Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Kun Salafiyyan Alal Jaddah > Halaqah 22 | Menampakkan Mahzab Salaf & Penjelasan Kedudukan Ahlul Bid’ah Bag 1

Halaqah 22 | Menampakkan Mahzab Salaf & Penjelasan Kedudukan Ahlul Bid’ah Bag 1

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
 كن سلفيا على الجادة

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Ini adalah pertemuan yang ke-22 membahas tentang Kitab yang ditulis oleh guru kami yang mulia beliau adalah fadhilatus Syaikh Abdussalam As Suhaimi hafidzahullah.

Sampai pada pembahasan menampakkan Mahzab Salaf dan Penjelasan tentang sikap para salaf terhadap ahlul bid’ah. Jika sebelumnya telah dibahas tentang disyariatkannya penamaan Salafiyyah dan juga Salafiyun dan bahwasanya nama ini tidak bertentangan dengan nama ahli Sunnah wal jama’ah tapi muaranya adalah satu yaitu kepada Islam.

Maka disini beliau mengatakan,

٢- إظهار مذهب السلف وبيان موقفهم من أهل البدع

Penampakan Mahzab Salaf dan Penjelasan tentang sikap mereka terhadap ahlul bid’ah, orang-orang yang mereka membuat perkara baru didalam agama ini. Bagaimana sikap mereka terhadap ahlul bid’ah.

Beliau mendatangkan sabda Nabi ﷺ

قال الرسول ﷺ: “عليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجد وإياكم ومحادثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة “

Rasulullah ﷺ bersabda, hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan juga Sunnah para khulafa arrosyidin Al mahdiyin.

Ini diucapkan oleh beliau ﷺ setelah beliau mengabarkan akan adanya perpecahan

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا, فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ

Sesungguhnya orang yang lebih panjang hidupnya diantara kalian dia akan melihat perselisihan yang banyak. Kemudian beliau ﷺ memberikan solusi dan ini adalah termasuk wasiat beliau apabila terjadi perpecahan yaitu dengan menampakkan Mahzab Salaf berpegang teguh dengan Mahzab Salaf, dari mana kita ketahui? Dari sabda beliau

عليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين

Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan tidak cukup mengatakan disitu ditambah lagi oleh beliau dan Sunnah para khulafa arrosyidin Al mahdiyin, mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan juga Ali dan merekalah aimmah salaf/imam-imam Salaf kita pemuknya para shahabat dan Sunnah mereka adalah untuk berpegang teguh dengan Sunnah Nabi ﷺ.

Jangan dipahami bahwasanya para Khulafaur Rasyidin mereka memiliki Sunnah yang lain. Sunnah yang mereka kerjakan ada dua kemungkinan, kemungkinan yang pertama Sunnah tersebut ada didalam Sunnah Nabi ﷺ, kita tahu bahwasanya para Khulafaur Rasyidin mereka sangat semangat untuk mengamalkan Sunnah Nabi, jadi kemungkinan yang pertama yang mereka lakukan adalah Sunnah Nabi.

Atau yang kedua sesuatu yang mereka pahami dari Sunnah Nabi, karena mereka diberikan oleh Allāh karunia anugrah berupa ilmu yang dalam, secara umum para sahabat memiliki ilmu yang dalam dan Allāh lebihkan para Khulafaur Rasyidin dengan keilmuan dan juga dalam, oleh karena itu disebutkan dalam hadits ini (Al Mahdiyin arrosyidin) orang-orang yang mahdiyin yaitu para khulafa yang mereka mendapatkan petunjuk yang mereka mengamalkan dan mereka adalah arrosyidin yang memiliki ilmu yang lurus. Jadi ilmu yang mereka miliki adalah ilmu yang benar dan amalan yang mereka lakukan adalah amalan yang benar sehingga terkadang mereka memahami dari Sunnah Nabi ﷺ meskipun secara Nash kita tidak melihat tapi dengan ilmu yang mereka pahami dan menjadi seorang shahabat Nabi ﷺ cukup lama mereka memahami dari Sunnah tersebut perkara-perkara yang mungkin samar bagi kita tapi pesan dari Nabi ﷺ hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnah para khulafa arrosyidin karena apa yang mereka lakukan mungkin adalah pengamalan secara jelas dari Sunnah Nabi ﷺ atau apa yang mereka pahami dari Sunnah Nabi ﷺ tidak keluar dari itu.

Ini menunjukkan tentang hubungan yang erat antara Sunnah Nabi ﷺ dengan madzhab Salaf.

Kemudian beliau mengatakan,

تمسكوا بها

Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnah tersebut.

وعضوا عليها بالنواجد

Dan hendaklah kalian menggigit dengan gigi geraham kalian.

Menunjukkan tentang kuatnya dan kencangnya kita didalam berpegang teguh dengan Sunnah dan berpegang teguh dengan madzhab Salaf. Jangan kita lepaskan, kita pegang erat-erat dengan tangan kita ditambah kita gigit dengan gigi geraham kita.

وإياكم ومحادثات الأمور فإن كل محدثة بدعة

Dan hati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang diada-adakan tidak disunnahkan oleh Nabi ﷺ dan tidak pernah dilakukan oleh para Khulafaur Rasyidin yang disifati oleh Allāh sebagai khulafa yang mahdiyin arrosyidin. Hati-hati dengan perkara yang diada-adakan .

وكل بدعة ضلالة

Karena setiap sesuatu yang diada-adakan/tidak diajarkan oleh Nabi dan tidak diajarkan oleh para Khulafaur Rasyidin berarti itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah kata Nabi adalah sesat.

Orang yang melakukan sesuatu atau meyakini sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi dan tidak pernah diajarkan oleh para Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyin maka dia telah melakukan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan orang yang melakukan berarti dia adalah orang yang tersesat, ini menunjukkan tentang jelasnya Mazhab Salaf, kita harus menampakkan dan memegang teguh dengan madzhab Salaf jangan kita jadikan Mazhab tersebut samar kemudian ragu-ragu untuk berpegang teguh dengan madzhab Salaf ini.

وقال ﷺ في وصف الفرقة الناجية – وقد قيل له من هي يارسول الله ؟-: ما أنا عليه وأصحابي”

Dan Nabi ﷺ mengatakan ketika beliau menyebutkan tentang sifat FirqotunNajiyah sifat dari golongan yang selamat setelah beliau menyebutkan tentang 73 golongan semuanya masuk Neraka kecuali satu dan sebagian Shahabat bertanya kepada beliau

– وقد قيل له من هي يارسول الله ؟-:

Ada yang bertanya kepada beliau, siapa mereka Ya Rasulullah, maka beliau mengatakan,

ما أنا عليه وأصحابي”

Mereka adalah orang-orang yang aku dan juga para Shahabatku ada diatasnya. Maksudnya adalah Mazhab Salaf/ajaran para salaf, orang yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi yang dipahami oleh para salaf maka mereka FirqotunNajiyah maka merekalah golongan yang selamat.

Maka wajib bagi kita bersabar memegang Mazhab Salaf ini karena kita ingin selamat ingin masuk kedalam surga tidak ingin masuk kedalam Neraka caranya

ما أنا عليه وأصحابي

Kita harus berpegang teguh dengan apa yang berada diatasnya Nabi ﷺ dan juga para shahabat radiallahu taala anhum.

وقال ابن مسعود رضي اللَّه عنه:

Berkata Ibnu Mas’ud,

” من كان مستنٱ فليستن بمن قد مات

Barangsiapa yang ingin mencontoh/meneladani maka hendaklah dia meneladani orang-orang yang sudah meninggal dunia.

Kalau kita ingin mencontoh/mengambil tokoh yang kita teladani hendaklah kita mencontoh orang yang sudah meninggal dunia. Siapa yang sudah meninggal dunia? Maksudnya para shahabat.

أولئك أصحاب محمد ﷺ

Mereka adalah para shahabat Muhammad ﷺ.

Ilmunya, ibadahnya, amalnya, akhlaknya, aqidahnya. Contoh apa yang sudah mereka lakukan.

كانو خير هذه الأمة

Mereka adalah sebaik-baik umat ini.

Jika ingin mencontoh, contohlah orang yang paling baik (Khoirun nas) sebaik-baik manusia adalah yang hidup di generasiku, sehingga kita menjadi Khoirun nas menjadi orang yang berusaha mengikuti sebaik-baik manusia.

وأبرها قلوبٱ وأعمقها علمٱ وأقلها تكلفا

Dan mereka adalah orang yang paling bersih hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit takaluf (membebani dalam beragama) Demi Allāh para shahabat radiallahu taala anhum mereka seperti yang disifatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, sederhana dalam masalah agama, ilmu mereka dalam dan mereka memiliki tasdyd iman yang luar biasa dan mereka sederhana, apa yang diperintahkan mereka laksanakan dan apa yang dilarang mereka tinggalkan, kabar yang mereka dengar dibenarkan kalau itu memang dari Allāh dan Rasulnya. Tidak ada membangkang, membantah, yang ada adalah keyakinan, pasrah dan ternyata mereka adalah sebaik-baik manusia. Sehingga sikap seperti ini mereka meraih predikat sebagai sebaik-baik manusia kata Nabi ﷺ.

قوم اختارهم الله لصحبة نبيه ﷺ ونقل دينه فتشبهوا بأخلاقهم وطرائقهم فهم كانوا على الهدى المستقيم

Mereka ini adalah kaum yang dipilih oleh Allāh untuk menemani NabiNya. Allāh sangat mencintai Nabi ﷺ bahkan dia adalah kholilullah maka tentunya Allāh pilihkan untuk Nabi orang-orang yang sangat dicintai siapa mereka? Para shahabat Nabi & Allāh memilih mereka untuk menyampaikan agama Allāh, agama yang dengannya manusia keluar dari kegelapan menuju alam yang terang benderang, siapa yang Allāh pilih untuk menyampaikan agama ini dari NabiNya ﷺ mereka adalah para shahabat.

Kemudian diakhir beliau mengatakan,

فتشبهوا بأخلاقهم وطرائقهم

Maka hendaklah kalian bertasyabuh /menyerupai akhlak mereka.

Kita tidak mungkin pas seperti mereka tapi kita berusaha untuk bertasyabuh, kalau ingin menyerupai jangan menyerupai orang-orang Kafir, fasik. Menyerupailah Shahabat Nabi ﷺ didalam akhlak mereka dan juga jalan hidup mereka manhaj mereka .

فهم كانوا على الهدى المستقيم

Maka sesungguhnya mereka berada diatas petunjuk yang lurus.

Baik mungkin ini yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini insyaallah kita lanjutkan pada kesempatan yang akan datang

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abu Mandala
•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top