Home > Bimbingan Islam > Bekal Bulan Ramadhan > Halaqah 07 : Adab Membaca Al-Qur’ān

Halaqah 07 : Adab Membaca Al-Qur’ān

🎙 Ustadz Ibnu Ali Sutopo, M.Si حفظه لله تعالى
📗 Kitāb Majalis Syahri Ramadhān (مجالس شهر رمضان)
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin حفظه لله تعالى
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم ألى يوم الدين

Bapak ibu, saudara-saudari sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Al Qur’ān adalah kitab yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Diantara bentuk keberkahan Al Qur’ānul Karīm adalah Allāh pilih bulan suci Ramadhān sebagai bulan untuk berpuasa bagi kaum mukminin.

Kenapa?

Karena di bulan Ramadhān diturunkan Al Qur’anul Karīm. Kitab yang berkah sehingga bulannya pun menjadi bulan yang berkah, masyā’Allāh.

Lalu untuk kita bisa mengoptimalkan bulan Ramadhān ini, untuk bisa meraup keberkahan dari Al Qur’ān sebanyak-banyaknya, apa saja yang harus kita lakukan?

⑴ Hendaklah kita memperbanyak membaca Al Qur’anul Karīm.

Jadi untuk meraup keberkahan dari Al Qur’ān, kita memperbanyak untuk tilawatul Qur’ān.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

_”Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur’ān maka dia akan mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali lipatnya.”_

(Hadīts shahīh riwayat At Tirmidzi).

Masyā’Allāh.

Tidak ada kitab yang ada di dunia ini yang seperti Al Qur’ānul Karīm. Dimana membaca hurufnya saja, walaupun tidak paham maknanya dia mendapatkan kebaikan (keberkahan).

Tidak ada, kecuali Al Qur’ānul Karīm

Maka kita perbanyak membaca Al Qur’ānul Karīm di bulan Ramadhān ini.

Kemudian untuk mendapatkan keberkahan Al Qur’ānul Karīm:

⑵ Mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur’ān.

Barangkali, namanya manusia kadang-kadang capek untuk membaca Al Qur’ān, kadang lagi kurang semangat untuk membaca Al Qur’ān. Maka untuk meraih keberkahan Al Qur’ān kita bisa mengganti dengan mendengarkan Al Qur’ān. Kita bisa memutar muratal atau meminta teman kita untuk membaca Al Qur’ān kemudian kita mendengarkannya. Maka kita pun mendapatkan keberkahan Al Qur’ān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Dan apabila dibacakan Al Qur’ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”_

(QS. Al A’rāf: 204)

Dengarkan baik-baik (diam), agar apa?

لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Agar kalian mendapatkan rahmat.”_

Rahmat Allāh turun diantaranya karena mendengarkan Al Qur’ānul Karīm.

Masyā’Allāh.

⑶ Apabila kita ingin memperbanyak dalam mendapatkan keberkahan Al Qur’ān kita mulai tadabbur Qur’ān.

Kita tadabbur dengan adab-adab yang baik. Kita pahami kandungan ayat per ayat. Karena memang ini adalah diantara tujuan diturunkan Al Qur’ānul Karīm, agar kita mendapatkan keberkahan Al Qur’ān, mendapatkan banyak pelajar. Nasihat-nasihat dari Allāh yang terdapat di dalam Al Qur’ān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

_”Kitab Al Qur’ān adalah kitab yang diberkahi supaya orang-orang mentadabburi ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapatkan pelajaran.”_

(QS. Shad: 29)

Ini adalah berkah dari Al Qur’ānul Karīm. Banyak pelajaran yang dapat kita petik untuk bisa menjadikan hati kita lunak, menjadi akhlak yang lebih baik dengan memperbanyak diri tadabbur Al Qur’ān.

Kemudian Keberkahan Qur’ān juga bisa diraih bagi orang yang dia menghafal Al Qur’ānul Karīm.

⑷ Menghapal Al Qur’ānul Karīm

Kita mulai, kita menghafal dari ayat-ayat yang menurut kita mudah karena keberkahan Al-Qur’ān juga diberikan bagi orang yang mau menjadikan dirinya menjadi salah satu dari penghafal Al Qur’ān.

Tidak harus menghafal seluruh ayat Al Qur’ān. Kita bisa menghafal beberapa ayat dari Al Qur’ān atau surah dari Al Qur’ān. Intinya kita berusaha untuk menghafal Al Qur’ānul Karīm.

Sebagai misal:

Ada dua toko yang disewa, toko A dan toko B.
Toko A isinya (misalnya) ketela.
Toko B isinya (misalnya) Emas.

Mungkin biaya sewanya sama, tapi ketika sudah diisi maka nilainya berbeda. Tentunya toko yang diisi dengan Emas nilainya jauh lebih tinggi.

Kenapa? karena dilihat dari isinya.

Kita diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kita memiliki hati. Apabila hati ini diisi dengan Al Qur’ānul Karīm tidak ada yang lebih mulia dibandingkan Al Qur’ānul Karīm.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ أحْسَنَ الحَديثِ كِتَابُ اللَّهِ،

_”Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”_

Allāh menjadikan dada penghapal Al Qur’ān sebagai penyimpan dari kalam-Nya yang mulia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌۭ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ …

_”Bahkan Al Qur’ān adalah ayat-ayat yang jelas yang tersimpan di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.”_

(QS. Al Ankabut: 49)

Allāh menjadikan dada orang-orang yang menghafal kitab-Nya untuk menyimpan kalam-Nya yang mulia. Dan Allāh sifati dengan orang-orang yang diberikan ilmu. Bahkan Allāh akan memberikannya kemuliaan besok di akhirat (In syā Allāh).

Penghafal Al Qur’ān membaca Al Qur’ān dengan tartil. Setiap ayat yang dia baca akan menaikkan tingkatnya surga. Tangga surga dinaiki satu tangga demi tangga, kemudian mencapai puncak surga yang tertinggi. Diantara sebabnya adalah membaca Al Qur’ānul Karīm.

Setiap satu ayat dia akan naik satu tingkat, satu ayat lagi dibaca dengan hafalannya satu tingkat lagi. Dia naik sampai mencapai tingkat yang tertinggi sesuai dengan hafalan yang dia bawa. Sehingga sebagian ulama menyebutkan bahwasanya jumlah tangga di dalam surga adalah sebanyak ayat di dalam Al Qur’ān, masyā’Allāh.

Mari mulai untuk menghafal kalam Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kemudian keberkahan Al Qur’ān juga akan didapatkan, dan ini yang penting, bagi orang yang mengamalkan Al Qur’ānul Karīm.

⑸ Mengamalkan Al Qur’ānul Karīm

Ini penting, kita beramal dengan kandungan Al Qur’ān dan kita praktekkan dalam diri kita. Kita amalkan dalam keseharian kita, karena tujuan Al Qur’ān untuk diamalkan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Dan Al Qurān ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”_

(QS. Al An’ām:155)

Al Qur’ān adalah kitab diberkahi, yang penuh berkah.

Apa nasihat Allāh?

فَٱتَّبِعُوهُ

_”Maka ikutilah dia.”_

Ikuti apa yang terdapat dalam Al Qur’ān, ikuti hukum-hukumnya.

وَٱتَّقُوا۟

_”Dan bertakwalah.”_

Artinya, jalankan perintahnya, tinggalkan larangannya.

لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Agar kalian mendapatkan rahmat dari Allāh.”_

Kemudian yang terakhir di antara keberkahan Al Qur’ān adalah:

⑹ Keberkahan Al Qur’ān bagi Orang yang Mau Belajar dan Mendakwahkannya.

Keberkahan Al Qur’ān akan diperoleh bagi orang yang mau belajar dan mau mendakwahkan Al Qur’ānul Karīm. Kita ingin menjadi orang yang terbaik. Terbaik bukan di mata makhluk tapi terbaik di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sudah memberitakan bagaimana kita bisa menjadi salah satu orang yang terbaik.

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خَيرُكُم من تعلَّمَ القرآنَ وعلَّمَهُ

_”Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar dan mengajarkan Al Qur’ān.”_

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri).

Di bulan Ramadhān, bulan Al Qur’ān, mari kita raup keberkahan sebanyak-banyaknya dengan banyak berinteraksi dengan Al Qur’ān. Baik dengan membaca, mendengarkan, mentadabburi maupun menghafalnya kemudian mengamalkannya. Dan kita belajar dan mengajarkan Al Qur’ān.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

وصلى الله وعلى نبينا و حبيبنا المصطفى محمد و على آله وصحبه وسلم

____________________

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top