Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm > Halaqah 25 | Simpul 20 – Menjaga Waktu untuk Ilmu

Halaqah 25 | Simpul 20 – Menjaga Waktu untuk Ilmu

Kitab: Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Halaqah yang ke-25 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm yang ditulis oleh Fadhilatu Syaikh Shālih Ibn Abdillāh Ibn Hamad Al-Ushaimi hafidzahullāhu ta’ala.

المعقد العشرون

Simpul yang ke-20

حفظ الوقت في العلم

menjaga waktu untuk ilmu, yaitu kita berusaha menggunakan waktu kita ini untuk ilmu.

Kalau kita memang menghormati ilmu dan itu adalah suatu yang besar di mata kita suatu yang berharga dan bernilai di hati kita maka kita berusaha setiap waktu yang kita gunakan ini ada hubungannya dengan ilmu.

قال ابن الجوزيِّ في صيد خاطره

Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam kitab beliau Shaidul Khathir

ينبغي للإنسان أن يعرف شرف زمانه، وقدر وقته، فا يُضيِّع منه لحظةً في غير قُربةٍ، ويُقدِّم فيه الأفضل فالأفضل من القول والعمل

Sepantasnya bagi seseorang untuk mengetahui tentang betapa berharganya usianya dan betapa bernilainya waktu yang Allah berikan kepadanya, satu detik satu menit itu adalah sesuatu yang berharga, mungkin seseorang mengucapkan لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ kurang dari 1 menit tapi dia ucapkan itu di akhir hidupnya, selamat

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

Barang siapa yang ucapan terakhirnya adalah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ maka dia masuk ke dalam surga, padahal itu diucapkan kurang dari 1 menit.

Maka janganlah dia menyia-nyiakan sekejap pun dari usianya tadi dari umurnya tadi di dalam selain qurbah (ketaatan) kepada Allāh ﷻ, kalau bisa waktu semuanya ini detik-detik yang kita lalui ini semuanya adalah di dalam ketaatan kepada Allāh ﷻ, jangan sampai ada sedikit pun yang selain qurbah.

Dan dia mendahulukan mana yang lebih afdhal kemudian yang afdhal baik berupa ucapan maupun perbuatan, kalau memang di sana ada ucapan semuanya baik cari yang lebih baik dari ucapan-ucapan tadi, ada beberapa amalan semuanya baik kita cari yang paling baik ini termasuk memanfaatkan waktu.

ومن هنا عظُمت رعاية العلماء للوقت

Dari sini kita mengetahui besarnya penjagaan ulama terhadap waktu, karena mereka mengetahui tentang bagaimana berharganya waktu

حتىٰ قال محمَّد بن عبد الباقي البزَّاز

sehingga seorang ulama yaitu Muhammad bin Abdul Baqi Al-Bazzās beliau mengatakan

ما ضيَّعتُ ساعةً من عمري في لهوٍ أو لعبٍ

aku tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun dari umurku di dalam perkara yang sia-sia atau dalam bermain-main, sampai mengatakan demikian tidak pernah menyia-nyiakan meskipun hanya sekedar dari umurnya dalam perkara yang sia-sia atau bermain-main.

Lihat bandingkan antara beliau dengan keadaan kita, berapa waktu yang kita gunakan untuk ibadah dalam sehari berapa waktu yang kita gunakan untuk ilmu, sisanya masing-masing dari kita bisa menjawab sendiri, untuk permainan untuk melihat sesuatu yang tidak bermanfaat.

وقال أبو الوفاء ابن عقيل

Berkata Abul Wafa’ Ibnu ‘Aqil

الذي صنَّف كتاب الفنون في ثمانمائة مجلَّدٍ

Berkata seorang ulama Ibnu ‘Aqil yang beliau adalah yang menulis Kitabul Funun setebal 800 jilid, beliau mengatakan

إنيِّ لا يحِلُّ لي أن أُضيِّعَ ساعةً من عمري

Sesungguhnya tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sekejap pun dari umurku.

Jadi beliau sampai menulis sebanyak itu kitabnya karena beliau tidak menyia-nyiakan waktunya, kalau kita bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya sebenarnya banyak yang bisa kita kerjakan, kita bisa menghafal kita bisa membaca kitab, kalau kita sudah sampai kita bisa menulis, banyak sebenarnya cuma banyak di antara kita yang menyia-nyiakan waktunya sehingga waktunya tidak berbarakah.

وبَلَغَتْ بهمُ الحال أن يُقرأ عليهم حال الأكل؛ بل كان يُقرأ عليهم وهم في دار الخاء

Dan ada di antara mereka (saking mereka menjaga waktunya) yang dibacakan, artinya ada seorang guru muridnya disuruh membaca dan dia dalam keadaan makan, sambil dia makan dia minta seseorang untuk membacakan kitab, ingin mengambil faedah.

Ini juga bisa kita lakukan kita sambil makan mungkin sambil nyetel sesuatu kita tidak ingin menyia-nyiakan waktu, apakah itu bisa, bisa sebenarnya, sambil kita di mobil pulang atau berangkat kita mendengarkan sebuah ilmu supaya tidak sia-sia waktu kita.

بل كان يُقرأ عليهم وهم في دار الخاء

Bahkan terkadang ada di antara mereka dibacakan kepada beliau dan mereka berada di dalam darul khala’ (tempat untuk mandi atau untuk buang hajat).

Ada seseorang yang disuruh membaca dengan suara keras diluar, dia bukan membaca di dalam kamar kecil tersebut tapi ada orang lain yang disuruh membaca dengan keras di luar karena beliau tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.

Karena biasanya orang di dalam kamar mandi itu tersia-sia waktunya, mungkin ngelamun mungkin dia memikirkan sesuatu yang tidak bermanfaat, dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya sampai ketika berada di dalam kamar kecil tersebut dia ingin memanfaatkan waktunya. Ini termasuk pengagungan terhadap ilmu kita menggunakan waktu kita benar-benar untuk ilmu.

فاحفظ أيُّها الطَّالبُ وقتَك

Maka hendaklah engkau wahai seorang penuntut ilmu menjaga waktumu, jaga waktumu dengan baik jangan disia-siakan

فلقد أبلغ الوزيرُ الصَّالح ابنُ هُبيرة في نصحك بقوله

Maka Al-Wazir Ash-Shalih Ibn Hubairah, beliau adalah seorang menteri kerajaan yang memiliki perhatian yang besar terhadap ilmu, sungguh beliau bersungguh-sungguh dalam memberikan nasihat kepadamu dengan ucapan beliau

والوقت أنفسُ ما عُنيتَ بحفظه

Dan waktu sebenarnya adalah sesuatu yang paling berharga yang kamu harus menjaganya, itu lebih berharga daripada harta yang kau miliki daripada rumah yang engkau miliki, waktu itu adalah suatu yang paling berharga yang harusnya engkau jaga dia

وأراه أسهلَ ما عليك يضيعُ

dan aku melihat bahwasanya itu adalah sesuatu yang paling mudah engkau sia-siakan.

Padahal itu adalah sesuatu yang paling berharga yang harusnya kita jaga tapi justru paling mudah kita menyia-nyiakan waktu tersebut, kadang kalau sudah nganggur yang dicari nonton apa buka apa, mudah sekali seorang menyia-nyiakan waktu, tapi jarang di antara kita sedang nganggur apa yang ana lakukan ana murajaah surat apa apa yang kitab yang ana baca sekarang, makanya beliau mengatakan sangat mudah sekali  waktu tersebut engkau sia-siakan.

تمت الخلاصة

Telah sempurna kitab Al-Khulasah.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Dengan demikian kita telah menyelesaikan kitab yang sangat berharga ini yang ditulis oleh guru kami yang mulia beliau adalah Syaikh Shālih Ibn Abdillāh Ibn Hamad hafidzahullāhu ta’ala, semoga Allāh subhanahu wa ta’ala mengampuni dosa beliau dan mengampuni dosa kedua orang tua beliau dan memberikan kepada beliau pahala yang besar dan menjadikan apa yang kita baca dari kitab beliau ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

8 thoughts on “Halaqah 25 | Simpul 20 – Menjaga Waktu untuk Ilmu”

  1. Jazakallohu khoyron katsiron. Tulisan yang bermanfaat diwaktu saya belum sempat menulis dan mendengarkan pelajaran HSI.

  2. jazakallahu khairan.. murojaah paling nyaman tatkala pendengaran sudah berkurang… bisa trbantu mksud perkataan ustadz dgn tulisan… salah satu bentuk mudzakarah mnurut saya..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top