Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 80 ~ Akibat Dari Sikap Ta‘asub | Timbulnya Perpecahan

Materi 80 ~ Akibat Dari Sikap Ta‘asub | Timbulnya Perpecahan

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Baru poin pertama yang kita bahas dari dampak buruk dari ta’ashshub yaitu timbulnya kebencian dan permusuhan dikalangan sesama muslim. Dampak buruk yang kedua dari ta’ashshub adalah munculnya perpecahan dikalangan kaum muslimin. Bagaimana tidak orang yang ta’shshub kepada seseorang tokoh, golongan ataupun pemahaman dia akan berbeda dengan orang lain yang ta’ashshubnya kepada pihak yang berbeda akhirnya tidak mau bersatu, akhirnya tidak mau berbarengan, tidak mau berta’awun, bahkan tidak mau bermuamalah. Poin pertama kemarin sudah kita terangkan ada kebencian dan permusuhan otomatis hal itu menimbulkan perpecahan dikalangan kaum muslimin. Dari perpecahan ini lahir banyak kerugian yang diderita baik oleh individu setiap muslim ataupun oleh komunitas muslim secara keseluruhan. Apa saja kerugian tersebut ? pertama melanggar banyak ayat-ayat Allah yang mengharuskan kita untuk bersatu padu, diantara ayat-ayat yang dilanggar adalah Allah berfirman :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

“Berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah, kepada agama Allah secara bersama-sama dan janganlah kalian berpecah belah“.

Kata ibnu Abbas radiyallahu’anhuma yang dinukil atau dikutip oleh imam ibnu Katsir, “Didalam ayat ini Allah azza wa jalla memerintahkan kaum muslimin untuk berjama’ah, bersatu padu dan melarang mereka untuk berpecah belah“, ini ayat yang pertama. Ayat yang kedua surat Al-Anfal ayat 46 Allah berfirman :

وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟

“Janganlah kalian saling berselisih lalu kalian melemah lalu hilanglah kekuatan kalian”, ini juga larangan untuk berpecah belah.

Ketiga lihat surat Al-Imran ayat 105 Allah berfirman :

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُوا۟ وَٱخْتَلَفُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ

“Janganlah kalian menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berikhtilaf setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas”

Ayat ini pun melarang kita menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah apalagi berpecah belahnya. Juga surah Al-An’am ayat 153 Allah berfirman :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Inilah jalanku yang lurus maka ikuti oleh kalian jalan yang lurus ini dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan lain lalu kalian berpecah belah dan terpisah dari jalan-Nya“.

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang intinya menyuruh kita untuk bersatu padu dan melarang kita dari perpecahan dan permusuhan. Salah satu efeknya dan buruk dari perpecahan adalah hilangnya kekuatan yang dimiliki oleh kaum muslimin, banyak ilustrasi tentang hal ini. Satu batang lidi walaupun ada seratus batang tetapi kalau diambil satu-satu maka akan sangat mudah dipatahkan. Ketika satu batang lidi ini dipakai untuk nyapu sampah-sampah yang berserakan mampu tidak ? tidak mampu, bisa dipatahkan ? bisa hanya oleh seorang anak kecil. Ketika satu batang lidi tersebut dipukulkan keorang sakit apa tidak ? sakit tetapi sakitnya tidak seberapa, coba seratus batang lidi disatukan diikat dia bisa nyapu, bisa membersihkan sampah-sampah yang berserakan, ketika kita mencoba untuk mematahkannya maka hanya menghabiskan tenaga kita semata sedangkan sapu lidi yang seratus batang tadi tidak akan terpatahkan dan ketika dipakai untuk memukul sakitnya melebihi yang satu batang tadi. Berdasarkan hal itulah maka ilustrasi atau gambaran tentang persatuan dan perpecahan bisa dilihat dari hal tersebut, inilah yang pertama dari efek perpecahan. Yang keduanya ini yang lebih parah dan ini yang sampai ke akhirat, apakah yang kedua tersebut ? yang kedua tersebut perpecahan itu melahirkan kesesatan, menyebabkan orang tersesat dari jalan Allah azza wa jalla sebagaimana firman Allah dalam ayat yang sudah kita kutip tadi yaitu surat Al-An’am ayat 153, Allah berfirman :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Kata Allah, “Inilah jalanKu, jalanKu tersebut begitu lurus maka ikuti oleh kalian jalan tersebut jangan kalian ikuti jalan-jalan lain lalu kalian terpisah dari jalan-Nya“, terpisah dari jalan-Nya maksudnya menyimpang dari jalan yang lurus tadi.
Demikian yang bisa disampaikan

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

1 thought on “Materi 80 ~ Akibat Dari Sikap Ta‘asub | Timbulnya Perpecahan”

  1. Assalamu’alaikum, mohon maaf apabila berkenan untuk dilanjutkan kembali transkrip materi TSL atau mungkin materi kajian lain sepeti BIS dan sebagainya. Terimakasih dan mohon maaf telah mengganggu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *