Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 06 ~ Mencari Ilmu Bukan Karena Allah (5) – Penjelasan Adz-Dzahabi tentang perkataan “ilmu enggan mendatangi seseorang sampai dipersembahkan kepada Allah secara ikhlas”

Materi 06 ~ Mencari Ilmu Bukan Karena Allah (5) – Penjelasan Adz-Dzahabi tentang perkataan “ilmu enggan mendatangi seseorang sampai dipersembahkan kepada Allah secara ikhlas”

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Berkata imam ad-Dzahabi rahimahullah, “Ada orang yang mencari ilmu bukan karena Allah, maka ilmu pun enggan untuk mendatangi orang tersebut sehingga niatnya murni karena Allah”. Ketika menjelaskan point ini imam ad-Dzahabi mengatakan “Iya benar, awalnya seseorang mencari ilmu dan yang memotivasi dia mencari ilmu adalah suka terhadap ilmu, ingin menghilangkan kebodohan dari dirinya atau yang sejenis itu dia belum tau tentang kewajiban ikhlas, tentang benarnya niat hanya sekedar menambah wawasannya saja tadi. Ketika dia sudah mengetahui dia pun instropeksi, dia memuhasabah dirinya lalu ilmunya mengajarkan dia untuk takut terhadap buruknya niat mencari ilmu, akhirnya datanglah niat yang benar itu baik seluruhnya maupun sebagian, dan dia tobat dari niat-niat yang keliru dan menyesal telah memiliki niat seperti itu. Dan tanda-tanda dari hal itu adalah :

Pertama dia tidak banyak menuntut apapun dari hak-hak orang yang berilmu, tidak menuntut dihormati dari orang, diagungkan orang, dimuliakan orang, diapresiasi orang, dipuji orang, disanjung orang, dia mengurangi perdebatan dengan orang, juga dia mengurangi diri dari memperbanyak niat wawasan pengetahuan tadi. Ilmu itu awalnya untuk memperbaiki diri bukan untuk alat berdebat, bukan untuk aktualisasi diri, eksistensi diri, dia banyak memaki mencela kekurangan dirinya, kekurangan didalam hal memahami dan mengamalkan, bukan untuk mengorek-ngorek kekurangan orang lain dengan ilmunya sekalipun ilmunya itu banyak. Dia banyak menghindari perkataan “Saya lebih berilmu dari si fulan” itu sangat jauh dari dirinya. Hal ini dikatakan oleh imam ad-Dzahabi dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala.

Ada sebuah kisah, dikisahkan ada seseorang laki-laki pemuda yang miskin, dia mau melamar seorang wanita yang memiliki status sosial dan kecantikan, wanita ini menolak karena kefakiran pemuda itu dan juga karena status sosialnya. Si pemuda ini berfikir dengan apa agar bisa dipinang apakah dengan harta ataukah dengan kedudukan, dengan kehormatan, akhirnya dia lebih memilih mencari kedudukan, kehormatan, akhirnya dia belajar ilmu, setelah belajar kemudian dia menjadi pintar. Maka jadilah dia menjadi seseorang yang mempunyai kedudukan, setelah itu tiba-tiba datang utusan dari wanita yang dulu dia lamar, wanita ini menawarkan dirinya untuk menjadi istrinya. Itu efek dari ilmu, dengan ilmu kehormatan teraih, hartapun teraih. Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya dibanding ilmu, ilmu itu bisa meraih apapun. Kenapa demikian ? kenapa pemuda itu bisa meraih semuanya, bukankah dengan niat awal mencari ilmu itu keliru dengan tujuan agar bisa melamar wanita, tetapi kenapa dia berhasil ? jawabannya adalah karena ilmu menuntun dia untuk memperbaiki niat, akhirnya niatnya terluruskan setelah itu dia menjadi alim yang kholis, yang amil bi’ilmih, seorang yang berilmu yang ikhlas mengamalkan ilmunya setelah itu dia pun meraih kemuliaan. Ini termasuk kedalam ayat إنما يخشى الله من عباده العلماء (Al-Fathir: 28) “Hanyalah orang-orang yang takut kepada Allah dikalangan hamba-hambanya ialah orang-orang yang berilmu (ulama)”. Dia waro’ ketika mencari ilmunya dengan meninggalkan wanita yang dahulu dia mencari ilmu karena wanita itu. Cita-cita seperti itu dia sisihkan untuk fokus ikhlas karena Allah azza wajalla dan dia berhasil.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *