Home > Bimbingan Islam > Tematik > 10 Wasiat Perlindungan Diri Dari Wabah (Bagian 05)

10 Wasiat Perlindungan Diri Dari Wabah (Bagian 05)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc
📗 Kajian Tematik | Wabah
📝 10 Wasiat Perlindungan Diri Dari Wabah
〰〰〰〰〰〰〰

*10 WASIAT PERLINDUNGAN DIRI DARI WABAH, BAGIAN 5*

بسم الله
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة أما بعد

Sahabat Bimbingan Islām rahīmani wa rahīmakumullāh.

Kita hidup di dunia ini tentu sudah tahu bahwa dunia adalah medan ujian kita. Dimana kita akan diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, entah dengan kelapangan entah dengan kesusahan.

Semua itu akan menjadi kebaikan bagi seorang yang beriman. Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sudah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

_“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.”_

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 2999)

Di dalam penutup ini, Syaikh Abdurrazaq mengatakan bahwa ketika musibah menimpa seseorang hendaknya seorang muslim itu bersungguh-sungguh menerimanya dengan kesabaran dan mengharapkan pahala, karena Allāh telah menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang bersabar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ

_”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”_

(QS Az Zumar: 10)

Dahulu Āisyah radhiyallāhu ‘anhā pernah bertanya kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam tentang wabah tha’un, lalu Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab:

أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

_”Sesungguhnya tha’un itu dahulunya merupakan adzab yang Allāh kirim kepada hamba-hamba yang Dia kehendaki. Kemudian Allāh menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Maka itu, tidaklah seorang hamba berada di suatu negeri yang tersebar padanya wabah tha’un, lalu ia tetap menetap di sana dengan penuh kesabaran, ia yakin bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah Allāh tetapkan baginya, melainkan baginya pahala seperti orang yang mati syahid.”_

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 5734)

Kalau 4 hal ini terpenuhi pada seorang muslim yaitu:

⑴ Tetap tinggal di daerah tersebut.
⑵ Bersabar.
⑶ Mengharap pahala dari Allāh.
⑷ Dia yakin dan tahu bahwa tidak akan menimpanya kecuali yang telah Allāh tetapkan maka ia akan mendapatkan pahala syahid.

Ibnu Hajar rahimahullāh menyatakan berkaitan dengan orang yang memenuhi empat syarat di atas, dia akan diberikan pahala mati syahid,

اقتضى منطوقه أن من يتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد و إن لم يمت

_”Sesuai dengan apa yang terucap dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang sesuai mantuqnya, siapa yang bersifat dengan sifat-sifat yang disebutkan maka dia memperoleh pahala syahid walaupun dia tidak meninggal dunia.”_

Walaupun dia tidak meninggal dunia gara-gara wabah ini, jika dia memenuhi empat syarat ; tetap tinggal di daerah tersebut, bersabar, kemudian mengharap pahala dari Allāh, dia yakin dan tahu bahwa itu sudah merupakan ketetapan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tidak akan menimpanya kecuali yang telah Allāh tetapkan, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.

Apapun yang menimpa kita, kita harus mengembalikan urusan kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan selalu memilih jalan yang terbaik untuk kita bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Kita raih pahala pada setiap apa yang menimpa diri kita, baik itu kebaikan maupun keburukan. Baik itu kelapangan atau kesempitan. Baik itu kekayaan atau kemiskinan. Semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi seorang mukmin.

Semoga pembahasan kitāb 10 wasiat perlindungan diri dari wabah ini bermanfaat.

Wallāhu Ta’āla A’lam bishawāb.

وصلى الله على نبينا محمد
____________________

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top