Home > Bimbingan Islam > Tematik > Telah Datang Bulan Ramadhan (04)

Telah Datang Bulan Ramadhan (04)

🌍 BimbinganIslam.com
👤 Ustadz Arief Budiman, Lc
📗 Kajian Tematik | Ramadhan
📝 Menyambut Bulan Ramadhan
〰〰〰〰〰〰〰

*TELAH DATANG BULAN RAMADHĀN (4)*

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين أما بعد

Para pendengar rahīmakumullāh.

Ada satu hal yang harus kita perhatikan persis sebelum memasuki bulan Ramadhān. Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang kita berpuasa satu atau dua hari di akhir bulan Sya’bān sebelum masuk bulan Ramadhān.

Sebagaimana hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ

_“Janganlah salah seorang dari kalian mendahului berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhān, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka tetaplah ia berpuasa pada hari tersebut.” _

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 1914)

قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَكْرَهُونَ لِلرَّجُلِ أَنْ يَخْتَصَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ لَا يَصُومُ قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَقُ

_Al Imam At Tirmidzī (Abu ‘Isa) setelah mengeluarkan hadīts ini, beliau mengomentari bahwa hadīts Abū Hurairah ini adalah hadīts hasan shahīh dan pengamalannya menurut para ulama adalah diamalkan._

_Mereka mengatakan makruh (yaitu mengharamkan atau melarang) seseorang berpuasa sebelum masuk bulan Ramadhān (berpuasa di akhir Sya’bān karena dikhawatirkan sudah memasuki bulan Ramadhān.)_

Jika seperti ini maka dilarang!

Namun apabila seseorang sudah terbiasa berpuasa sunnah (puasa Dāwūd, Senin Kamis) atau puasa wajib karena mengqadha atau puasa nadzar, maka ini tidak mengapa menurut para ulama.

Ada satu aturan khusus kita tidak boleh berpuasa satu hari sebelum Ramadhān maksudnya di akhir Sya’bān, kecuali jika kita terbiasa puasa sunnah atau sedang melakukan puasa wajib (qadha) atau puasa nadzar.

Imam Ash Shan’ani mengatakan sebagaimana beliau sebutkan di dalam kitābnya Subulus Salam:

الحديث دليل على تحريم صوم يوم أو يومين قبل رمضان ، وإنما نهى عن تقديم رمضان لأن الشارع قد علق الدخول في صوم رمضان برؤية هلاله، فالمتقدم عليه مخالف للنص أمراً ونهياً.

_Hadīts ini adalah dalīl diharamkannya puasa satu atau dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhān._

_Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang seseorang mendahului bulan Ramadhān dengan berpuasa satu hari sebelumnya karena syari’at dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjelaskan bahwa masuknya bulan Ramadhān itu jelas dengan melihat hilal._

_Orang yang mendahulukan puasa sebelum bulan Ramadhān (akhir Sya’bān) dia menyelisihi nash (dalīl) baik perintah ataupun larangan syari’at._

Tidak boleh kita berpuasa di akhir Sya’bān dengan niat “ihtiyath” (kehati-hatian) atau khawatir sudah masuk Ramadhān, ini tidak boleh!

Menurut Imam Ash Shan’ani, orang yang mendahulukan puasa sebelum bulan Ramadhān (akhir Sya’bān) dia menyelisihi nash (dalīl) baik perintah ataupun larangan syari’at.

Demikian semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
_____

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top