maka orang itu telah kehilangan seluruh kebaikan yang ada pada diri. Akalnya sudah hilang dan kaidah atau norma yang berlaku dalam semua aspek semua hilang. Semua orang, semua pihak pasti akan memasukan istri sebagai anggota keluarga bahkan elemen terpenting selain suami. Maka siapa yang tidak memasukan istri Nabi sebagai ahlul bait maka itu adalah orang sinting/gila. Itu adalah keluarga Nabi ﷺ, ahlul bait Nabi ﷺ, kerabat Nabi ﷺ , mereka punya hak lebih dibanding kaum muslimin yang lainnya, mereka juga tidak boleh menerima apapun sodaqoh dari orang haram bagi mereka. Siapa ahlul bait ? ahlul bait adalah orang yang haram sadaqoh atas mereka. Seperti ibnu Abbas itu haram memakan sodaqoh dan para Nabi tidak mewariskan harta apapun (semua harta peninggalan mereka adalah sadaqoh bagi umat ini). Berdasarkan hal ini mempelajari tarikh adalah sesuatu yang sangat penting.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *