Home > Bimbingan Islam > Kitab AtTauhid > Halaqah 060: Hadīts Ubādah bin Shāmit (2)

Halaqah 060: Hadīts Ubādah bin Shāmit (2)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه لله تعالى
📗 Kitab At-Tauhid
〰〰〰〰〰〰〰

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه . لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا و رسولاً رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً

Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rahimakumullāh.

Syaikh Abdul Azīz Al Hajj di Mekkah pernah memberikan penjelasan pada salah satu isi ceramah beliau, bahwasanya di zaman dahulu ada seorang suami. Pagi mau berangkat bekerja, istrinya membawakan bekal makanan dan minuman dan dia bawa bekal dan minuman tersebut ke pasar.

Istri yang di rumah menganggap dan mengira suaminya akan sarapan di pasar. Sampai di pasar ternyata makanan yang dia bawa, minuman yang dia bawa, dia bagikan kepada faqir dan miskin.

Orang-orang pasar mengatakan:

“Bapak ini, orang ini, sudah sarapan di rumah, sehingga sisa sarapannya di bawa ke pasar.”

Subhānallāh.

Orang pasar tidak tahu, kalau orang ini puasa, bahkan istrinya pun juga tidak tahu kalau suaminya berpuasa, luar biasa, إحفع الأعمل, menyembunyikan amal.

Ada seorang yang bernama Uwais Al Qarni. Uwais Al Qarni, orang yang mendapatkan pujian dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bahwasanya do’anya mustajab. Jika dia berdo’a maka dia mustajab.

Uwais Al Qarni pernah mendapatkan suatu keadaan yang berat, di mana beliau memiliki penyakit barrash yaitu penyakit belang di badannya. Dan beliau berdo’a kepada Allāh semuanya sembuh kecuali tinggal sebenar uang logam.

Dan dia (Uwais Al Qarni) sangat berbakti kepada ibunya, maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam suatu saat pernah bersabda:

“Akan datang Uwais dari Qarn, jika kalian berjumpa dengannya maka mintalah do’a darinya, karena sesungguhnya jika dia berdo’a maka do’anya akan mustajab.”

Sehingga salah satu yang diberitakan adalah jika ada orang-orang Yaman datang ke kota Madīnah, maka Umar senantiasa berkata dan bertanya:

“Apakah di antara kalian ada seorang yang bernama Uwais?” “Tidak ada,” maka Umar pun meninggalkannya.

Sampai suatu saat jawaban yang diharapkan pun datang, Umar bertanya dan berkata:

“Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais?”

Dijawab, “Ada.”

Maka Umar pun memanggilnya dan Uwais pun mendekat kepadanya, Umar berkata dan bertanya:

“Apakah dahulu engkau pernah kena penyakit barrash dan Allāh sembuhkan kecuali tinggal sebesar uang logam?”

Maka dikatakan, “iya.”

Kemudian Umar bertanya:

“Apakah dahulu engkau memiliki ibu dan engkau senantiasa berbakti kepadanya?”

Maka Uwais berkata, “Benar.”

Kemudian Umar berkata:

“Sungguh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda seperti ini: Jika kalian berjumpa dengannya (Uwais) maka mintalah do’a darinya.

Atas dasar itulah Umar bin Khaththāb meminta doa kepada Uwais agar mendo’akan.

Maka Uwais pun berdo’a. Sesudah Uwais berdo’a, maka salah satu yang ditanyakan oleh Ummar:

“Uwais, engkau mau kemana?”

Maka Uwais berkata, “Ke Kuffah.”

Maka Umar berkata:

“Aku akan berikan kepada engkau kertas dan aku akan tulis. Jika engkau sampai di sana maka gubernur akan memberikan pelayan kepada engkau.”

Apakah kata Uwais?

Uwais berkata:

“Aku hidup tenggelam dengan keadaan, tenggelam dibanyak orang, tidak terkenal di kalangan khalayak, jauh lebih aku sukai daripada aku menjadi orang yang terkenal.”

Subhānallāh.

Bagaimanakah perbedaan Uwais dengan orang-orang di zaman sekarang?

Zaman sekarang orang dikenal dengan hubbuzh zhuhur yang artinya gemar nampil. Gemar tampil, gemar atau suka tenar atau yang dikenal dengan sebutan pencitraan.

نحتفظ بهذا القدر

Matur Nuwun atas perhatiannya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top