Halaqah 149 | Surga dan Neraka Sudah Diciptakan Sebelum Manusia Diciptakan

Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-149 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.

Beliau mengatakan

وَإِنَّ اللهَ تَعَالَىٰ خَلَقَ الجَنَّةَ وَالنَّارَ قَبْلَ الخَلْقِ

Dan sesungguhnya Allāh ﷻ telah menciptakan Surga dan juga Neraka sebelum manusia.

Artinya, Allāh ﷻ sudah menciptakan Surga dan Neraka sebelum adanya orang-orang yang memasukinya. Sebelum Allāh ﷻ menciptakan orang-orang yang memasukinya, sudah diciptakan Surga dan juga Neraka.

وَخَلَقَ لَهُمَا أَهْلًا

Dan Allāh ﷻ telah menciptakan untuk keduanya orang yang pantas untuk memasukinya.

Allāh ﷻ menciptakan Surga dan Neraka sebelum makhluk yang akan menempati Surga dan juga Neraka tadi, dan Allāh ﷻ menciptakan untuk keduanya — yaitu untuk Surga dan juga Neraka — ahlan, yaitu orang-orang yang ahli, orang-orang yang pantas untuk memasuki Surga dan Neraka tersebut. Tentunya semuanya berdasarkan amal yang dilakukan.

فَمَنْ شَاءَ مِنْهُمْ إِلَى الجَنَّةِ فَضْلًا مِنْهُ، وَمَنْ شَاءَ مِنْهُمْ إِلَى النَّارِ عَدْلًا مِنْهُ

Maka barang siapa yang dikehendaki oleh Allāh di antara mereka untuk Surga, ini adalah karunia dari Allāh.

Jadi Allāh ﷻ menciptakan masing-masing dari Surga dan Neraka penduduknya. Orang yang dikehendaki oleh Allāh menjadi penduduk Surga, maka itu adalah karunia dari Allāh. Dan barang siapa yang dikehendaki oleh Allāh di antara mereka masuk ke dalam Neraka, maka itu adalah keadilan dari Allāh ﷻ. Tidak ada di sana kezaliman, yang ada hanyalah karunia atau keadilan.

Masuknya seseorang ke dalam Surga itu adalah karunia dari Allāh. Siapa yang menjadikan dia mendapatkan taufiq sehingga tergerak hatinya untuk beriman, beramal shalih, meninggalkan kemaksiatan, diberikan kesempatan dan umur untuk beristighfar, siapa yang memberikan dia makanan, minuman, kesehatan, dan rezeki sehingga dia menjadi orang yang bisa beribadah kepada Allāh — itu semuanya sumbernya dari Allāh ﷻ juga. Maka masuknya seseorang ke dalam Surga itu adalah karunia dari Allāh.

Amalan yang dilakukan di dunia untuk mengganti satu kenikmatan dari Allāh ﷻ ini tidak cukup. Nikmat mata yang Allāh ﷻ berikan kepada kita ini, kalau diukur, berapa? Sehingga sebagian diceritakan ada seorang raja yang dia diingatkan tentang bagaimana besarnya kenikmatan yang Allāh berikan kepada dia. Seandainya engkau tidak bisa melihat, kemudian engkau bisa melihat kalau engkau memberikan separuh dari kerajaanmu, apakah engkau akan memberikan? Dia mengatakan: iya. Kalau memang dia bisa melihat dengan cara memberikan separuh dari kerajaannya, dengan emasnya, dengan peraknya, dengan seluruh kekayaan yang ada dalam kerajaan tersebut akan dia berikan. Tapi seandainya engkau bisa melihat, tapi dengan memberikan seluruh kerajaanmu, apakah engkau akan berikan? Dia mengatakan: iya.

Ini menunjukkan bahwa kita memiliki dua mata ini, itu adalah nikmat yang sangat luar biasa. Allāh ﷻ menjadikan kita bisa melihat dengan normal seperti yang lain. Kita bisa berjalan ke mana yang kita inginkan. Kita bisa melihat keindahan, kekuasaan Allāh. Ini adalah kenikmatan yang sangat besar. Kita bisa melihat anak-anak kita, kita bisa melihat keluarga kita, orang tua kita dengan mata kita yang sehat. Maka ini adalah kenikmatan yang luar biasa, tidak bisa diganti dengan yang lain. Itu baru berbicara tentang mata seseorang. Bagaimana dengan otak yang sehat, dengan telinga yang sehat, dengan jantung yang sehat, paru-paru yang sehat, darah yang sehat? Ini tidak bisa kita ukur-ukur lagi.

Jadi amalan yang kita gunakan, yang kita amalkan, tidak bisa untuk membalas nikmat-nikmat Allāh yang Allāh berikan di dunia. Lalu bagaimana bisa dikatakan itu adalah untuk sebagai pengganti dari kenikmatan yang ada di Akhirat? Ini adalah keutamaan dari Allāh. Masuknya seseorang ke dalam Surga ini adalah anugerah dan karunia dari Allāh ﷻ.

Dan kalau seseorang masuk ke dalam Neraka, maka itu adalah keadilan Allāh. Allāh ﷻ, Dialah yang lebih tahu siapa di antara makhluk yang mereka lebih berhak untuk mendapatkan siksaan di dalam Neraka. Allāh ﷻ mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
Dan sesungguhnya Allāh ﷻ tidak menzhalimi meskipun hanya sebesar dzarrah. (QS. An-Nisā’: 40)

Tidak ada kezaliman yang Allāh ﷻ lakukan. Masuknya seseorang ke dalam Neraka adalah keadilan dari Allāh dengan sebab perbuatan yang dikerjakan oleh orang tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته