Halaqah 85 | Pena Sudah Kering dan Takdir Tidak Akan Pernah Meleset

Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-85 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.

Beliau mengatakan rahimahullāh:

جَفَّ القَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Al-Qalam telah kering dengan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Dalam hadits, Allāh ﷻ menyuruh al-Qalam untuk menulis segala sesuatu ilā an taquma as-sā’ah (sampai datang hari kiamat), sudah kering al-Qalam dengan apa yang akan terjadi hingga hari kiamat. Sudah tidak bisa dirubah lagi, itu maksudnya. Tidak bisa dirubah lagi, semuanya sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ. Antum mau merubah bagaimanapun, tidak bisa. Antum mengatakan, “Saya akan menggerakkan tangan saya ke kanan,” yaitu memang sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ di dalam Lauḥul Maḥfūẓ ke kanan. Antum punya keinginan sebenarnya untuk menggerakkan tangan ke kiri, tapi antum gerakkan ke kanan. Memang sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ dalam Lauḥul Maḥfūẓ. Demikian, antum punya keinginan, keinginan antum juga sudah ditulis. Menggerakkan tangan ke kanan juga sudah ditulis oleh Allāh ﷻ.

وَمَا أَخْطَأَ العَبْدَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ

Dan apa yang mengenai seorang hamba atau yang luput dari seorang hamba, maka itu tidak mungkin akan mengenainya. Apa yang sudah ditulis Allāh ﷻ di dalam Lauḥul Maḥfūẓ tidak akan mengenai seseorang maka tidak akan mengenai orang tersebut. Sudah ditulis oleh Allāh ﷻ, dia tidak akan meninggal di perang ini, maka meskipun dikepung oleh ratusan musuh, kalau memang Allāh ﷻ tidak menulis bahwa dia meninggal di perang tersebut, dia akan selamat. Ada saja di sana cara, jalan, sebab, sehingga menjadikan dia selamat. Tidak terkena pedang, tidak terkena tombak, tidak terbunuh, mungkin karena dia sakit atau sebab yang lain sehingga saat itu dia tidak bisa mengikuti perang, misalnya. Itu sudah ditakdirkan oleh Allāh ﷻ atau karena sebab yang lain.

Sebaliknya

وَمَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ

apa yang sudah ditulis oleh Allāh ﷻ di dalam Lauḥul Maḥfūẓ akan menimpa seseorang, maka itu tidak akan mungkin luput dari dirinya. Misalnya, rugi dalam perdagangan, sakit, terkena penyakit yang parah, atau mobilnya tertabrak, dan seterusnya. Apa yang sudah ditulis oleh Allāh ﷻ menimpa seseorang, maka tidak mungkin luput dan terlepas dari apa yang sudah Allāh ﷻ takdirkan tersebut.

Di dalam hadits yang disebutkan tentang

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ

Disebutkan sebelumnya, Ubadah Ibn aṣ-Ṣāmit, seorang sahabat Nabi ﷺ, berkata kepada putranya, sebagaimana Nabi ﷺ memberikan wejangan, memberikan nasehat kepada Abdullah bin ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā yang saat itu masih kecil, untuk beriman kepada takdir. Di sini, Ubadah Ibn aṣ-Ṣāmit sedang memberikan nasehat kepada putranya.

يَا بُنَيَّ، إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ طَعْمَ حَقِيقَةِ الْإِيمَانِ حَتَّى تَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan merasakan hakekat dari keimanan, rasa dari keimanan, kelezatan iman. Engkau tidak akan merasakan kelezatan iman sampai engkau menyadari, mengimani, bahwa apa yang ditulis akan menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa yang ditulis luput darimu maka tidak akan menimpamu. Yaitu seseorang memiliki keyakinan yang kuat terhadap apa yang ditulis oleh Allāh. Segala sesuatu sudah ditulis oleh Allāh, barulah dia akan merasakan nikmatnya iman, kelezatan iman.

Coba antum praktekkan pada diri antum sendiri, menyadari bahwasanya segala sesuatu sudah ditulis oleh Allāh. Apa yang ditulis akan menimpaku, maka tidak akan luput dariku, dan apa yang ditulis luput dariku, maka tidak akan mungkin menimpaku. Maka akan memiliki pengaruh yang besar pada hati seseorang terhadap keimanan seseorang. Bagaimana dia akan berubah dalam memandang kehidupan, kerja dalam keadaan semangat, berdakwah dalam keadaan dia semangat, belajar dalam keadaan dia semangat, dengan dia menyadari bahwa semua sudah ditulis oleh Allāh. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada rasa takut, yang ada adalah optimisme. Senantiasa ḥusnuzh zhann kepada Allāh ketika dia mendapatkan musibah, dalam keadaan dia menghadapi musibah tersebut dengan kesabaran, dengan hati yang besar.

Ketika dia mendapatkan kenikmatan juga demikian, tidak ada rasa sombong dan juga memamerkan apa yang dia punya. Semuanya sudah ditulis oleh Allāh. Ketika dia mendapatkan hidayah, dia bersyukur. Ketika dia melihat orang lain sesat, maka dia memiliki rahmat dan kasih sayang kepada orang tersebut. Ini ditanamkan oleh Ubadah dan aṣ-Ṣāmit kepada anaknya. Coba kita berusaha untuk menanamkan ini kepada anak-anak kita. Mereka akan memiliki bekal yang sangat kuat untuk menghadapi kehidupan mereka di masa yang akan datang yang penuh dengan fitnah.

Sebaliknya, jangan kita ajarkan mereka, kita contohkan mereka ketidak-ridhaan, ketidak-ridhaan dengan takdir Allāh. Terkadang anak kita melakukan sesuatu yang menjadikan kita marah, kemudian akhirnya kita menumpahkan amarah kita, seakan-akan kita tidak pernah belajar tentang masalah keimanan dengan takdir Allāh. Ini kalau dia melihat yang demikian setiap hari, bagaimana dia bisa memahami dengan baik tentang masalah takdir Allāh?

Jadi, kalau kita sudah mengajarkan kepada mereka, dan mencontohkan, mempraktekkan langsung bagaimana keimanan kita terhadap takdir Allāh, ketika kita mendapatkan rezeki, ketika kita mendapatkan musibah, atau melihat anak kita mendapatkan rezeki, dan melihat anak kita melakukan sebuah kesalahan yang mendatangkan musibah, lalu kita bisa mempraktekkan dengan baik bagaimana menyikapi itu semua, bagaimana beriman dengan takdir Allāh dalam itu semua. Tentunya ini memiliki pengaruh yang besar kepada anak-anak kita.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top