Halaqah 11 : Iman Kepada Malaikat Allāh ﷻ
🌍 BimbinganIslam.com
🎙 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA حفظه لله تعالى
📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
〰〰〰〰〰〰〰
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد
Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.
In syā Allāh kita melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.
Dan kita In syā Allāh masuk pada pembahasan:
▪︎ IMAN KEPADA MALAIKAT (الإيمان بالملائكة)
Yang dimaksud dengan malaikat adalah:
عالم غيبي مخلوقون عابدون لله تعالي
Ini termasuk perkara ghaib, malaikat adalah makhluk Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang tidak memiliki sifat-sifat apapun dari sifat ketuhanan Allāh. Para malaikat adalah hamba-hamba Allāh yang beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
وليس لهم من خصائص الربوبية والألوهية شيء
Pada diri malaikat tidak ada sifat Rububiyyah dan Uluhiyyah. Sehingga tidak mengandung sifat ketuhanan apapun.
خلقهم الله تعالى من نور
Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan malaikat dari cahaya.
ومنحهم الانقياد التام لأمره
Dan Allāh mengaruniakan malaikat tunduk dan patuh secara sempurna terhadap segala perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
والقوة على تنفيذه
Dan Allāh mengaruniakan kekuatan untuk mewujudkan semua perintah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Inilah malaikat.
Sehingga malaikat adalah makhluk yang termasuk perkara ghaib (tidak kita lihat) tetapi ada dan dia adalah hamba Allāh yang beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tidak ada padanya sifat ketuhanan, Allāh ciptakan dari cahaya dan memiliki kekuatan untuk melaksanakan setiap perintah-perintah Allāh dengan sempurna.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat Allāh Ta’āla:
وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
_”Dan para malaikat yang ada di sisi Allāh, mereka tidak sombong dari beribadah kepada Allāh._
Artinya mereka senantiasa tunduk dan patuh kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla
Dan mereka tidak pernah capek di dalam beribadah kepada Allāh.”
يُسَبِّحُونَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفۡتُرُونَ
_Mereka senantiasa bertasbih kepada Allāh malam dan siang dalam keadaan tidak pernah futur (tidak pernah ada kelesuan di dalam bertasbih, beribadah kepada Allāh)”_
(QS. Al-Anbiya’ : 19-20)
Dan jumlah malaikat tidak terbatas, kita tidak mengetahui jumlahnya, hanya Allāh yang mengetahui maksudnya itu.
Kenapa?
Datang dalam riwayat yang shahīh dari shahīhain (Al-Bukhāri dan Muslim) di mana baitul Makmur setiap hari dimasuki oleh 70 ribu malaikat.
كل يوم سبعون ألف ملك
Setiap hari ada 70 ribu malaikat yang setiap malaikat ini keluar dari Baitul Makmur tidak akan pernah kembali lagi selamanya. Terus begitu, setiap hari masuk 70 ribu malaikat begitu keluar, masuk lagi 70 ribu malaikat dan tidak pernah kembali lagi. Sehingga jumlahnya berapa kita tidak mengetahuinya.
Kemudian, sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Ta’āla.
Mengimani malaikat itu meliputi beberapa perkara,
*Yang Pertama | Mengimani wujud malaikat (الإيمان بوجودهم)*
Artinya blegernya (wujud) malaikat itu ada, bukan seperti sebagian orang yang menyimpang yang mengatakan malaikat itu hanya sekedar ungkapan kebaikan. Blegernya malaikat, wujudnya malaikat itu ada. Sehingga ada malaikat-malaikat yang diterangkan sifat-sifatnya oleh Allāh secara rinci.
*Yang Kedua | Mengimani nama-nama malaikat yang Allāh terangkan kepada kita*
Seperti Jibril, Mikail dan semisalnya. Adapun malaikat yang tidak diterangkan namanya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla kepada kita, maka kita mengimani secara global.
Jadi yang diterangkan namanya, disebutkan namanya kita imani nama-nama tersebut, sedangkan yang namanya tidak disebutkan, maka kita imani secara global.
*Yang Ketiga | Kita mengimani sifat-sifat malaikat yang Allāh sebutkan*
Apa yang Allāh sebutkan tentang sifat malaikat, maka kita mengimaninya.
Seperti (umpamanya) malaikat Jibril. Malaikat Jibril disifati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla memiliki 600 sayap, kalau sayap itu megar (terbuka) maka sayap tersebut akan menutupi ufuk. Di sinilah kita wajib mengimani malaikat yang disifati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Dan malaikat bisa berubah dalam bentuk manusia dengan kehendak atau izin dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla, seperti ketika Jibril datang di majelis ilmu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Jibril datang dalam wujud seorang laki-laki yang berpakaian rapih berwarna putih, bersih, rambutnya hitam pekat kemudian Jibril duduk di depan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan bertanya, “Apa itu Islam, Iman dan Ihsan”. Ini adalah malaikat Jibril yang berubah wujud dalam bentuk manusia.
Kemudian juga malaikat yang datang kepada Maryam untuk meniupkan ruh, kemudian malaikat yang menyerupai Al-Kalbi, kemudian malaikat yang mendatangi seseorang yang akan ziarah ke tempat saudaranya di suatu perkampungan semata karena Allāh Ta’āla.
Itu malaikat-malaikat yang disifati oleh Allāh bisa berubah menjadi manusia dengan izin Allāh Ta’āla, termasuk malaikat yang datang menemui nabiyullāh Ibrahim untuk menghancurkan kaum Sodom, kaumnya nabi Luth alayhishshalātu wassalām.
Ini adalah termasuk yang perlu kita imani tentang para malaikat.
*Poin Keempat | Mengimani tugas-tugas malaikat*
Di mana para malaikat ini memiliki beberapa tugas yang disebutkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Seperti (umpamanya):
√ Jibril yang ditugasi Allāh untuk menyampaikan wahyu.
√ Mikail yang ditugasi Allāh untuk menurunkan hujan.
√ Israfil yang ditugasi Allāh untuk meniup sangkakala di hari kiamat kelak.
√ Malaikat Al-Maut yang ditugasi Allāh untuk mencabut nyawa.
√ Malik yang ditugasi Allāh untuk menjaga neraka.
√ Ridhwan yang ditugasi Allāh untuk surga.
√ Malaikat yang ditugasi untuk mengurus janin ketika masih di rahim.
Ini semua adalah malaikat-malaikat yang dijelaskan tugasnya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla termasuk malaikat yang mencatat amal-amal kita yang baik maupun yang buruk. Ada juga malaikat yang Allāh tugaskan untuk menanyai mayit ketika mereka telah di kubur.
Ini semua adalah pembahasan yang berkaitan dengan keimanan kepada para malaikat.
Kemudian para sahabat BiAS.
Ketika kita mengimani malaikatnya, maka akan membuahkan beberapa buah yang sangat indah.
Di antaranya:
1. Ketika kita paham bagaimana malaikat, agungnya malaikat, luar biasanya malaikat, seperti Arsy itu makhluk yang paling besar yang Arsy itu dibandingkan dengan kursi Allāh seperti kursi dibandingkan Arsy Allāh seperti lempengan logam diletakkan di padang pasir. Kursinya seperti lempengan logam Arsynya seperti padang yang luas.
Kemudian langit yang tujuh dan bumi ketika dibandingkan dengan kursi Allāh seperti itu pula, seperti lempengan diletakkan di padang yang luas sehingga alangkah besarnya Arsy.
Arsy itu disangga oleh delapan malaikat, maka dengan kita mengetahui betapa hebatnya, agungnya, luar biasanya malaikat kita akan mengetahui keagungan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
2. Dengan kita mengimani malaikat akan tumbuh rasa syukur kita kepada Allāh Ta’āla, ternyata Allāh dengan nikmatnya mengirimkan malaikat yang menjaga anak Adam, sehingga ini merupakan bagian dari karunia Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk kemaslahatan manusia.
Kemudian juga kita mencintai para malaikat, karena malaikat itu makhluk yang senantiasa taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan iman itu menuntut kita untuk mencintai apa yang dicintai oleh Allāh dan makhluk yang mereka betul-betul taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Adapun kelompok yang mereka menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamā’ah yang menyelisihi ayat, di antaranya mereka mengatakan, “Malaikat itu ibarat ungkapan dari sebuah kekuatan kebaikan”, sehingga bukan makhluk yang real, ini adalah sebuah penyimpangan yang menyelisihi Al-Qur’ān dan Sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Karena Al-Qur’ān menegaskan bahwa malaikat memiliki sayap seperti yang Allāh katakan:
جَاعِلِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍۢ مَّثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۚ
_”Allāh jadikan malaikat itu sebagai utusan Allāh yang memiliki sayap, masing-masing ada yang memiliki sayap dua, tiga, empat.”_
(QS. Fāthir: 1)
Ini adalah malaikat yang memiliki sayap-sayap bagaimana dikatakan sekedar ungkapan kebaikan? Sedangkan malaikat memiliki sayap-sayap.
Kemudian juga ketika Allāh menyebutkan tentang kematian.
يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَـٰرَهُمْ
_”Malaikat memukul wajah-wajah mereka dan punggung-punggung mereka”_
(QS. Muhammad: 27)
Kemudian juga bagaimana ketika malaikat menghardik orang-orang yang zhalim ketika menjelang kematiannya.
أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ
_”Keluarlah jiwa kalian, sambil malaikat memukul, menampar mereka”_
(QS. Al-An’ām: 93)
Kemudian malaikat juga dikatakan:
إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِم
_”Ketika telah dicabut rasa takut dari hati mereka”_
(QS. Saba: 23)
Malaikat mempunyai hati dan sempat takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Kemudian juga ketika malaikat mempersilahkan Ahlul Jannah kemudian memberikan ucapan selamat
سَلَـٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ
_”Selamat atas kalian, selamaat dari kesabaran kalian”_
(QS. Ar-Rad: 24)
Kemudian ketika Allāh mencintai seorang hamba, Allāh sampaikan kepada Jibril, “Allāh mencintai seorang hamba maka cintailah wahai Jibril hamba tersebut”. Lalu Jibril mengumumkan kepada para malaikat yang ada di langit untuk mencintai hamba tersebut.
Ini semua menunjukkan bahwa malaikat adalah makhluk yang betul-betul real, setiap Jum’at, Allāh menyediakan malaikat yang berada di pintu-pintu masjid yang mencatat orang yang pertama kali masuk masjid.
Kemudian berikutnya sampai kemudian menutup catatannya ketika imam Ibnu naik mimbar.
Ini semua adalah gambaran malaikat yang harus kita imani dan itulah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamā’ah.
Semoga Allāh memberikan taufiq kepada kita tentang ketulusan aqidah kita.
Demikian.
و صلى الله عليه وسلم الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
________________