Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mahazi > Halaqah 36 ~ Beberapa Perkara Dan Hukum Wukuf Di Arafah Bagian 01

Halaqah 36 ~ Beberapa Perkara Dan Hukum Wukuf Di Arafah Bagian 01

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
📗 Mahazi

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-36 dari Silsilah Ilmiyyah Manasik Haji adalah tentang Beberapa Perkara Dan Hukum Wukuf Di Arafah Bagian 1

1⃣. Disunnahkan pergi meninggalkan Mina pada tanggal 9 Dzulhijjah menuju Arafah setelah terbit matahari sebagaimana didalam Hadits Jabir rhadiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

2⃣. Ketika menuju Arafah mengucapkan takbir dan talbiyyah.

Berkata Abdullah Ibnu Umar (semoga Allah meridhoi keduanya) :

“Kami bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam meninggalkan Mina menuju Arafah, diantara kami ada yang mengucapkan talbiyah, diantara kami mengucapkan takbir” (HR Muslim)

3⃣. Apabila sudah sampai Arafah hendaknya meyakinkan bahwa dirinya sudah di area Arafah yang sudah dipasang batas-batasnya oleh kerajaan Saudi Arabia. Jangan sampai dia merasa sudah di Arafah padahal dia berada di luar Arafah. Dan kemah-kemah yang disediakan oleh Pemerintah di Arafah semua berada di area Arafah.

4⃣. Waktu untuk wukuf dimulai dari tergelincirnya matahari / masuknya waktu dzuhur di hari Arafah / tanggal 9 dan berakhir sampai terbit fajar hari berikutnya.

5⃣. Seseorang dianggap sudah wukuf di Arafah sebagai rukun haji yang utama apabila berada di Arafah pada waktu tersebut, yaitu antara tergelincirnya matahari tanggal 9 sampai terbit fajar hari berikutnya meskipun hanya sebentar.

6⃣. Seseorang bisa wukuf dalam keadaan duduk, berdiri, naik kendaraan. Bahkan boleh berbaring yang penting dia berada di Arafah.

7⃣. Barangsiapa yang datang dan wukuf di Arafah dari siang maka dia diwajibkan berada di arafah sampai tenggelam maatahari, dan tidak boleh dia meninggalkan Arafah sebelum matahari tenggelam.

8⃣. Para jemaah haji shalat di Arafah dengan menjama’ dan meng-qashar dzuhur dan ashar diawal waktu dzuhur dengan 1 adzan dan 2 iqomah.

9⃣. Disunnahkan imam atau yang mewakili mendirikan khutbah sebelum mendirikan shalat dzuhur dan ashar.

🔟. Yang afdhol bagi jamaah haji adalah berbuka ketika tanggal 9, yang demikian supaya dia kuat untuk berdzikir dan juga berdoa, karena Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam berbuka sebagaimana itmam hadits yang dirawayatkan oleh al Imam Bukhari dan Muslim dari Ummu Fadl bintu Haarits.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

3 thoughts on “Halaqah 36 ~ Beberapa Perkara Dan Hukum Wukuf Di Arafah Bagian 01”

  1. ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Afwan kak poin no.3 ada typo.
    …Dan kemah-kemah yang disediakan oleh Pemerintah di Arafah semua berada di luar Arafah.
    Di rekaman Ustadz menyebutkan “di area Arafah”

    1. Mau tanya kok tinggal di Arafah sampai terbit fajar hari berikutnya ( lihat no 4). Padahal pada hari 9 Zulhijah setelah matahari terbenam harus berangkat ke muzdalifah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top