Home > Grup Islam Sunnah > Kitab Sifat Shalat Nabi ﷺ > Halaqah 58 – Pembahasan Membaca Al Fatihah ~ Membaca Aamiin dan Imam Mengeraskannya

Halaqah 58 – Pembahasan Membaca Al Fatihah ~ Membaca Aamiin dan Imam Mengeraskannya

🌍 Grup Islam Sunnah | GiS
🎙 Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A.
📗 صفة صلاة النبي ﷺ من التكبير إلى التسليم كأنك تراها
📝 Syaikh Al-Albani رحمه الله
~~~•~~~•~~~•~~~•~~~

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Minattakbiri ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Pada kajian kita kali ini akan membahas :

  –    التَّأمِينُ وَجَهْرُ الإمامِ بِهِ   –

“Masalah membaca Aamiin dan ketika membaca Aamiin, maka imam mengeraskannya”

Jadi imam mengeraskan ketika membaca Aamiin. Ini sunnah, dan banyak ditunjukkan oleh hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syaikh Albani رحمه الله تعالى mengatakan:

ثم ❲ كان صلى الله عليه و سلم إذا انتهى من قراءة الفاتحة قال: [ آمين ]  ❳

“Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu ketika Beliau selesai membaca Al-Fatihah, maka Beliau mengatakan ‘Aamiin’.”

❲ يَجْهَر ❳

“Beliau mengeraskan Aamiin-nya”

❲ و يمد بها صوته ❳

“Dan beliau memanjangkan suaranya”

-> maksudnya memanjangkan bacaan Aamiin-nya: “Aamiiiinn…”

Dan ini Beliau sebagai seorang imam. Kadang-kadang imam tidak mengeraskan bacaan Aamiin-nya. Ini kurang afdhal. Yang lebih afdhal adalah imam mengeraskan bacaan Aamiin-nya dan memanjangkan bacaan tersebut.

وكان يأمر المقتدين بالتأمين بُعَيْدَ تأمين الإمام

“Dan dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada makmum untuk membaca Aamiin juga, setelah bacaan Aamiin-nya imam”

Tapi setelahnya, setelah yang sedikit. Jadi tidak setelah selesai Aamiin-nya imam, tidak. Tapi lebih, bisa dikatakan membarengi imam tapi tidak bareng secara utuh.

Di sini [ بُعَيدَ تأمين الإمام ] ; setelahnya tapi bukan setelah yang utuh, bukan imam membaca ‘Aamiin’ – selesai, kemudian makmum ‘Aamiin’, tidak. Tapi berbarengannya: makmum masih dibelakangnya imam. Membacanya makmum setelah membacanya imam ta’min ‘Aamiin’, tapi tidak setelah selesainya. Jadi Aamiin-nya tetap berbarengan, tapi makmum bacaan Aamiin-nya tetap setelah selesai imam.

فيقول: ❲ إذا قال الإمام : ❳

“Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: apabila Imam membaca:”

{ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ }

❲ فقولوا : آمين ❳

“Maka katakanlah wahai makmum: ‘Aamiin'”

[ فإن الملائكة تقول : آمين ]

“Karena para malaikat itu membaca Aamiin juga”
(ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah-nya)

[ وإن الإمام يقول : آمين ]

“Dan Imam juga membaca Aamiin”

( وفي لفظ: )

“Dalam redaksi yang lain:”

( إذا أمَّن الإمام فأمِّنوا )

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan: “Apabila imam membaca ‘Aamiin’, maka aminkanlah”

Apabila imam membaca Aamiin, maka bacalah Aamiin juga.

❲ فمن وافق تأمينه تأمين الملائكة، غفر له ما تقدم من ذنبه ❳

“Apabila ada orang yang bacaan Aamiin-nya berbarengan dengan bacaan Aamiin-nya malaikat, keutamaannya: dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”

Sering kali orang ketika mendengar keutamaan seperti ini, sering kali menyepelekan. Padahal ini keutamaan yang besar. Kalau ditanya dosa-dosa yang telah lalu ini berapa? Banyak sekali. Karena di situ tidak ada batasan hari, tidak ada batasan tahun. Dosa-dosa manusia yang telah lalu, ini dosa yang banyak. Coba kalau umurnya 30 tahun, dosa-dosa yang telah lalu ketika dia umur 30 tahun, berapa dosanya? Banyak. Coba kalau umurnya 60 tahun, dikatakan dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, berapa itu? Banyak sekali. Dan ini keutamaan yang besar. Apabila Aamiin kita berbarengan dengan Aamiin-nya malaikat, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

Dalam sebuah redaksi yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyabdakan:

❲ إذا قال أحدكم في الصلاة : آمين ❳

“Apabila salah seorang dari kalian membaca di dalam shalatnya: Aamiin”

❲ والملائكة في السماء : آمين ❳

“Dan malaikat yang ada di langit juga mengatakan: Aamiin”

❲ فوافق أحدهما الآخر ❳

“Dan Aamin-nya salah satu dari keduanya berbarengan dengan Aamiin salah satu dari keduanya yang lain”

❲ غفر له ما تقدم من ذنبه ❳

“Maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”
(ini maknanya sama dengan yang tadi)

Intinya, kalau Aamin-nya kita berbarengan dengan Aamiin-nya malaikat setelah imam selesai membaca Al-Fatihah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

______

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga  menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa ‘Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top