Halaqah 101 | Penjelasan Umum Bab 20
Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-101 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauhīd alladzhī huwa haqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muhammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī rahimahullāh.
Insya’a Allāh kita akan memasuki bab yang baru, yaitu:
بَابُ مَا جَاءَ مِنَ التَّغْلِيظِ فِيمَنْ عَبَدَ اللَّهَ عِنْدَ قَبْرِ رَجُلٍ صَالِحٍ، فَكَيْفَ إِذَا عَبَدَهُ
Ini adalah bab yang ke-20 yang berjudul, apa-apa yang datang berupa ancaman yang keras bagi orang yang menyembah Allāh ﷻ di sisi kuburan orang yang shalih, lalu bagaimana kalau dia menyembahnya.
Di dalam bab ini Syaikh rahimahullāh ingin menjelaskan kepada kita tentang kebatilan penyembahan terhadap orang-orang yang shalih. Berkaitan dengan bab yang sebelumnya, yang berisi tentang larangan, ghuluw, dan berlebihan terhadap orang-orang yang shalih, dan bahwasanya itu adalah sebab terjadinya kekufuran manusia pertama kali. Maka di dalam bab ini beliau ingin menjelaskan tentang kebatilan penyembahan terhadap orang-orang yang shalih.
Dan orang yang menyembah kepada Allāh ﷻ kemudian dia sengaja melakukan penyembahan terhadap Allāh ﷻ di sisi kuburan orang yang shalih saja ancamannya keras. Padahal dia menyembah kepada Allāh ﷻ, tapi karena dia meyakini beribadah di sekitar kuburan orang yang shalih adalah memiliki keistimewaan tertentu, itu saja mendapatkan ancaman yang keras, lalu bagaimana dengan orang yang menyembah orang yang shalih. Maka beliau ingin menjelaskan kebatilan peribadatan terhadap orang-orang shalih tersebut dari sisi ini.
Beliau mengatakan:
مَا جَاءَ
Apa-apa yang datang.
Maksudnya adalah dalil-dalil yang datang yang berisi tentang taghlīzh, ancaman yang keras. Bukan ancaman yang ringan ini, tapi dia adalah ancaman yang keras. Bagi siapa?
فِيمَنْ عَبَدَ اللَّهَ
Bagi orang yang menyembah Allāh ﷻ.
عِنْدَ قَبْرِ رَجُلٍ صَالِحٍ
Di sisi kuburan orang yang shalih.
Perhatikan, dia menyembah Allāh ﷻ, berdoanya kepada Allāh ﷻ, sujudnya kepada Allāh ﷻ, membaca Al-Qur’an untuk Allāh ﷻ, tapi dia sengaja melakukan itu semuanya di samping kuburan orang yang shalih. Dan kuburan orang yang shalih maksudnya adalah orang yang taat di dalam agamanya. Dia adalah orang yang melaksanakan kewajiban, meninggalkan perkara yang diharamkan, melaksanakan kewajiban kepada Allāh ﷻ, dan menunaikan hak-hak makhluk. Inilah yang dimaksud dengan orang yang shalih.
Ada sebagian orang meyakini bahwasanya beribadah di samping kuburan orang-orang shalih tersebut ini memiliki kelebihan, memiliki keistimewaan, mungkin lebih mustajab doanya, mungkin lebih berkah, mungkin lebih besar pahalanya, sehingga dia melakukan peribadatan kepada Allāh ﷻ di samping kuburan-kuburan tadi. Berjalan atau melakukan safar terkadang dari daerahnya menuju daerah yang lain yang di situ ada kuburan orang yang dianggap shalih, berhari-hari di sana melakukan ibadah. Ternyata ini datang larangan-larangan dan ancaman-ancaman yang keras dari Nabi ﷺ.
Nah, kalau itu saja diancam dengan ancaman yang keras:
فَكَيْفَ إِذَا عَبَدَهُ
Lalu bagaimana seandainya dia menyembah orang shalih tersebut.
Tentunya perkaranya lebih dahsyat, perkaranya lebih besar.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته