Home > Bimbingan Islam > Bekal Bulan Ramadhan > Halaqah 08 : Orang Yang Wajib dan Tidak Wajib Berpuasa Ramadhān

Halaqah 08 : Orang Yang Wajib dan Tidak Wajib Berpuasa Ramadhān

🎙 Ustadz Muhammad Ihsan, M.HI حفظه لله تعالى
📗 Kitāb Majalis Syahri Ramadhān (مجالس شهر رمضان)
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin حفظه لله تعالى
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله وأصحبه ومن والاه، ولا حول ولاقوة الا بالله أما بعد

Ikhwaniy wa Akhawatiy A’ādzakumullāh.

Sebagaimana yang telah kita pahami bahwasanya puasa bulan Ramadhān merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap orang yang merasa beriman kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Namun kepada siapa saja Allāh Subhānahu wa Ta’āla mewajibkan puasa Ramadhān ini?

Apakah semua orang Allāh wajibkan?

Maka para ulama rahimahullāh, mereka telah menjelaskan orang-orang yang diwajibkan untuk melaksanakan puasa.

Mereka mengatakan, orang yang wajib berpuasa adalah:

⑴ Orang yang beragama Islam.
⑵ Berakal.
⑶ Baligh.
⑷ Dia mampu berpuasa.
⑸ Muqim dia tidak sedang safar.
⑹ Dia tidak ada satu keadaan yang menghalanginya untuk melaksanakan puasa (و سلم من الموانع).

Oleh karenanya ketika terpenuhi syarat-syarat ini, wajib bagi seseorang untuk melaksanakan puasa. Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ

_”Barangsiapa memenuhi syarat-syarat ini (kriteria tersebut) dan dia ada di bulan Ramadhān maka wajib baginya untuk melaksanakan puasa.” (QS. Al-Baqarah: 185)_

Orang-orang yang tidak memenuhi syarat ini, maka tidak wajib baginya untuk melaksanakan berpuasa.

Seperti orang kafir, orang kafir tidak diwajibkan atasnya berpuasa. Dia tidak disuruh untuk melaksanakan puasa dan apabila dia masuk Islām maka dia tidak disyari’atkan untuk mengganti puasa-puasanya yang tidak dia laksanakan ketika dia dalam keadaan kafir.

Begitu juga dengan anak yang belum baligh (anak yang masih kecil) maka tidak diwajibkan untuknya berpuasa. Namun sejatinya bagi para orang tua untuk mengajarkan mereka untuk melaksanakan ibadah puasa, ketika mereka telah tamyiz, sudah bisa membedakan, sudah bisa berniat.

Maka hendaklah orang tua walaupun mereka belum baligh, untuk memotivasi mereka untuk melaksanakan puasa agar ketika mereka baligh (diwajibkan) untuk melaksanakan puasa mereka mampu untuk melaksanakannya dan mereka tidak kesulitan untuk melaksanakannya.

Begitu juga orang yang tidak diwajibkan berpuasa adalah orang yang kehilangan akalnya, karena akal merupakan syarat wajibnya berpuasa. Orang yang kehilangan akalnya seperti orang yang gila atau orang yang telah lanjut usia dan mengalami kepikunan, dia tidak bisa lagi membedakan, dia tidak bisa lagi berniat, dia tidak tahu puasa itu apa dan sebagainya karena pikunnya. Maka orang seperti ini tidak diwajibkan untuk berpuasa bahkan tidak disyari’atkan untuk berpuasa.

Karena العَقْل (akal) merupakan syarat seseorang diwajibkan untuk berpuasa dan syarat sahnya orang berpuasa adalah ketika dia berakal, karena puasa tidaklah sah kecuali dengan niat dan niat tidak akan muncul dari orang-orang yang tidak memiliki akal.

Begitu juga dengan orang-orang yang tua tetapi dia masih berakal, namun berat baginya untuk melaksanakan puasa karena usianya. Tidak mampu lagi dia melaksanakan puasa, maka orang seperti ini ketika dia tidak sanggup lagi melaksanakan puasa dia tidak wajib untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhān.

Akan tetapi kewajibannya adalah diganti dengan membayar fidyah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Malik radhiyallāhu ‘anhu ketika beliau lanjut usia, maka beliau radhiyallāhu ‘anhu tidak melaksanakan puasa namun beliau mengganti dengan membayar fidyah yaitu dengan satu mud.

Kalau seandainya kita hitung kira-kira 0,75 kg beras misalkan. Maka dikeluarkan setiap hari dia tidak berpuasa, misalkan 30 hari Ramadhān maka 30 mud harus dia keluarkan untuk diserahkan kepada fakir miskin atau dia bisa memasak makanan (memberikan makanan matang) kepada satu orang miskin perhari yang dia tidak berpuasa pada hari tersebut.

Wallāhu ta’āla a’lam.

Ini yang bisa kita sampaikan pada pertemuan kali ini.

وصلى الله على نبينا محمّد وعلى آله وصحبه وسلم ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

____________________

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top