Home > Kajian Kitab > Kitab Awaa’iqu ath Thalab > Materi 38 ~ Tertipu, Ujub Dan Kibr (08) – Cara menepis sifat sombong (2) Mengetahui bahwa sifat sombong itu mutlak untuk Allah

Materi 38 ~ Tertipu, Ujub Dan Kibr (08) – Cara menepis sifat sombong (2) Mengetahui bahwa sifat sombong itu mutlak untuk Allah

🌍 Kajian Kitab
👤 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
📗 Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
📝 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim حفظه الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salah satu bentuk mensyukuri nikmat ilmu adalah mengamalkan isi ilmu itu selain mengajarkan, selain mendakwahkan, selain memberitahukan yakni mengamalkan untuk diri sendiri. Apabila dilanggar maka orang tersebut tidak bersyukur. Ini yang pertama.

Kedua, yang harus diingat agar kita bisa menjauhkan diri dari kibr adalah orang berilmu tahu bahwa kibr, takabur, merasa diri besar tidak layak bagi makhluk manapun kecuali bagi Allah azza wajalla saja. Makanya salah satu diantara sifat Allah adalah Al-Mutakabbir (yang layak sombong, yang layak besar) seluruh alam jagat raya ini milik Allah. Jadi apabila seorang alim takabur, merasa besar Allah akan murka kepada dia.

Sebuah hadits yang diterima oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Nabi ﷺ bersabda, Allah ta’ala berfirman (ini adalah hadits Qudsi. Hadits Qudsi ada yang shahih, hasan dan dhaif. Hadits yang kita bawakan kali ini adalah shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim), “Keagungan atau kegagahan adalah sarung-Ku, kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa saja diantara makhluk yang menyaingi Aku dalam hal itu maka Aku akan adzab dia”. Yang besar, yang agung hanya milik Allah azza wajalla tidak boleh disaingi oleh makhluk manapun. Ada tidak makhluk yang merasa dirinya besar, hebat ? Ada, siapa ? yakni Iblis laknatullah karena merasa agung, merasa diatas disuruh sujud kepada Adam dia tidak mau dan dia termasuk makhluk yang kafir.

Allah ta’ala bertanya kepada iblis, “Apa yang menghalangi kamu untuk sujud kepada Adam ketika Aku menyuruh kamu ?”, Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari Adam kenapa harus sujud. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah”. Menurut iblis api lebih baik daripada tanah takabur dengan kebodohannya. Imam Ibnul Qayyim az-Jauziah rahimahullahu’tala membantah hujjah atau alasan iblis yang merasa lebih baik daripada Adam hanya karena dia diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari tanah. Padahal menurut siapapun realita, logika itu tanah jauh lebih baik daripada api.

Orang bisa hidup tanpa api ? bisa. Orang bisa hidup tanpa tanah ? tidak bisa. Kalau tanah tidak butuh apapun dan yang lainnya butuh tanah. Kalau api dia tidak bisa berdiri sendiri. Api bisa menyala atau tidak tanpa sesuatu yang dibakarnya ? tidak bisa. Api bisa menyala karena dia ada kayu bakar, gas, atau apapun yang bisa dia bakar, begitu nyala besar dan kayu bakarnya habis maka apa yang terjadi pada diri api ? yakni padam.

Dia tidak bisa berdiri sendiri butuh kepada yang lain sedangkan tanah dia bisa berdiri sendiri bahkan yang lainnya butuh kepada tanah. Tanah itu tetap, kuat, tempat bertumpu segala barang-barang yang besar dan kuat sedangkan api benda yang terlemah dibanding benda apapun, api itu tidak pernah bisa istiqomah selalu bergoyang dan berlenggak-lenggok maka tidak logis, tidak rasional, tidak masuk akal, tidak realistis apabila makhluk yang diciptakan dari api menganggap dirinya lebih baik daripada makhluk yang diciptakan dari tanah. Bisa tidak kita hidup diatas tanah ? bisa. Bisa gak semua makhluk hidup diatas api ? tidak. Sifat tanah memberi manfaat, sifat api merusak dan menghancurkan. Kita butuh api hanya sekedarnya tidak berlebih dan tidak setiap saat. Kita butuh tanah sebanyak mungkin, seluas mungkin dan setiap saat. Makanya iblis laknatullah merasa pinter tapi keblinger menampakan kebodohannya dengan mengungkapkan hujjah yang keliru ketika dirinya merasa lebih baik daripada Adam.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *