Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 068: Hadīts Ubādah bin Shāmit (10)

Halaqah 068: Hadīts Ubādah bin Shāmit (10)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه لله تعالى
📗 Kitab At-Tauhid
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً

Nabi Isa berkata:

وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

“Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menjadikan aku seorang yang sombong dan celaka”

Di sini lah Allāh firmankan:

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ

Nabi Isa berkata: وَالسَّلَامُ عَلَيَّ salam kesejahteraan untuk ku.

Kapan?

يَوْمَ وُلِدتُّ

“Dihari aku dilahirkan”

وَيَوْمَ أَمُوتُ

“Dan di hari aku diwafatkan”

وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

“Dan di hari di mana aku akan dibangkitkan nanti hidup kembali di hari kiamat”

(QS. Maryam:33)

ذَ ٰ⁠لِكَ عِیسَى ٱبۡنُ مَرۡیَمَۖ

“Itu adalah nabiyullāh Isa ibn Maryam”

قَوۡلَ ٱلۡحَقِّ

“Perkataan yang haq, perkataan yang benar-benar terjadi”

ٱلَّذِی فِیهِ یَمۡتَرُونَ

“Yang tentangnya banyak orang yang meragukan keberadaan nabiyullāh Isa”

(QS. Maryam: 34)

مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٖۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓۚ

“Tidak pantas bagi Allāh, untuk memiliki seorang anak, Maha Suci Allāh”

إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

“Jika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menghendaki sesuatu perkara, maka cukuplah bagi Allāh untuk berfirman, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.”

(QS. Maryam:35)

وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ

“Dan sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”

(QS. Maryam:36)

Demikian nabiyullāh Isa. Nabi Isa berdakwah seperti apa yang didakwahkan Nabi kita Muhammad shollallāhu ‘alayhi wa sallam, dan nabiyullāh Isa adalah hamba Allāh dan rasūl-Nya.

Maka di sinilah dari hadīts Ubādah ibn Shāmit dikatakan:

وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

“Aku adalah hamba Allāh dan Rasūl-Nya”

Begitu عَبْدُ اللهِ (hamba-Nya Allāh) bantahan untuk orang-orang Nashrani, karena sesungguhnya Nabi Isa adalah عَبْدُ اللهِ.

Orang-orang kristiani mereka mengatakan nabi Isa adalah anaknya Allāh

وَرَسُوْلُهُ

“Dan Nabi Isa adalah rosūl Allāh”

Bantahan buat orang-orang Yahudi, di mana orang-orang Yahudi mereka mengatakan nabi Isa adalah anak pelacur. Maka Allāh bantahan dengan وَرَسُوْلُهُ dia adalah rasūl-Nya Allāh.

وكَلِمَتُهُ ألْقاها إلى مَرْيَمَ ورُوحٌ منه

“Dan kalimat yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla kirimkan kepada Maryam dan ruhnya dari-Nya”

Menunjukkan nabi Isa itu berjasad, karena ada yang meyakini bahwasanya nabi Isa hanya ruh saja. Oh ,tidak! Nabi Isa berjasad dan memiliki ruh.

Allāh menyebutkan:

كان يأكلني الطعام

“Nabi isa dan ibunya, kedua-duanya makan makanan”

Begitu seseorang berbicara dia makan, maka dia minum, jika dia makan maka dia minum, jika makan dan minum menunjukkan dia pun butuh toilet, maka demikianlah kesempurnaan manusia.

Maka nabi Isa adalah manusia, Maryam juga manusia, tetapi mereka manusia-manusia pilihan Allāh, bukan orang biasa.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan:

و الجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل

“Orang yang meyakini bahwasanya surga adalah hak dan neraka adalah hak, Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan masukan dia ke dalam surga sesuai dengan amal yang dia kerjakan”.

Maka seorang mukmin meyakini bahwasanya surga itu ada, surga itu hak semua orang berharap untuk masuk surga.

Yang Allāh sebutkan di dalam penjelasan Rosūlullāh shpllallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan:

مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Surga itu belum pernah dilihat oleh mata, bahkan tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah tercinta di dalam sanubari manusia”

(Hadīts shohīh riwayat Al-Bukhori nomor 3244 dan Muslim nomor 2824)

Semua orang berharap untuk masuk ke dalam surga. Kenapa?

 لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا تَأْثِيمًا ۞ إِلَّا قِیلࣰا سَلَـٰمࣰا سَلَـٰمࣰا

“Di surga tidak ada perkara laghwu yang ada adalah ucapan salam sejahtera”

(QS. Waqi’ah:25-26)

Māsyā Allāh, nikmat surga banyak sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah memberikan penjelasan terkait dengan nikmat surga.

Dan nikmat surga, dia akan mendapatkan sesuatu yang dia kehendaki, surga semuanya nikmat, yang ada adalah nikmat dan nikmat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ

“Orang yang berada di surga mereka mendapatkan balasan karena di dunia mereka beriman dan beramal shalih dan mereka akan mendapatkan pahala yang tidak pernah terputus”

(QS. At-Tin:6)

Karena sesungguhnya nikmat surga tidak akan terputus, makanya tidak ada di surga koq ngantuk, “ngerungo no pengajian ngantuk”, tidak ada ngantuk, ataukah tidur. Juga tidak ada, di surga adanya nikmat dan nikmat.

Maka dikatakan: غَيْرُ مَمْنُونٍۢ adalah غير مقطوع tidak pernah terputus, ada sungai yang mengalir darinya madu, sungai mengalir darinya khamr, sungai mengalir darinya susu, Subhānallāh, nikmat surga.

Dan nikmat surga yang paling besar adalah melihat wajah Allāh.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan:

إنكم سترون ربكم كما ترون القمر ليلة البدر لاَ تُضَامُونَ في رُؤْيَته ولا تضارون

“Sungguh kalian akan melihat tuhan kalian sebagaimana kalian melihat rembulan di malam bulan purnama”

Bagaimana seseorang melihat rembulan di malam?

لاَ تُضَامُونَ في رُؤْيَته ولا تضارون

Orang melihat rembulan bulan purnama tidak pernah merasa sakit tatkala melihatnya dan tidak pula berdesak-desakan.

Nataufīq bihadzal qadar. Terkait dengan neraka tentunya neraka menakutkan, dan kita mohon kepada Allāh agar selamat dari keburukan neraka dan mohon kepada Allāh untuk masuk surga Firdaus dikumpulkan dengan para anbiyya.

Kita dianjurkan untuk berdo’a:

وتوفني مسلمين وألحقني بالصالحين

“Yā Allāh, wafatkan kami dalam keadaan muslim dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang sholih”

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top