Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Kun Salafiyyan Alal Jaddah > Halaqah 05 | Muqodimah Kitab (4)

Halaqah 05 | Muqodimah Kitab (4)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 كن سلفيا على الجادة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang kelima dari pembahasan kitab “Kun salafiyyan Alal jaddah” yang dikarang oleh guru kami yang mulia, Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja As-Suhaimi hafizhahullahu ta’ala.

Para koordinator baik ikhwah maupun akhwat, musyrif dan juga musyrifah dan juga para admin semuanya yang dimuliakan oleh Allah, kita lanjutkan.

Beliau mengatakan:

بَلْ إِنَّ هَذِاهِ الدَّوْلَة المُبَارَكَة اَلْمَمْلَكَةَ العَرَبِيَّةَ السُعُودِيَّة حَرَسَهَا اللَّهُ دَوْلَةٌ سَلَفِيَّةٌ وَدَعْوَتُهَا دَعْوَةُ سَلَفِيَّةِ كَمَا نَصَّ عَلَى ذَلِكَ مُؤَسِسُهَا اَلْمَلِكُ عَبْدُ الْعَزِيْزُ بْنُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ آلُ سُعُود رَحِمَهُ اللَّه

Beliau menceritakan tentang negara Saudi Arabia yang beliau tinggal di sana dan banyak para Masyayikh dan guru-guru kita yang mereka adalah berasal dari Saudi Arabia ini.

Beliau menceritakan bahwasannya negeri ini, negara ini yang berbarakah ini yaitu negara Saudi Arabia, semoga Allah menjaganya, adalah daulah salafiyyah.

Ini adalah negeri salafi, adalah negara salafiyyah dan dakwahnya adalah dakwah salafiyah, sebagaimana yang demikian diungkapkan oleh pendiri dari Saudi Arabia yaitu raja Abdul Aziz Ibnu Abdurrahman Alu Su’ud.

حَيْثُ قَالَ فِي خِطَابِهِ اَلَّذِي أَلْقَاهُ فِي حَجِّ عَامِ ١٣٦٥ ه

Ketika beliau rahimahullah menyampaikan ucapan yang beliau sampaikan pada haji tahun 1365H, berarti kurang lebih 75 tahun yang lalu, disampaikan oleh raja Abdul Aziz, apa yang beliau katakan?

” إِنّٕنِي رَجُلٌ سَلَفِيٌّ وَ عَقِيْدَتِي هِيَ السَّلَفِيَّة اَلَّتِي أَمْشِى بِمُقْتَضَاهَا عَلَى الْكِتَابِ وَالسُنَّةِ”

“Sesungguhnya aku adalah seorang salafy dan akidahku adalah akidah salafiyyah, yang aku berjalan dengan konsekuensinya di atas Al-Qur’an dan juga di atas assunnah.”

Ini diucapkan oleh raja Abdul Aziz, beliau adalah pendiri kerajaan Saudi Arabia.

وَقَالَ فِي الْخِطَابِ نَفْسِهِ : يَقُولُونَ إِنَّنَا وَهَابِيَّةٌ وَالْحَقِيْقَةُ أَنَّنَا سَلَفِيُّونْ مُحَافِظُونَ عَلَى دِيْنِنَا وَنَتَّبِعُ كِتَابُ اللَّه وَسُنَّةَ رَسُولِهِ وَلَيسَ بَينَنَا وَبَينَ الْمُسْلِمِينَ إِلَّا كِتَابُ اللَّه وَسُنَّةُ رَسُولِهِ

Beliau juga mengucapkan di dalam ucapan ini yaitu masih menyambung dari ucapan tadi:

“Mereka mengatakan, kami ini adalah wahabi dan hakikatnya kami adalah salafy, yang menjaga agama kami yaitu agama Islam, menjaga kemurnian dan kami mengikuti Al-Qur’an dan juga Sunnah rasul-Nya. Tidak ada antara kami dan kaum muslimin kecuali kitabullah dan juga Sunnah rasul-Nya.”

Maksudnya adalah yang menghukumi antara kami dan juga kaum muslimin adalah Al-Qur’an dan juga Sunnah.

 فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“…Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

(QS. An-Nisa: 59)

Maka kita kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri telah memerintahkan demikian. Kalau memang ada perselisihan antara kita dengan kaum muslimin yang lain, maka kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

فَالْمَمْلَكَةَ قَامَتْ عَلَى الٕاِسْلاَمِ الْحَقِّ الْمَبْنِيِّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وِفْقَ فَهْمِ سَلَفِ الْأُمَّةِ

“Maka negara ini berdiri di atas Islam yang benar yang berdasarkan Al-Qur’an dan juga Sunnah rasul-Nya, sesuai dengan pemahaman salaful ummah.”

وَلِذَا اِتَّسَمَتْ سِيَاسَتُهَا بِالْحِكْمَةِ وَالْعَدْلِ

“Oleh karena itu politik yang dilakukan oleh negara ini (negara Saudi Arabia) yaitu memiliki tanda, memiliki keistimewaan dilakukan dengan hikmah dan juga keadilan.”

وَالتَّسَامُحُ مَعَ الْمَذْاهَبِ الْفِقِّهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ

“Dan toleransi bersama mahzab-mahzab fiqih yang lain yang memang dia dianggap.”

Meskipun negara Saudi Arabia, negaranya banyak di antara mereka yang memegang mahzab Hambali, tetapi bukan berarti mereka taasub dengan mahzab Hambali ini. Bahkan mereka memiliki toleransi yang luar biasa terhadap mahzab-mahzab yang lain, baik mahzab Hanafi, atau Maliki atau Syafi’i misalnya. Oleh karena itu syeikh mengatakan setelahnya:

وَبِنَاءً عَلَى هَذَا فَإِنَّ طُلَابَ كُلِيَّاتِ السَرِيعَةِ فِي الْمَمْلَكَةِ يَدْرُسُونَ فِقِهِ الْأَىِٔمَّةِ الْأَرْبَعَةِ

“Oleh karena itu para mahasiswa yang mereka kuliah di fakultas-fakultas syari’at di negara Saudi Arabia ini mereka mempelajari fiqih imam yang empat.”

Jadi bukan hanya mempelajari fiqih imam Ahmad bin Hambal saja.

أَبِي حَنِيفَة وَ مَالِك وَالشَافِعِي وَ أَحْمَد

“Abu Hanifah, imam Malik, Imam Syafi’i dan juga Imam Ahmad.”

وَلَا سِيَمَا فِي الْجَامِعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ بِالْمَدِينَةِ

Khususnya di Universitas Islam Madinah,

لِأَنَ الخِلَاف بَيْنَ هَذِهِ الْمَذَاهِبُ لَيسَ فِي العَقِيدَةِ

Karena perselisihan di antara mahzab-mahzab ini bukan di dalam masalah akidah,

وَ إِنَّمَا فِي الْفُرُوعِ الْفِقِهْيَةِ

Tetapi di dalam masalah cabang-cabang fiqih.” Kalau dalam aqidah semua sama. Perbedaan mereka hanya di dalam masalah furu’, yaitu masalah cabang-cabang fiqih.

يَقُولُ الْمَلِك عَبْدُ الْعَزِيز يَرْحَمُهُ اللَّه:

“…وَ الَّذِي نَمْشِي عَلَيهِ هُوَ طَرِيقُ السَّلَفِ الَصَّالِحِ وَلَا نُكَفِّرُ أَحَدًا إِلَّا مَنْ كَفَّرَهُ اللَّه وَرَسُولُهُ

Kemudian di sini beliau menukil ucapan Raja Abdul Aziz: “Dan apa yang kami berjalan di atasnya adalah jalan para salafush shaleh dan kami tidak mengkafirkan seorangpun kecuali orang yang dikafirkan oleh Allah dan juga rasul-Nya.”

وَلَيْسَ مِنْ مَذْهَبٍ سِوَى مَذْهَبِ السَّلَفُ الصَّالِحُ وَلَا نُؤَيِّدُ بَعْظُ الْمَذَاهِبِ عَلَى بَعْضِهَا

“Dan tidaklah mahzab yang digunakan kecuali mahzab para salaf dan kami tidak menguatkan sebagian mahzab di atas yang lain.”

فَأَبُو حَنِيفَة وَمَالِك وَالشَافِعِي وَاِبْنُ حَنْبَلٍ أَىِٔمَّتُنَا

“Maka Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad bin Hambal semuanya adalah imam-imam kami.”

Demikian keyakinan kita semuanya. Ini adalah ucapan yang baik sekali dari raja Abdul Aziz meskipun di sana yang berkembang adalah sebuah mahzab itu yaitu mahzab Hambali, tapi bukan berarti beliau dan juga yang ada di sana, mengutamakan mahzab imam Ahmad di atas mahzab yang lain.

Semuanya adalah mahzab salafush shaleh. Dan mereka adalah imam-imam kita semua, imam yang empat, semuanya adalah imam-imam ahlussunnah, semua mereka berjalan di atas manhaj para salafush shaleh.

Kemudian beliau mengatakan:

كَلَامُ هَذَا الْإِمَامُ وَهُوَ كَلَامُ نَّفِيسٌ يُمَثِّلُ الْمَعْنَى الصَحِيح لِلْسَلَفِيَّةِ اَلَّذِي هُوَ الْمَعْنَى الصَّحِيحُ اِلْإِسْلَامِ

“Ini adalah ucapan imam Abdul Aziz dan ini adalah ucapan yang sangat baik dan mengungkapkan makna yang benar dari dakwah salafiyah yang merupakan makna yang benar dari Islam.”

Jadi dakwah salafiyyah ini adalah dakwah yang benar-benar membawa Islam yang murni, dakwah salafiyyah itu adalah Islam itu sendiri.

Demikian yang mungkin bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa alaihi washahbihi wasallam.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top