Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 14 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 02)

Halaqah 14 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 02)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ke-14 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

• MENGENAL ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Kemudian beliau mengatakan:

فإذا قيل لك: بم عرفت ربك؟ فقل بآياته ومخلوقاته

Apabila ada yang bertanya bagaimana kamu bisa mengenal Rabbmu (mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla), bagaimana engkau mengetahui ilmu Allāh, kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bahwasanya Allāh Maha Kekal, Maha Hidup dan bahwasanya Dia mampu melakukan segala sesuatu.

Bagaimana kamu bisa mengenal Rabb Mu?

Maka katakan kepada mereka (yang bertanya):

“Aku mengenal Rabb-ku (Allāh Subhānahu wa Ta’āla) dengan ayat-ayatnya dan dengan makhluk-makhluk nya”

⇒ Yang dimaksud ayat-ayatnya adalah tanda-tanda (maksudnya) adalah tanda-tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menunjukkan tentang qudrah dan kuasa Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan aku mengenal Allāh dengan makhluk-makhluknya, yang telah diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

Kita mengenal Allāh dengan;

⑴ Kita mengenal Allāh dengan tanda-tanda kekuasaan Nya.
⑵ Kita mengenal Allāh dengan makhluk-makhluknya.

Dengan apa yang kita lihat, yang ada disekitar kita dan semua selain Allāh adalah makhluk Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Apabila seseorang merenungi mau bertafakur didalam ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang dia lihat, didalam makhluk-makhluk Allāh yang dia lihat, yang ada disekitar dia niscaya dia akan mengenal siapa Rabb Nya.

Dan bagaimana ilmu Nya dan bagaimana qudrah Nya, bagaimana kekuasaan Dia, yang menjadikan seseorang tunduk dan beriman dengan apa yang datang darinya berupa Al Qurān dan juga hadīts-hadīts Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla (tanda-tanda kekuasaan Allāh) banyak sekali demikian pula makhluk-makhluk Allāh.

Kemudian beliau mengatakan:

ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allāh adalah malam juga siang dan matahari dan juga bulan”

Ini adalah sebagian kecil dari tanda-tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, yang apabila seseorang mau meluangkan waktunya yang sedikit, merenung (memikirkan) tentang tanda-tanda kekuasaan ini.

Memikirkan malam, memikirkan siang dan perubahan antara malam dan siang, memikirkan dan merenungi tentang ciptaan Allāh berupa matahari dan bulan niscaya dia akan mengenal siapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Siapakah yang telah menciptakan dia dan menciptakan ayat-ayat tersebut?

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan malam dan siang dengan maksud yang agung, bukan dengan sia-sia.

Disiang hari seseorang dengan leluasa melakukan berbagai aktifitas (kegiatan) diantaranya adalah mencari maisah (bekerja) dan dijadikan waktu malam hari oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebagai waktu yang tenang yang disitu seseorang melepaskan lelahnya, beristirahat dan dengan dijadikannya disana waktu siang dan malam seseorang bisa melanjutkan kehidupannya dengan normal dan baik.

Seandainya disana tidak ada malam, dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla hanya menjadikan waktu siang saja, maka betapa banyak mudharat bagi manusia, karena tentunya lain antara beristirahat disiang hari dengan beristirahat dimalam hari, sebagaimana yang kita coba dan kita rasakan.

Seandainya waktu ini hanya siang saja, bagaimana seseorang bisa membedakan antara satu hari dengan hari yang lain.

Dan seandainya waktu ini hanya malam saja, betapa banyak mudharat yang akan dihadapi dan akan menimpa manusia, berapa listrik harus dikeluarkan selama bertahun-tahun (tidak pernah berhenti) dan betapa banyak maslahat yang tidak bisa kita lakukan ketika waktu hanya malam hari saja.

Banyak kegiatan (aktifitas) yang tidak bisa kita lakukan dimalam hari. Tetapi Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan rahmat Nya dan hikmah Nya, dan Dia lah yang mengetahui maslahat dan mudharat bagi manusia menjadikan malam dan juga siang.

⇒ Tidak dijadikan malam terus menerus dan tidak dijadikan siang terus menerus

Dan ini menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang mampu merubah siang menjadi malam dan merubah malam menjadi siang.

Kemudian beliau mengatakan:

والشمس والقمر

Demikian pula matahari dan bulan, termasuk tanda-tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang Allāh ciptakan untuk maslahat bagi kita, diketahui oleh orang-orang yang mau berpikir dan merenungkan, tentang tanda-tanda kekuasaan ini.

Bagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan matahari yang begitu besar yang memiliki sinar yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, bagi kesehatan manusia, bermanfaat bagi tumbuhan cahaya yang bermanfaat untuk kegiatan kita, sehingga kita tidak memerlukan listrik di siang hari dan Allāh letakkan matahari disebuah jarak yang sudah Allāh atur sehingga memberikan manfaat yang maksimal kepada manusia.

Tidak Allāh jadikan matahari terlalu dekat dengan bumi, sebab seandainya matahari sangat dekat dengan bumi niscaya yang ada adalah mudharat bagi mereka dan Allāh tidak jadikan matahari terlalu jauh sehingga tidak bermanfaat bagi manusia.

Kita lihat bintang yang sangat jauh, meskipun dia bercahaya tetapi manusia tidak mengambil banyak faedah dari cahaya tersebut lain dengan matahari.

Seandainya matahari diletakkan oleh Allāh di tempat yang sangat jauh niscaya kita tidak mengambil manfaat yang besar dari matahari tersebut.

Tapi Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan ilmu Nya dengan qudrah Nya meletakan matahari disebuah jarak yang disitu manusia mengambil manfaat dari sinar matahari tersebut.

Disini kita mengetahui ilmu Allāh Subhānahu wa Ta’āla, yang mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, apa yang terbaik bagi manusia, apa yang memberikan mudharat kepada manusia dan kita mengenal qudrah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang sangat berkuasa yang Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.

Dan Allāh gerakan dan atur matahari sedemikian rupa setiap hari, menunjukkan bahwanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla Maha Hidup tidak pernah lalai dari ciptaannya.

ۚلَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ

“Allāh tidak mengantuk dan tidak tidur”

Dia adalah yang Maha Hidup, Maha menegakkan segala sesuatu, dan tidak berat bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menjaga langit dan bumi.

Apabila seseorang memikirkan hal ini niscaya akan mengenal siapa Rabb yang dia sembah yang dia imani.

والقمر

Demikian pula diantara tanda-tanda kekuasaan Allāh, adalah bulan.

Bagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan bulan dan dia berbeda dengan matahari karena bulan berupa cahaya berbeda dengan matahari yang berupa sinar yang membakar.

Dan Allāh ciptakan bulan dengan hikmah yang banyak, dan setiap hari bulan memiliki ukuran tertentu yang kita lihat, memiliki kedudukan tertentu yang dengannya manusia bisa mengetahui tanggal dan bulan (sekarang tanggal dan bulan berapa), apabila dia sudah mengetahui perpindahan bulan maka dia bisa mengetahui satu tahun.

Oleh karena itu diantara faedah dan manfaat, Allāh jadikan bulan menjadi beberapa kedudukan, diantaranya adalah supaya kita mengetahui jumlah tahun dan hisab.

وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla mentaqdirkan bulan memiliki manzilah-manzilah supaya kalian mengetahui jumlah dari tahun-tahun dan juga perhitungan.”

(QS. Yūnus: 5)

Dan juga faedah-faedah lain, orang yang memikirkan hal ini maka akan semakin menambah keimanan dia dan ma’rifah dia kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top