Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 04 – Menuntut Ilmu Bukan Karena Allah (3) – Pentingnya ketakwaan dalam menuntut ilmu

Materi 04 – Menuntut Ilmu Bukan Karena Allah (3) – Pentingnya ketakwaan dalam menuntut ilmu

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Berkata Sahnun rahimahullah “Ibnu Qasim ketika mengajar selalu menyelipkan perkataan yang luar biasa yaitu “ittaqullah” bertaqwalah kalian kepada Allah. Karena sedikitnya ilmu ini bila disertai dengan ketaqwaan maka akan menjadi banyak. Sebaliknya banyaknya ilmu ini bila tidak disertai dengan ketaqwaan akan menjadi sedikit.” (dikutip oleh imam ad-Dzahabi dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala)

Berkata Yusuf bin Al-Husain rahimahullah “Aku mendengar Dzunnun Al mishri berkata, ‘Dahulu para ulama suka saling memberi wejangan dengan tiga perkara ini dan saling surat menyurati memberi tiga wejangan dengan isi berikut ini. Wejangan pertama siapa orang yang memperbagus sarirohnya maka Allah akan memperbagus alaniyahnya. Apa itu sarariroh dan alaniyah ? Sariroh ialah perkara-perkara yang sifatnya sirih yakni batin kita, hati kita, jiwa kita ini yang tersembunyi dari pandangan manusia hanya pemiliknya saja dan Allah yang mengetahui serta ada malaikat pencatat dan juga tau isi hati manusia. Kata para ulama wejangan pertama ini yakni siapa yang memperbagus aspek batinnya, hati ini keikhlasannya, khaufnya, mahabbahnya, rodjanya, tawakalnya kepada Allah, muroqobahnya diperbagus maka Allah akan memperbagus alaniyahnya (sebaliknya dari yang batin yakni lahiriahnya). Alaniyah ini ada 2 yang pertama memperbagus amalan-amalannya yang dzahir yang terlihat oleh manusia, ucapan dan amalan yang akan Allah baguskan. Kedua, kondisi fisikis yaitu penilaian dan pandangan orang kepada dia itu menganggap secara fisik bagus karena keindahan akhlaq, karena kebersihan hati orang itu, kebagusan hati dan jiwa orang itu dan orang itu menjadi sumber simpati bagi semua orang dan orang menjadi senang terhadapnya. Wejangan yang kedua siapa orang yang memperbaiki hubungan diantara dia dengan Allah, sholatnya dia perbaiki, niatnya keikhlasannya dia perbaiki, dan semua yang berkaitan antara dia dengan Allah secara langsung, do’anya lebih intensif atau sering berdo’a. Allah makin sering diminta maka semakin senang, Allah berfirman :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

(Berdo’alah kepadaku niscaya akan kuperkankan bagimu /al-mukmin :60)

Dan itulah salah satu diantara makna ar-rahman dan ar-rahim. Sebagian ulama seperti imam ibnu katsir rahimahullah ketika menafsirkan makna ar-rahman dan ar-rahim, makna ar-rahman adalah apabila Dia diminta maka Dia akan mencintai hambanya dan ar-rahim adalah apabila Dia tidak diminta maka Dia marah. Allah itu kalau tidak diminta akan marah kepada orang yang tidak meminta kepada-Nya. Maka sering-seringlah kita meminta kepada Allah baik secara langsung atau dengan berdoa saja itu sudah bernilai ibadah, menggugurkan dosa, menambah pahala, dan meninggikan derajat. Orang yang memperbaiki hubungan dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubungan dia dengan sesama manusia. Coba kalau umpamanya sesama kita ada yang memiliki hubungan yang jelek dengan seseorang siapapun orang itu baik sodara, tetangga, sahabat, kerabat, atau malah siapa yang mengatur kurang bagusnya hubungan kita dengan orang lain yakni Allah azza wajalla. Siapa yang memperbaiki hubungannya tadi maka Allah yang memperbaikinya. Bagaimana caranya ? ada dua vertikal dan horizontal. Vertikalnya semakin berdo’a kepada Allah “Ya Allah satukan kembali hati saya dengan dia”, sering berdo’a seperti itu dan perbaiki hubungan kita dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia. Wejangan ketiga siapa orang yang memperbaiki urusan akhiratnya maka Allah akan memperbaiki urusan dunianya. Maka cobalah memperbaiki urusan akhirat kita, perbaiki sholat kita, ibadah kita, shaum kita, tholabul ilmi kita lebih sungguh-sungguh lagi dan semua urusan akhirat kita perbaiki maka Allah akan perbaiki urusan dunia kita. (wejangan atau riwayat diatas dinukil oleh imam ad-Dzahabi dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

3 thoughts on “Materi 04 – Menuntut Ilmu Bukan Karena Allah (3) – Pentingnya ketakwaan dalam menuntut ilmu”

  1. Pingback: KITAB AWAAIQ ATH-THALAB oleh SYAIKH ABDUSSALAM BARJAS (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu) – friendlybooster

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *