Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 04 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 04)

Halaqah 04 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 04)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang keempat dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

Beliau mengatakan:

الرابعة:الصبر على الأذى فيه

⑷ Bersabar didalam menghadapi gangguan yaitu ketika berilmu, beramal dan berdakwah.

Orang yang mau belajar harus bersabar, karena orang yang belajar harus mengorbankan waktunya yang biasa dia gunakan untuk melakukan aktifitas yang dia senangi baik berupa dunia maupun aktifitas yang lain kemudian dia sisihkan dan dia jadikan waktu tersebut untuk menuntut ilmu agama, dan ini perlu kesabaran.

Dan terkadang orang yang belajar harus datang atau pergi ketempat yang jauh, berpisah dengan orang tuanya, berpisah dengan anaknya, berpisah dengan keluarganya bukan hanya seminggu, bukan hanya satu bulan, bahkan terkadang satu tahun, tiga tahun, empat tahun, berpisah dari keluarga yang dia cintai untuk mendalami dan menuntut ilmu agama, dan ini perlu kesabaran.

Terkadang memerlukan uang yang tidak sedikit, uang yang mungkin bisa digunakan untuk menyalurkan apa yang dia inginkan
berupa dunia, digunakan untuk menuntut ilmu agama, dan ini perlu kesabaran.

Dan terkadang ketika seseorang mempelajari ilmu dihadapan para ulamā bersama teman-teman yang lain, juga banyak rintangan (gangguan) kesulitan di dalam belajar, masalah bersama teman yang lain, terkadang ada ucapan yang tidak baik dari seorang guru, prilaku yang tidak baik dari seorang guru yang ini semua memerlukan kesabaran bagi seseorang.

Oleh karena itu beliau mengatakan, “Bersabar didalam menghadapi rintangan didalamnya” termasuk diantaranya ketika menuntut ilmu agama, dan berusaha melawan syaithān yang senantiasa berusaha untuk menjauhkan manusia dari majelis-majelis ilmu.

Dan juga bersabar didalam beramal, seseorang ketika mengetahui al hak, maka dia diminta untuk bersabar mengamalkan kebenaran tersebut, ketika dia mempelajari didalam majelis ilmu, bahwasanya melihat sesuatu yang haram adalah diharamkan didalam agama ini, maka perlu diamalkan dan untuk mengamalkan ilmu ini perlu kesabaran, dengan banyaknya fitnah, banyak ujian dizaman sekarang dan dia berusaha untuk menjaga matanya dari perkara yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mengamalkan ilmu ini perlu kesabaran.

Demikian pula bersabar ketika berdakwah karena orang yang berdakwah kepada jalan Allāh, kebanyakan melawan arus, ketika kebanyakan manusia ingin mengikuti hawa nafsunya (syahwatnya) mengikuti kerancuan-kerancuan, maka seorang da’i ingin membenarkan kerancuan ini, melawan syahwat melawan hawa nafsunya, oleh karena itu orang yang berdakwah harus mempersiapkan diri mempersiapkan kesabaran.

Orang yang berdakwah kejalan Allāh, maka dia akan mendapatkan rintangan, mendapatkan gangguan sebagaimana para nabi dan rasūl yang mereka mengajak kepada agama Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mereka di dustakan oleh kaumnya, di ganggu oleh kaumnya apa yang mereka lakukan? mereka bersabar.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasūl-rasūl sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allāh kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allāh. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasūl-rasūl itu.”

(QS. Al An’ām: 34)

Seorang nabi dan rasūl dikatakan sebagai seorang pendusta, apabila ada yang mengatakan bahwa kita adalah pembohong, maka ini adalah sesuatu yang menyakitkan, padahal kita tidak mengatakan kecuali yang benar.

Bagaimana ini dikatakan kepada seorang rasūl, seorang yang mulia, utusan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bahkan dikenal dikalangan kaumnya sebagai seorang yang jujur yang terhormat kemudian ketika dia mengajak kepada Allāh mengajak beriman, dikatakan sebagai seorang pendusta.

فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا

Dan mereka diganggu bahkan diusir dari kampungnya, namun mereka bersabar sampai datang pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Berilmu, beramal dan berdakwah memerlukan kesabaran.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

2 komentar untuk “Halaqah 04 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 04)”

  1. MasyaAllah, bagus sekali blog nya
    Mhn izin u ikut membaca & menulis materi, krn seusia sy hrs memaksimalkan smuanya… mendengar, membaca & menulis u bisa memahami ilmu yg d sampaikan,
    Smg mnjd amal jariah yg pahalanya trs mengalir …aamiin yaa Mujibassailii

    Jazakallaahu khayran katsiran
    Wabarakallaahu fiik

  2. firmansyah el malik

    mashaallah ana izin selalu read dan gunakan materi yang ada seputar HSI ya syaikh..

    mudah2an bermanfaat bagi kita semua..

    jazzakallahu khairan..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top