Halaqah 97 | Pembahasan QS. Al-Maidah: 77
Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Halaqah yang ke-97 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauhīd alladzhī huwa haqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muhammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī rahimahullāh.
Beliau mengatakan:
وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ
Dan firman Allāh ﷻ: “Wahai Ahlul Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (ghuluw) di dalam agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 77)
Wahai Ahlul Kitab, Ahlul Kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Allāh ﷻ berbicara kepada mereka, orang-orang Yahudi dan Nasrani yang ternyata mereka sudah melakukan ghuluw di dalam agama mereka.
Allāh ﷻ mengatakan: Janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam agama kalian. Di antara ghuluw orang-orang Yahudi adalah mereka mengatakan Uzair adalah anak Allāh:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ
“Berkata orang-orang Yahudi bahwasanya ‘Uzair adalah anak Allāh” (QS. At-Taubah: 30)
Dan mereka menyembah ‘Uzair. Orang-orang Nashara (Nasrani) mengatakan bahwasanya Al-Masīh ibnullāh,
وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ
Al-Masih yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihissalām diyakini bahwasanya dia adalah anak Allāh ﷻ. Kemudian diberikan sebagian ibadah kepada Beliau. Maka ini adalah berlebihan terhadap orang-orang yang shalih. ‘Uzair adalah seorang yang shalih, dan Al-Masih yaitu Nabi ‘Isa ibnu Maryam adalah orang yang shalih. Mereka memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allāh ﷻ tapi tidak boleh diyakini bahwasanya keduanya adalah anak Allāh ﷻ. Ini berlebihan. Ini keterlaluan dan ghuluw terhadap orang-orang yang shalih. Sehingga dengan sebab inilah mereka keluar dari agama Islam. Karena agama Islam mengajarkan kita untuk menyembah kepada Allāh ﷻ semata. Nabi ‘Isa ‘alaihissalām dan secara umum anbiya Bani Israil mengajak kepada tauhid, mengajak untuk mengesakan Allāh ﷻ dalam ibadah. Ketika ada sebagian orang yang menjadikan ‘Uzair sebagai anak Allāh ﷻ dan itu disembah selain Allāh ﷻ, menjadikan Nabi ‘Isa ‘alaihissalām adalah anak Allāh ﷻ dan disembah selain Allāh ﷻ, maka ini menjadikan mereka keluar dari agama Islam.
Allāh ﷻ mengatakan:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allāh adalah Al-Masih ibnu Maryam. (QS. Al-Ma’idah: 17 & 72)
Orang yang mengatakan bahwasanya Al-Masih yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihissalām adalah Allāh, Allāh ﷻ mengatakan telah kafir, keluar dari agama Islam.
Dan Allāh ﷻ mengatakan:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ
Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allāh itu adalah satu di antara tiga tuhan. (QS. Al-Ma’idah: 73)
Kafir dan keluar dari agama Islam, ini dengan nash dari Allāh ﷻ. Sama dengan orang-orang Yahudi yang mereka mengatakan bahwasanya ‘Uzair itu adalah anak Allāh ﷻ, sama. Bedanya cuma orangnya saja, siapa yang disekutukan dan siapa yang disembah selain Allāh ﷻ. Tapi intinya sama mereka meyakini selain Allāh ﷻ adalah anak Allāh ﷻ atau ada sebagian makhluk yang mereka berhak untuk disembah selain Allāh ﷻ.
Larangan kepada Ahlul Kitab menunjukkan bahwasanya mereka melakukannya dan ini adalah di antara kekufuran dan kesalahan mereka, dan kita sebagai umat Islam dilarang untuk mengikuti jalan-jalan Ahlul Kitab. Kita dalam Al-Qur’an mengatakan:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami ya Allāh jalan yang lurus.
Jalan siapa?
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat ya Allāh. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang sesat.
Siapa orang-orang yang dimurkai? Orang-orang Yahudi. Siapa orang-orang yang sesat? Orang-orang Nashara.
Kita sudah berdoa kepada Allāh ﷻ, dijauhkan dari jalannya orang Yahudi dan Nasrani. Dan Nabi ﷺ mengatakan:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian (yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani), sampai seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhabb (seekor hewan yang ada di sana), niscaya kalian akan memasuki lubang tersebut.
Ini menunjukkan larangan untuk mengikuti jalannya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ini jalan mereka yaitu ghuluw terhadap orang-orang yang shalih. Maka jangan kita ghuluw dan berlebihan terhadap orang yang shalih, baik seorang nabi ataupun yang lain.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته