Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Al-Ushulu Ats-Tsalasah > Halaqah 03 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 03)

Halaqah 03 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 03)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ketiga dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.

Beliau mengatakan:

اعلم رحمك الله أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل:

Ketahuilah! Semoga Allāh merahmatimu. Sesungguhnya wajib atas kita semua untuk mempelajari empat perkara.

Orang Arab apabila mengatakan اعلم (ketahuilah) menunjukkan bahwasanya apa yang akan disampaikan setelahnya adalah perkara yang sangat penting, sehingga mengatakan اعلم (ketahuilah) wahai saudaraku (saudariku)

Menunjukkan bahwasanya apa yang akan beliau sampaikan adalah memang pantas diperhatikan dan hendaknya seseorang yang mendengarnya menyiapkan pendengarannya untuk bisa menyimak apa yang akan disampaikan.

Kemudian beliau mengatakan:

رحمك الله

“Semoga Allāh merahmatimu”

Mendo’akan bagi setiap pembaca, pendengar yang mendengar atau membaca kitāb beliau, di do’akan dengan rahmat dan kasih sayang Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan ini termasuk adab seorang mualim yang ingin mengajarkan kepada muridnya (kepada orang lain) supaya mendo’akan kebaikan bagi orang yang ingin diajarkan.

Dido’akan dengan rahmat, maghfirah, dan juga kebaikan-kebaikan yang lain, yang demikian itu akan menambah keikhlāsan seseorang dan akan menambah kasih sayang diantara keduanya, baik yang mengajarkan maupun yang diajarkan.

اعلم رحمك الله أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل

“Wajib bagi kita semua untuk mempelajari empat perkara”

Yang dimaksud dengan wajib artinya masing-masing dari kita tidak ada udzur untuk meninggalkannya, apabila seseorang melakukannya dia mendapatkan pahala dan apabila meninggalkannya maka dia berdosa.

تعلم أربع مسائل

“Wajib bagimu mempelajari empat perkara ini”

Ilmu tidak semuanya wajib, disana ada ilmu yang fardhu ‘ain, wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajarinya (seperti) ilmu tentang iman, mengilmui tentang thararah, mengilmui tentang shalāt lima waktu, ilmu ini wajib ‘ain (harus) dan wajib setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari perkara ini.

Karena shalāt 5 waktu adalah kewajiban semuanya, tidak mungkin seseorang bisa menjalankan shalāt 5 waktu kecuali apabila dia mengilmui bagaimana melakukan shalāt 5 waktu tersebut.

Dan disana ada ilmu yang fardhu kifayah, apabila sudah ada sebagian kaum muslimin yang mempelajari maka tidak wajib bagi yang lain untuk mempelajari ilmu tersebut (misalnya) tentang ilmu faraidh (tentang pembagian waris) apabila sudah ada sebagian yang mempelajari (mendalami) maka tidak diharuskan seluruh kaum muslimin untuk mempelajari ilmu ini.

Dan disana ada perkara atau ilmu yang sunnah (yang dianjurkan) yang apabila diketahui maka ini baik (afdhal) namun apabila tidak dipelajari (tidak diketahui) masa seseorang tidak berdosa karena tidak mempelajari ilmu tersebut.

Dan disini beliau mengatakan:

Wajib bagi kita untuk mempelajari empat perkara:

الأولى: العلم، وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

⑴ Wajib bagi kita untuk mengetahui ilmu.

Apa yang dimaksud dengan ilmu itu?

وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

Ilmu adalah mengilmui ma’rifatullāh (mengenal Allah) ma’rifatun nabi (mengenal nabinya) dan mengenal agama Islām dengan dalīl-dalīlnya.

الثانية: العمل به

⑵ Mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari

Kalau kita nanti sudah mengenal Allāh, sudah mempelajari siapa Allāh, bagaimana haknya, kita mengenal nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan apa haknya dan mengenal apa agama Islām, apa pondasinya.

Apa yang dimaksud dengan rukun Islām, apa yang dimaksud dengan rukun Iman, maka kewajiban yang kedua adalah mengamalkan.

⇒ Karena maksud dari belajar adalah mengamalkan.

Ilmu dipelajari bukan sekedar dipelajari akan tetapi tujuan utamanya adalah diamalkan, ilmu yang tidak diamalkan sebagaimana ucapan para ulamā seperti pohon yang tidak berbuah.

الثالثة: الدعوة إليه

⑶ Berdakwah kepada ilmu dan amal ini

Apabila kita seorang muslim sudah mengetahui, kemudian sudah mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita merasakan manfaatnya mengenal Allāh, mengenal Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, mengenal agama Islām maka hendaknya kita berusaha untuk menyampaikan kebaikan kepada orang lain, yang mungkin banyak diantara mereka yang belum mempelajari tentang mengenal Allāh, mengenal Nabi dan juga mengenal agama Islām.

Maka hendaklah kita berusaha untuk menyampaikan kebaikan ini kepada orang lain yang mungkin banyak diantara mereka yang belum mempelajari tentang mengenal Allāh, mengenal nabi dan juga mengenal agama Islām apalagi mengamalkan, dan ini sebagai tanda cinta kita sebagai seorang saudara.

Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.”

Sebagaimana kita senang dan bahagia mengenang Allāh, mengenal Nabi, mengenal agama Islām dan dengannya kita selamat di dunia dan juga di akhirat maka kita berusaha untuk menjadikan saudara kita juga berbahagia, mencintai untuk saudara kita apa yang kita cintai untuk diri kita sendiri.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top