Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Ushulus Sunnah > Halaqah 08 | Berpegang Teguh Kepada Ajaran Shahabat & Meneladani Mereka bag 2

Halaqah 08 | Berpegang Teguh Kepada Ajaran Shahabat & Meneladani Mereka bag 2

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 أصول السنة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Dahulu para Shahabat radiallahu Ta’ala anhum mereka berpegang teguh dengan Al Quran, mereka jika belajar Al Quran berusaha untuk memahami & berusaha untuk mengamalkan tidak berpindah kepada ayat yang lain sebelum mereka memahami & mengamalkan.

Abu Abdurahman as Sulami beliau mengatakan

حدثنا من كانوا يقرئوننا من أصحاب الرسول الله ﷺ أنهم كانوا إذا تعلموا عشر آيات من النبي ﷺ
لم يجاوزوها حتى يعلموا ما فيها من العلم والعمل،

Telah mengabarkan kepada kami para orang² yg mereka mengajarkan kepada kami Al Quran dari kalangan Shahabat Rasulullah ﷺ bahwasanya mereka (para Shahabat) ketika mereka mempelajari 10 ayat (misalnya ini bukan pembatasan) dari Nabi ﷺ maka mereka tidak berpindah kepada ayat yang lain kecuali setelah mereka memahami isinya & mengamalkannya.

Karena mereka tahu bahwasanya didalam Al Quran itu ada jalan yang lurus yang akan membimbing mereka kepada Allāh, kepada SurgaNya, bukan hanya sekedar membaca Al Quran & tidak berusaha untuk memahami maknanya tapi mereka membaca Al Qur’an & berusaha untuk memahami maknanya & mengamalkan isinya.

• Apakah kita sudah demikian?
• Apakah semi kita memperlakukan Al Quran sebagaimana dahulu para Shahabat radiallahu taala anhum bersikap terhadap Al Qur’an?
• Ataukah yang kita lakukan hanya sebatas membaca? (itu jika membaca, sebagian kita tidak membaca Al Qur’an kecuali jarang sekali lebih banyak membaca WA, Fb atau menonton video yg tidak bermanfaat, untuk membaca Al Qur’an ini mungkin bukan sepekan sekali bahkan ada yg sebulan sekali, kalau kita memang benar² ingin menjadi seorang Ahlu Sunnah maka pengagungan terhadap Al Qur’an maka harus terus diperbarui, kita harus berpegang teguh dengan apa yang berada diatasnya (para Shahabat Rasulullah ﷺ), memiliki perhatian yang besar terhadap Al Qur’an, petunjuk bukan hanya ketika kita mendengarkan di majlis Ilmu, ketika kita dirumah membaca Al Qur’an maka kita berusaha untuk memahami apa yg kita baca (yg bisa bahasa Arab) yang belum maka disana ada terjemahan yg bisa dipercaya dengan nya kita bisa memahami Kalamullah, kita bersikap bagaimana dahulu para Shahabat radiallahu taala anhum bersikap, kita berpegang teguh dengan apa yang berpegang teguh dengannya para Shahabat Rasulullah ﷺ, ini adalah perbedaan antara kita dengan ahlu bida

التمسك بما كان عليه أصحاب رسول الله ﷺ

Dan hadits Nabi ﷺ menunjukkan kepada jalan yang lurus sebagaimana Al Quran juga menunjukkan kepada jalan yang lurus, keduanya Al Quran & juga hadits ini menunjukkan kepada jalan yang lurus, Allāh ﷻ Mengatakan,

…إِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
[QS Asy-Syurǻ : 52]

Sungguh² engkau menunjukkan jalan yang lurus

Engkau disini adalah Rasulullah ﷺ, , siapa yang mengabarkan?(Allāh), mengabarkan bahwasanya Nabi-Nya yang beliau tunjukkan adalah jalan yang lurus sebagaimana Al Quran menunjukkan kepada jalan yang lurus, Sunnah ﷺ juga menunjukkan kepada jalan yang lurus.

Sehingga para Shahabat radiallahu taala anhum dahulu mereka memiliki perhatian yang besar terhadap Sunnah Rasulullah ﷺ, kalau mereka mendengar sebuah hadits mereka melihat perilaku Nabi ﷺ maka mereka menyadari dengan sesadar²nya ini adalah jalan yang lurus & petunjuk beliau adalah petunjuk yang paling baik mereka merasa ini adalah rezeki yang besar yang Allāh berikan kepada mereka, ketika mereka diberikan kesempatan oleh Allāh untuk mendengar hadits Nabi ﷺ, sesuatu yg tidak mereka sia²kan selama telinga mereka dimuliakan oleh Allāh untuk mendengar langsung/ mendengar dari sahabat yang lain hadits Nabi ﷺ maka mereka memahaminya & berusaha untuk mengamalkan dan tidak sedikit atsar dari para Shahabat radiallahu taala anhum dimana mereka ketika sudah mendengar hadits Nabi ﷺ maka mereka mengamalkan Hadits tersebut sampai mereka meninggal dunia

Sudahkah kita demikian bersikap terhadap Sunnah & hadits Nabi ﷺ ?

Sudahkah kita menyadari & menganggap itu sebagai petunjuk yang menunjukkan kepada kita jalan yang lurus?

Ataukah keadaan kita seperti seseorang yang membaca hadits hanya sekedar baca sementara tidak ada didalam diri kita keinginan yang kuat untuk memahami makna & mengamalkan isinya.

Ummu Habibah radiallahu taala anha (Istri Nabi ﷺ) Ummul mukminin, seorang wanita mendengar Nabi ﷺ mengatakan tentang keutamaan Shalat rawatib yang disebutkan oleh Nabi ﷺ _barangsiapa yang melakukan Shalat 12 rakaat selama sehari semalam maka Allāh ﷻ akan membangunkan baginya rumah didalam Surga_ didengar oleh Ummu Habibah jika Shalat 12 rakaat (rawatib) maka akan dibangunkan oleh Allāh rumah didalam Surga. Ummu Habibah setelah mendengar hadits ini dari Nabi ﷺ mengamalkan Hadits ini & tidak pernah meninggalkan Shalat 12 rakaat setiap hari, ketika beliau menceritakan hadits ini kepada muridnya yaitu seorang tabi’in yang mendengar hadits ini dari ummu Habibah maka ummu Habibah menceritakan & maksud beliau ingin memberikan semangat kepada muridnya untuk beramal , disampaikan hadits ini kepada muridnya supaya diamalkan bukan hanya sekedar dihafal saja (itu maksud beliau bukan riya, sum’ah), beliau katakan kepada muridnya

ما تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِن رسول الله ﷺ

_aku tidak pernah meninggalkan 12 rakaat semenjak aku mendengarnya dari Rasulullah ﷺ_

Seorang wanita tapi beliau memiliki keinginan yang kuat untuk mengamalkan hadits Nabi ﷺ. Bandingkan dengan keadaan sebagian kita yang bermalas²an atau ketika membaca ini hukum nya apa? Sunnah, kalau Sunnah berarti tidak apa² ditinggalkan, kalau para salaf ketika mereka bertanya ini hukumnya apa ? Sunnah, kalau Sunnah berarti harus dikerjakannya. Berbeda dengan dizaman sekarang, mereka bertanya apakah ini Sunnah Nabi iya ini Sunnah Nabi mereka lakukan, Kalau ini dianjurkan maka akan dilakukan, berbeda dengan sebagian kita. Ini contoh dari shahabiyyah.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

🖊Abu Mandala
•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top