Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 005: Muqaddimah (bagian 05)

Halaqah 005: Muqaddimah (bagian 05)


🌍 BimbinganIslam.com
👤 Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitab At-Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Berikutnya pengarang mengatakan:

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

_”Aku tidak menciptakan jinn dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”_

(QS Adz Dzāriyāt: 56)

Para ulamā tatkala menafsirkan: يَعۡبُدُونِ adalah yuwahhidun.

Kita perhatikan ayat ini.

“Dan tidaklah Aku ciptakan.”

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Al Khaliq (Dzat yang Maha Pencipta), pencipta langit dan bumi.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, Dzat yang memberikan kepada kita suatu pernyataan:

“Sesungguhnya Dialah Allāh, Dzat yang Maha Pencipta (Al khaliq Al Bāri).”

Apakah yang Allāh ciptakan?

Dialah Allāh Rabbul Ālamīn.

Ketika kita berbicara Ālamīn, maka Ālamīn adalah jinn, manusia dan yang lainnya, itu adalah alam.

Penyebutan jinn didahulukan baru setelah itu penyebutan manusia.

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Begitu kita lihat ayat ini:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ

Kenapa jinn didahulukan dan penyebutan manusia diakhirkan? Padahal ketika kita berbicara ilmu, tentunya manusia jauh lebih mulia jika dibandingkan dengan jinn.

Tetapi kenapa jinn lebih dahulu disebutkan?

Jawabannya adalah:

Karena penciptaan jinn lebih awal dibandingkan penciptaan manusia.

Di ayat lain Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga menyebutkan:

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ۞ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

_”Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia dari (golongan) jin dan manusia.”_

(QS An Nās: 5-6)

Ayat di atas menyebutkan jinn dahulu baru manusia.

Tadi telah kita sampaikan bahwasanya, penyebutan jinn lebih dahulu dari manusia karena penciptaan jinn lebih awal dibanding penciptaan manusia.

Jinn adalah makhluk Allāh dan Allāh menyebutkan:

إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

_”Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”_

(QS Al ‘Arāf: 27)

Subhānallāh.

Nikmat tatkala kita tidak melihat jinn. Tatkala kita berada di masjid di sana ada majelis ilmu, ada kaum muslimin yang hadir begitu juga ada jinn yang hadir.

Sebagaimana manusia ada yang muslim ada pula yang kafīr, demikian pula jinn ada yang muslim ada pula yang kafīr.

Oleh karena itu kita dianjurkan banyak membaca do’a agar dijauhkan dari gangguan jinn.

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ۞ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

Sebagian jinn beriman kepada Allāh.

Bagi yang ingin mendalami pengetahuan tentang masalah jinn (bagaimanakah jinn beriman kepada Allāh), bisa buka surat Al Jinn.

Maka tidak benar bila ada sebagian orang yang memahami, bahwasanya jinn itu tidak ada. Jinn itu ada dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan di dalam ayat-Nya

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ

Di dalam Al Qurān terdapat surat Al Insān, manusia diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Manusia adalah makhluk Allāh yang terhormat, manusia adalah makhluk Allāh yang bermartabat, manusia adalah makhluk Allāh yang mulia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ

_”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Ādam.”_

(QS Al Isrā’: 70)

Dalam ayat lain Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ

_”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”_

(QS At Tīn: 4)

Dan manusia adalah sebaik-baik bentuk. Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan nikmat kepada manusia berupa panca indera.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla ciptakan manusia dalam keadaan terhormat, tatkala manusia berdiri kepalanya di atas, tatkala manusia duduk kepalanya di atas, tatkala manusia tidur (mengambil bantal) dan kepalanya tetap berada di atas.

Coba perhatikan ayam.

Tatkala ayam berjalan, kepalanya di atas, tatkala ayam makan, maka ekor ayam tersebut lebih tinggi dibandingkan kepalanya.

Kita perhatikan kambing.

Kepala kambing sejajar dengan punggungnya, sejajar dengan badannya, begitu kambing makan, maka ekornya (pantatnya) lebih tinggi daripada kepalanya.

Tetapi manusia adalah makhluk yang mulia maka kemuliaan yang ada pada manusia hendaknya dijadikan syukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla : إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ.

Yang dimaksud dengan: يَعۡبُدُونِ , adalah yuwahhidun, meng-Esakan Allāh Subhānahu wa Ta’āla dalam perkara ibadah.

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Demikian kajian kita pada kesempatan kali ini, in syā Allāh pada pertemuan yang akan datang kita akan bahas lanjutan dari pembahasan Kitābu At Tauhīd yaitu apakah arti ibadah.

In syā Allāh akan kita sampaikan pada pertemuan yang akan datang.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top